<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tugas Wamendag Dyah Roro Urusi Perjanjian Dagang Luar Negeri dan Kurangi Emisi Karbon</title><description>Dyah Roro Esti memiliki tugas prioritas dalam membangun sinergi dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/23/320/3077829/tugas-wamendag-dyah-roro-urusi-perjanjian-dagang-luar-negeri-dan-kurangi-emisi-karbon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/23/320/3077829/tugas-wamendag-dyah-roro-urusi-perjanjian-dagang-luar-negeri-dan-kurangi-emisi-karbon"/><item><title>Tugas Wamendag Dyah Roro Urusi Perjanjian Dagang Luar Negeri dan Kurangi Emisi Karbon</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/23/320/3077829/tugas-wamendag-dyah-roro-urusi-perjanjian-dagang-luar-negeri-dan-kurangi-emisi-karbon</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/23/320/3077829/tugas-wamendag-dyah-roro-urusi-perjanjian-dagang-luar-negeri-dan-kurangi-emisi-karbon</guid><pubDate>Rabu 23 Oktober 2024 07:01 WIB</pubDate><dc:creator>Dwi Fitria Ningsih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/23/320/3077829/tugas-wamendag-dyah-roro-urusi-perjanjian-dagang-luar-negeri-dan-kurangi-emisi-karbon-yFCduMoJC9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wamendag Dyah Roro Prioritaskan Tugas Ini Usai Dilantik. (Foto: Okezone.com/Dwi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/23/320/3077829/tugas-wamendag-dyah-roro-urusi-perjanjian-dagang-luar-negeri-dan-kurangi-emisi-karbon-yFCduMoJC9.jpg</image><title>Wamendag Dyah Roro Prioritaskan Tugas Ini Usai Dilantik. (Foto: Okezone.com/Dwi)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti memiliki tugas prioritas dalam membangun sinergi dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso. Dirinya mempercepat implementasi kesepakatan ekonomi, terutama melalui Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang melibatkan berbagai negara.
Salah satu fokus utama Wakil Menteri adalah melakukan kerja sama bilateral yang tengah berlangsung dengan beberapa negara, termasuk Peru karena menjadi negara prioritas.

BACA JUGA:
Target 100 Hari Kerja Wamendag Dyah Roro Esti

&amp;ldquo;Kebetulan saya juga sempat memimpin sebagai Ketua Bilateral antara Indonesia dan Peru. Salah satu yang kita bahas juga tentang CEPA. jadi mudah-mudahan kalau misalnya nanti telah teridentifikasi ada beberapa negara yang harus kita percepat, kita akan lakukan, apalagi kalau Peru itu mengadakan APEC,&amp;rdquo; ujar Roro pada Selasa (22/10/2024).
Selain itu, Wamendag juga menekankan pentingnya sinergi antar kementerian, terutama untuk mengurangi emisi karbon yang menjadi bagian dari kontribusi Indonesia supaya di tahun 2030 dapat mencapai target pengurangan emisi yaitu sebesar 32 persen. Menurut Roro, perdagangan karbon bisa menjadi area penting untuk dikerjasamakan di masa mendatang.

BACA JUGA:
Resmi Diangkat Jadi Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro: Siap Arahan Siap Perintah

Roro juga mengatakan peran penting kerja sama lintas kementerian dalam mendukung perdagangan, khususnya pada sektor pertanian, energi, dan lingkungan hidup. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden untuk mendorong kolaborasi di seluruh kementerian, supaya kebijakan perdagangan dapat lebih efektif dalam meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.Di tengah pembahasan tentang defisit perdagangan dengan beberapa negara, seperti Australia, Roro menekankan pentingnya evaluasi dan identifikasi negara-negara yang perlu menjadi prioritas untuk memperkuat kerja sama ekonomi.
&amp;ldquo;Nanti kita akan identifikasi terlebih dahulu apakah ada negara-negara prioritas yang harus kita pelajari. Kita tekankan lagi kerjasamanya. Kemudian kalau pun ada negara yang belum berjalan dengan baik, bagaimana caranya untuk menghadapinya,&amp;rdquo; jelas Roro.
Kerjasama perdagangan luar negeri ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi global, dengan memanfaatkan bonus demografi dan peningkatan produktivitas nasional.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti memiliki tugas prioritas dalam membangun sinergi dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso. Dirinya mempercepat implementasi kesepakatan ekonomi, terutama melalui Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang melibatkan berbagai negara.
Salah satu fokus utama Wakil Menteri adalah melakukan kerja sama bilateral yang tengah berlangsung dengan beberapa negara, termasuk Peru karena menjadi negara prioritas.

BACA JUGA:
Target 100 Hari Kerja Wamendag Dyah Roro Esti

&amp;ldquo;Kebetulan saya juga sempat memimpin sebagai Ketua Bilateral antara Indonesia dan Peru. Salah satu yang kita bahas juga tentang CEPA. jadi mudah-mudahan kalau misalnya nanti telah teridentifikasi ada beberapa negara yang harus kita percepat, kita akan lakukan, apalagi kalau Peru itu mengadakan APEC,&amp;rdquo; ujar Roro pada Selasa (22/10/2024).
Selain itu, Wamendag juga menekankan pentingnya sinergi antar kementerian, terutama untuk mengurangi emisi karbon yang menjadi bagian dari kontribusi Indonesia supaya di tahun 2030 dapat mencapai target pengurangan emisi yaitu sebesar 32 persen. Menurut Roro, perdagangan karbon bisa menjadi area penting untuk dikerjasamakan di masa mendatang.

BACA JUGA:
Resmi Diangkat Jadi Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro: Siap Arahan Siap Perintah

Roro juga mengatakan peran penting kerja sama lintas kementerian dalam mendukung perdagangan, khususnya pada sektor pertanian, energi, dan lingkungan hidup. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden untuk mendorong kolaborasi di seluruh kementerian, supaya kebijakan perdagangan dapat lebih efektif dalam meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.Di tengah pembahasan tentang defisit perdagangan dengan beberapa negara, seperti Australia, Roro menekankan pentingnya evaluasi dan identifikasi negara-negara yang perlu menjadi prioritas untuk memperkuat kerja sama ekonomi.
&amp;ldquo;Nanti kita akan identifikasi terlebih dahulu apakah ada negara-negara prioritas yang harus kita pelajari. Kita tekankan lagi kerjasamanya. Kemudian kalau pun ada negara yang belum berjalan dengan baik, bagaimana caranya untuk menghadapinya,&amp;rdquo; jelas Roro.
Kerjasama perdagangan luar negeri ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi global, dengan memanfaatkan bonus demografi dan peningkatan produktivitas nasional.</content:encoded></item></channel></rss>
