<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Target 100 Hari Kerja Wamendag Dyah Roro Esti</title><description>Target 100 hari kerja Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/22/320/3077627/target-100-hari-kerja-wamendag-dyah-roro-esti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/22/320/3077627/target-100-hari-kerja-wamendag-dyah-roro-esti"/><item><title>Target 100 Hari Kerja Wamendag Dyah Roro Esti</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/22/320/3077627/target-100-hari-kerja-wamendag-dyah-roro-esti</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/22/320/3077627/target-100-hari-kerja-wamendag-dyah-roro-esti</guid><pubDate>Selasa 22 Oktober 2024 16:15 WIB</pubDate><dc:creator>Dwi Fitria Ningsih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/22/320/3077627/target-100-hari-kerja-wamendag-dyah-roro-esti-04aPewu0Cr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Target 100 hari pertama Wamendag Dyah Roro (Foto: Kemendag)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/22/320/3077627/target-100-hari-kerja-wamendag-dyah-roro-esti-04aPewu0Cr.jpg</image><title>Target 100 hari pertama Wamendag Dyah Roro (Foto: Kemendag)</title></images><description>JAKARTA - Target 100 hari kerja Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti. Dalam 100 hari ke depan, Wamendag akan fokus pada perdagangan dalam negeri, luar negeri, dan untuk meningkatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Roro menegaskan pentingnya menjalankan kebijakan yang sejalan dengan visi Pak Menteri. Sebagai langkah awal, ia perlu melakukan koordinasi dengan Menteri Budi Santoso. Sehingga untuk detailnya, ia harus melakukan rapat terlebih dahulu dengan Pak Menteri.

BACA JUGA:
Resmi Diangkat Jadi Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro: Siap Arahan Siap Perintah


&amp;ldquo;Mudah-mudahan nanti saya akan, yang pertama yang harus saya lakukan adalah rapat dengan Pak Menteri. Agar kita jelas nanti apa yang harus saya kerjakan dan apa yang beliau kerjakan agar sinergitas dan kolaborasi itu muncul dengan baik,&amp;rdquo; jelas Roro, Selasa (22/10/2024).
Selain itu, Roro menyebutkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia. Mengingat bahwa adanya bonus demografi yang harus dimanfaatkan.

BACA JUGA:
Profil 3 Wakil Menteri BUMN yang Dipilih Presiden Prabowo


&amp;ldquo;Dan mengingat kita ada bonus demografi, produktivitas tentunya harus kita tingkatkan,&amp;rdquo; ujar Roro.
Ia juga menjelaskan bahwa terdapat dua komponen penting dalam perdagangan, yaitu perdagangan dalam negeri dan luar negeri. Pada perdagangan dalam negeri, Roro menekankan pentingnya daya saing komoditas pangan dan industri, sesuai dengan arahan Presiden untuk memperkuat komoditas nasional.
&amp;ldquo;Dalam negeri tentu bagaimana kemarin juga Bapak Presiden menyampaikan, komoditas-komoditas kita, baik itu pangan, industri, itu harus bisa berdaya saing dengan indonesia,&amp;rdquo; jelas Roro.

