<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gaji Petani di RI Rp30 Juta per Bulan, Siapa Minat?</title><description>Mentan Andi Amran Sulaiman mengajak milenial untuk ikut wujudkan swasembada pangan dengan menjadi petani</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/14/320/3074290/gaji-petani-di-ri-rp30-juta-per-bulan-siapa-minat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/14/320/3074290/gaji-petani-di-ri-rp30-juta-per-bulan-siapa-minat"/><item><title>Gaji Petani di RI Rp30 Juta per Bulan, Siapa Minat?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/14/320/3074290/gaji-petani-di-ri-rp30-juta-per-bulan-siapa-minat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/14/320/3074290/gaji-petani-di-ri-rp30-juta-per-bulan-siapa-minat</guid><pubDate>Senin 14 Oktober 2024 10:09 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/14/320/3074290/gaji-petani-di-ri-rp30-juta-per-bulan-siapa-minat-Mo48VwrSeL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mentan Siap Gaji Petani Rp30 Juta/Bulan. (Foto: Okezone.com/Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/14/320/3074290/gaji-petani-di-ri-rp30-juta-per-bulan-siapa-minat-Mo48VwrSeL.jpg</image><title>Mentan Siap Gaji Petani Rp30 Juta/Bulan. (Foto: Okezone.com/Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak milenial untuk ikut wujudkan swasembada pangan dengan menjadi petani. Dirinya menjanjikan pendapatan fantastis hingga Rp30 juta per bulan.
&quot;Kami sudah menyiapkan teknologi, pendapatannya milenial nanti Rp10 juta per bulan, yang rajin bisa sampai Rp20-30 juta per bulan bersih, itu target kita,&quot; ungkap Mentan Amran dikutip dari pernyataan resminya pada Minggu (14/10/2024).
Menurutnya, kaum milenial memiliki potensi besar untuk membawa inovasi dalam pertanian. Sehingga, kata dia, program pertanian modern yang menguntungkan ini dikembangkan khususnya untuk menarik para generasi muda.

BACA JUGA:
Cerita Petani Muda Indonesia yang Magang Pertanian di Taiwan&amp;nbsp;

&quot;Ini yang bisa menarik milenial masuk di sektor pertanian. Tanpa menguntungkan, (petani muda) itu tidak mungkin turun,&quot; katanya.
&quot;Target kita milenial, mahasiswa ini sejahtera, akan ceritakan ke temannya bahwa bertani itu, hebat, sejahtera, bertani itu menguntungkan. Bertani sekarang adalah pertanian modern. Tranformasi pertanian tradisional menuju modern,&quot; tambahnya.

BACA JUGA:
RI Targetkan 2,1 Juta Bibit Unggul untuk Petani Sawit hingga Akhir 2024

Lebih lanjut, Amran menjelaskan bahwa kini total 3000 petani generasi muda telah dilibatkan. Namun, ia menargetkan akan merangkul 50.000 petani milenial maupun gen Z di seluruh Indonesia.
Dirinya berharap, Merauke dapat menjadi percontohan bagi transformasi pertanian tradisional menuju modern di berbagai daerah lain di Indonesia. Bahkan, dengan total 1 juta hektar lahan, Merauke berpotensi menjadi pusat pembelajaran masyarakat pertanian dunia.
Untuk diketahui, Mentan Amran sebelumnya juga mengutarakan keinginannya untuk merevolusi sektor pertanian Indonesia menjadi lebih modern. Ia ingin, semua proses bertani dilakukan dengan teknologi canggih dan juga mekanisasi.Menurutnya, modernisasi sektor pertanian menjadi salah satu kunci menjadikan Indonesia lumbung padi dunia. Dirinya pun mendorong agar produksi dengan teknologi dan mekanisasi bisa segera dilakukan guna memastikan pertanian Indonesia semakin maju serta berkontribusi besar pada penguatan ekonomi nasional.
&quot;Pertanian tidak bisa maju tanpa transformasi dari metode tradisional menuju modern. Ini adalah tantangan besar, tetapi dengan kerja keras dan inovasi, kita optimis bisa mencapainya,&quot; pungkas Mentan.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak milenial untuk ikut wujudkan swasembada pangan dengan menjadi petani. Dirinya menjanjikan pendapatan fantastis hingga Rp30 juta per bulan.
&quot;Kami sudah menyiapkan teknologi, pendapatannya milenial nanti Rp10 juta per bulan, yang rajin bisa sampai Rp20-30 juta per bulan bersih, itu target kita,&quot; ungkap Mentan Amran dikutip dari pernyataan resminya pada Minggu (14/10/2024).
Menurutnya, kaum milenial memiliki potensi besar untuk membawa inovasi dalam pertanian. Sehingga, kata dia, program pertanian modern yang menguntungkan ini dikembangkan khususnya untuk menarik para generasi muda.

BACA JUGA:
Cerita Petani Muda Indonesia yang Magang Pertanian di Taiwan&amp;nbsp;

&quot;Ini yang bisa menarik milenial masuk di sektor pertanian. Tanpa menguntungkan, (petani muda) itu tidak mungkin turun,&quot; katanya.
&quot;Target kita milenial, mahasiswa ini sejahtera, akan ceritakan ke temannya bahwa bertani itu, hebat, sejahtera, bertani itu menguntungkan. Bertani sekarang adalah pertanian modern. Tranformasi pertanian tradisional menuju modern,&quot; tambahnya.

BACA JUGA:
RI Targetkan 2,1 Juta Bibit Unggul untuk Petani Sawit hingga Akhir 2024

Lebih lanjut, Amran menjelaskan bahwa kini total 3000 petani generasi muda telah dilibatkan. Namun, ia menargetkan akan merangkul 50.000 petani milenial maupun gen Z di seluruh Indonesia.
Dirinya berharap, Merauke dapat menjadi percontohan bagi transformasi pertanian tradisional menuju modern di berbagai daerah lain di Indonesia. Bahkan, dengan total 1 juta hektar lahan, Merauke berpotensi menjadi pusat pembelajaran masyarakat pertanian dunia.
Untuk diketahui, Mentan Amran sebelumnya juga mengutarakan keinginannya untuk merevolusi sektor pertanian Indonesia menjadi lebih modern. Ia ingin, semua proses bertani dilakukan dengan teknologi canggih dan juga mekanisasi.Menurutnya, modernisasi sektor pertanian menjadi salah satu kunci menjadikan Indonesia lumbung padi dunia. Dirinya pun mendorong agar produksi dengan teknologi dan mekanisasi bisa segera dilakukan guna memastikan pertanian Indonesia semakin maju serta berkontribusi besar pada penguatan ekonomi nasional.
&quot;Pertanian tidak bisa maju tanpa transformasi dari metode tradisional menuju modern. Ini adalah tantangan besar, tetapi dengan kerja keras dan inovasi, kita optimis bisa mencapainya,&quot; pungkas Mentan.</content:encoded></item></channel></rss>
