<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>7-Eleven Tutup 444 Toko imbas Penurunan Kinerja</title><description>7-Eleven tutup 444 toko di Amerika Utara akibat penurunan kinerja.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/14/320/3074589/7-eleven-tutup-444-toko-imbas-penurunan-kinerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/14/320/3074589/7-eleven-tutup-444-toko-imbas-penurunan-kinerja"/><item><title>7-Eleven Tutup 444 Toko imbas Penurunan Kinerja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/14/320/3074589/7-eleven-tutup-444-toko-imbas-penurunan-kinerja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/14/320/3074589/7-eleven-tutup-444-toko-imbas-penurunan-kinerja</guid><pubDate>Senin 14 Oktober 2024 20:11 WIB</pubDate><dc:creator>Fadhila Khairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/14/320/3074589/7-eleven-tutup-444-toko-imbas-penurunan-kinerja-WYSUbXLwFs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sevel tutup 444 toko imbas penurunan kinerja (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/14/320/3074589/7-eleven-tutup-444-toko-imbas-penurunan-kinerja-WYSUbXLwFs.jpg</image><title>Sevel tutup 444 toko imbas penurunan kinerja (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; 7-Eleven tutup 444 toko di Amerika Utara akibat penurunan kinerja. Pengumuman ini datang bersamaan dengan tawaran pengambilalihan oleh pemilik Circle-K, Couche-Tard, yang baru-baru ini meningkatkan tawarannya menjadi USD47,2 miliar.

BACA JUGA:
Ternyata Ini Alasan 7-Eleven Bakal Dicaplok Circle K

Dalam rilis pendapatannya, perusahaan induk Seven &amp;amp; I menyebutkan bahwa meskipun ekonomi di kawasan tersebut secara keseluruhan kuat. Namun terjadi penurunan konsumsi di kalangan penerima pendapatan menengah dan rendah akibat inflasi yang tinggi dan suku bunga yang meningkat, demikian dilansir dari CNN, Senin (14/10/2024).

BACA JUGA:
Masatoshi Ito, Miliarder yang Sulap 7-Eleven Jadi Kerajaan Bisnis Mendunia Meninggal pada Usia 98 Tahun

Penutupan ini dipicu dengan penurunan lalu lintas pelanggan sebesar 7,3% pada bulan Agustus, yang dimana hal tersebut merupakan bagian dari tren penurunan enam bulan berturut-turut. Selain itu juga, penjualan rokok yang dulunya menjadi andalan sekarang mengalami penurunan sebesar 26% sejak tahun 2019. Peralihan ke produk nikotin alternatif seperti Zyn belum dapat menutupi kekurangan tersebut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMS80LzE2MDU3OS81L3g4ajZtdzk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurut Saunders, analisis industri ritel, penutupan 444 lokasi ini  merupakan langkah strategis untuk menjaga efisiensi dan profitabilitas.  Ia menambahkan bahwa lokasi yang telah ditutup ini mengalami penurunan  pengunjung yang signifikan akibat dari konsumen yang berjuang dengan  biaya hidup yang semakin tinggi.
Sementara itu, 7-Eleven tetap berkomitmen untuk terus berinvestasi  dalam kategori makanan, yang pada saat ini menjadi penjualan terkuat  mereka. Meskipun begitu, mereka menghadapi persaingan yang sangat ketat  dari pesaingnya seperti Wawa dan Sheetz yang dimana mereka ini memiliki  skor kepuasan pelanggan lebih tinggi.





</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; 7-Eleven tutup 444 toko di Amerika Utara akibat penurunan kinerja. Pengumuman ini datang bersamaan dengan tawaran pengambilalihan oleh pemilik Circle-K, Couche-Tard, yang baru-baru ini meningkatkan tawarannya menjadi USD47,2 miliar.

BACA JUGA:
Ternyata Ini Alasan 7-Eleven Bakal Dicaplok Circle K

Dalam rilis pendapatannya, perusahaan induk Seven &amp;amp; I menyebutkan bahwa meskipun ekonomi di kawasan tersebut secara keseluruhan kuat. Namun terjadi penurunan konsumsi di kalangan penerima pendapatan menengah dan rendah akibat inflasi yang tinggi dan suku bunga yang meningkat, demikian dilansir dari CNN, Senin (14/10/2024).

BACA JUGA:
Masatoshi Ito, Miliarder yang Sulap 7-Eleven Jadi Kerajaan Bisnis Mendunia Meninggal pada Usia 98 Tahun

Penutupan ini dipicu dengan penurunan lalu lintas pelanggan sebesar 7,3% pada bulan Agustus, yang dimana hal tersebut merupakan bagian dari tren penurunan enam bulan berturut-turut. Selain itu juga, penjualan rokok yang dulunya menjadi andalan sekarang mengalami penurunan sebesar 26% sejak tahun 2019. Peralihan ke produk nikotin alternatif seperti Zyn belum dapat menutupi kekurangan tersebut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMS80LzE2MDU3OS81L3g4ajZtdzk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurut Saunders, analisis industri ritel, penutupan 444 lokasi ini  merupakan langkah strategis untuk menjaga efisiensi dan profitabilitas.  Ia menambahkan bahwa lokasi yang telah ditutup ini mengalami penurunan  pengunjung yang signifikan akibat dari konsumen yang berjuang dengan  biaya hidup yang semakin tinggi.
Sementara itu, 7-Eleven tetap berkomitmen untuk terus berinvestasi  dalam kategori makanan, yang pada saat ini menjadi penjualan terkuat  mereka. Meskipun begitu, mereka menghadapi persaingan yang sangat ketat  dari pesaingnya seperti Wawa dan Sheetz yang dimana mereka ini memiliki  skor kepuasan pelanggan lebih tinggi.





</content:encoded></item></channel></rss>