Sedangkan untuk perdagangan luar negeri, Roro mengungkapkan bahwa  kerjasama bilateral akan menjadi fokus utama dengan memprioritaskan  perjanjian ekonomi komprehensif atau Comprehensive Economic Partnership  Agreement (CEPA) yang sudah terjalin maupun yang masih dalam proses.  Salah satu negara yang menjadi perhatian adalah Peru.
&amp;ldquo;Kalau misalnya nanti telah teridentifikasi ada beberapa negara yang  harus kita percepat, kita akan lakukan, apalagi kalau Peru itu akan  mengadakan APEC&amp;rdquo;, ujarnya.
Dalam menjalankan tugasnya, Roro menyatakan bahwa akan ada evaluasi  strategi dan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh pejabat  sebelumnya.
&amp;ldquo;Tentu nanti Insya Allah kita akan melihat ya, strategi  langkah-langkah apa yang sudah dilakukan, dan kita akan melihat apakah  metode-metode yang sama dapat kita dilakukan kedepannya,&amp;rdquo; kata Roro.
Dengan langkah-langkah ini, Roro berharap untuk 100 hari kedepan akan  menjadi momentum penting bagi Kementerian Perdagangan untuk memperkuat  posisinya di sektor perdagangan, baik di dalam negeri maupun luar  negeri, dan tetap memperhatikan pengembangan UMKM serta peningkatan daya  saing Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Target 100 hari kerja Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti. Dalam 100 hari ke depan, Wamendag akan fokus pada perdagangan dalam negeri, luar negeri, dan untuk meningkatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Roro menegaskan pentingnya menjalankan kebijakan yang sejalan dengan visi Pak Menteri. Sebagai langkah awal, ia perlu melakukan koordinasi dengan Menteri Budi Santoso. Sehingga untuk detailnya, ia harus melakukan rapat terlebih dahulu dengan Pak Menteri.

BACA JUGA:
Resmi Diangkat Jadi Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro: Siap Arahan Siap Perintah


&amp;ldquo;Mudah-mudahan nanti saya akan, yang pertama yang harus saya lakukan adalah rapat dengan Pak Menteri. Agar kita jelas nanti apa yang harus saya kerjakan dan apa yang beliau kerjakan agar sinergitas dan kolaborasi itu muncul dengan baik,&amp;rdquo; jelas Roro, Selasa (22/10/2024).
Selain itu, Roro menyebutkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia. Mengingat bahwa adanya bonus demografi yang harus dimanfaatkan.

BACA JUGA:
Profil 3 Wakil Menteri BUMN yang Dipilih Presiden Prabowo


&amp;ldquo;Dan mengingat kita ada bonus demografi, produktivitas tentunya harus kita tingkatkan,&amp;rdquo; ujar Roro.
Ia juga menjelaskan bahwa terdapat dua komponen penting dalam perdagangan, yaitu perdagangan dalam negeri dan luar negeri. Pada perdagangan dalam negeri, Roro menekankan pentingnya daya saing komoditas pangan dan industri, sesuai dengan arahan Presiden untuk memperkuat komoditas nasional.
&amp;ldquo;Dalam negeri tentu bagaimana kemarin juga Bapak Presiden menyampaikan, komoditas-komoditas kita, baik itu pangan, industri, itu harus bisa berdaya saing dengan indonesia,&amp;rdquo; jelas Roro.

Sedangkan untuk perdagangan luar negeri, Roro mengungkapkan bahwa  kerjasama bilateral akan menjadi fokus utama dengan memprioritaskan  perjanjian ekonomi komprehensif atau Comprehensive Economic Partnership  Agreement (CEPA) yang sudah terjalin maupun yang masih dalam proses.  Salah satu negara yang menjadi perhatian adalah Peru.
&amp;ldquo;Kalau misalnya nanti telah teridentifikasi ada beberapa negara yang  harus kita percepat, kita akan lakukan, apalagi kalau Peru itu akan  mengadakan APEC&amp;rdquo;, ujarnya.
Dalam menjalankan tugasnya, Roro menyatakan bahwa akan ada evaluasi  strategi dan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh pejabat  sebelumnya.
&amp;ldquo;Tentu nanti Insya Allah kita akan melihat ya, strategi  langkah-langkah apa yang sudah dilakukan, dan kita akan melihat apakah  metode-metode yang sama dapat kita dilakukan kedepannya,&amp;rdquo; kata Roro.
Dengan langkah-langkah ini, Roro berharap untuk 100 hari kedepan akan  menjadi momentum penting bagi Kementerian Perdagangan untuk memperkuat  posisinya di sektor perdagangan, baik di dalam negeri maupun luar  negeri, dan tetap memperhatikan pengembangan UMKM serta peningkatan daya  saing Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
