<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pakai Teknologi Canggih, PLTU Ini Bisa Kurangi Emisi Karbon hingga 10%</title><description>Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B Expansion (Jawa 4) Unit 5 dan 6 menggunakan teknologi canggih.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/24/320/3078200/pakai-teknologi-canggih-pltu-ini-bisa-kurangi-emisi-karbon-hingga-10</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/24/320/3078200/pakai-teknologi-canggih-pltu-ini-bisa-kurangi-emisi-karbon-hingga-10"/><item><title>Pakai Teknologi Canggih, PLTU Ini Bisa Kurangi Emisi Karbon hingga 10%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/24/320/3078200/pakai-teknologi-canggih-pltu-ini-bisa-kurangi-emisi-karbon-hingga-10</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/24/320/3078200/pakai-teknologi-canggih-pltu-ini-bisa-kurangi-emisi-karbon-hingga-10</guid><pubDate>Kamis 24 Oktober 2024 08:26 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/23/320/3078200/pakai-teknologi-canggih-pltu-ini-bisa-kurangi-emisi-karbon-hingga-10-NwNFHAjnJv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dirut Bhumi Jati Power menjelaskan mengenai teknologi USC di PLTU Tanjung Jati B unit 5 dan 6 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/23/320/3078200/pakai-teknologi-canggih-pltu-ini-bisa-kurangi-emisi-karbon-hingga-10-NwNFHAjnJv.jpg</image><title>Dirut Bhumi Jati Power menjelaskan mengenai teknologi USC di PLTU Tanjung Jati B unit 5 dan 6 (Foto: Okezone)</title></images><description>JEPARA - Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B Expansion (Jawa 4) Unit 5 dan 6 menggunakan teknologi canggih. Teknologi yang bernama Ultra-Supercritical (USC) ini bisa mengurangi emisi karbon PLTU hingga 10%.
Direktur Utama PT Bhumi Jati Power (BJP) Boy Gemino Kalauserang menjelaskan, penggunaan teknologi ini bisa meningkatkan efisiensi pembangkit listrik.

BACA JUGA:
RI Sulap Lahan Pertanian Jadi Sumber Listrik untuk 52 PLTU


&quot;Dibandingkan dengan yang tidak pakai USC, pengurangan emisi karbon bisa 8-10%,&quot; kata Boy saat melakukan kunjungan ke PLTU Tanjung Jati, Jepara, Rabu (23/10/2024).

BACA JUGA:
4 Fakta Pasokan Biomassa untuk PLTU dari Limbah Pertanian


Teknologi pembakaran batu bara USC yang merupakan salah satu teknologi terbaik di bidang pembangkit listrik berbahan bakar batu bara. Teknologi USC menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi dalam siklus termal uap, sehingga mengurangi konsumsi batu bara dibandingkan dengan teknologi lainnya.
&quot;Bisa kelihatan bedanya cerobong PLTU yang pakai teknologi USC itu tidak ada asapnya,&quot; papar Boy.

(Cerobong PLTU Tanjung Jati B unit 5 dan 6 tak berasap, foto: Okezone)
Dalam kesempatan yang sama, Site Project Manager BJP Hadi Suwasono pun menjabarkan beberapa keunggulan dari teknologi USC. Yang pertama adalah efisiensi Tinggi. USC mampu meningkatkan efisiensi pembangkit listrik secara signifikan, memungkinkan lebih banyak listrik dihasilkan dari jumlah bahan bakar yang sama.
&quot;Teknologi ini dari Jepang, bisa lebih efisien jika pakai USC ini,&quot; ucap dia.
Dia menambahkan, efisiensi yang lebih tinggi dari USC menghasilkan  emisi CO2 yang lebih rendah per unit listrik, membantu mengurangi dampak  lingkungan dari pembangkit listrik berbasis batu bara.
Kemudian keunggulan berikutnya adalah USC menggunakan uap pada suhu  dan tekanan yang sangat tinggi, memungkinkan operasi yang lebih efisien  dan mengurangi limbah panas.
Dengan teknologi USC, emisi CO2 total dan spesifik (ton CO2/tahun dan  ton CO2/kWh) dapat berkurang secara substansial. Pemanfaatan teknologi  ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan yang  lebih baik dan pengurangan emisi gas rumah kaca.
Untuk diketahui, PLTU Perluasan Tanjung Jati B Unit 5 dan 6 atau yang  disebut juga PLTU Jawa 4 memiliki kapasitas 2 x 1.000 MW. Komplek PLTU  Tanjung Jati B yang terletak di Jepara Jawa Tengah ini merupakan salah  satu obyek vital nasional.
Listrik yang dihasilkan PLTU milik Bhumi Jati Power ini dibeli oleh PLN untuk menyuplai wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali).</description><content:encoded>JEPARA - Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B Expansion (Jawa 4) Unit 5 dan 6 menggunakan teknologi canggih. Teknologi yang bernama Ultra-Supercritical (USC) ini bisa mengurangi emisi karbon PLTU hingga 10%.
Direktur Utama PT Bhumi Jati Power (BJP) Boy Gemino Kalauserang menjelaskan, penggunaan teknologi ini bisa meningkatkan efisiensi pembangkit listrik.

BACA JUGA:
RI Sulap Lahan Pertanian Jadi Sumber Listrik untuk 52 PLTU


&quot;Dibandingkan dengan yang tidak pakai USC, pengurangan emisi karbon bisa 8-10%,&quot; kata Boy saat melakukan kunjungan ke PLTU Tanjung Jati, Jepara, Rabu (23/10/2024).

BACA JUGA:
4 Fakta Pasokan Biomassa untuk PLTU dari Limbah Pertanian


Teknologi pembakaran batu bara USC yang merupakan salah satu teknologi terbaik di bidang pembangkit listrik berbahan bakar batu bara. Teknologi USC menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi dalam siklus termal uap, sehingga mengurangi konsumsi batu bara dibandingkan dengan teknologi lainnya.
&quot;Bisa kelihatan bedanya cerobong PLTU yang pakai teknologi USC itu tidak ada asapnya,&quot; papar Boy.

(Cerobong PLTU Tanjung Jati B unit 5 dan 6 tak berasap, foto: Okezone)
Dalam kesempatan yang sama, Site Project Manager BJP Hadi Suwasono pun menjabarkan beberapa keunggulan dari teknologi USC. Yang pertama adalah efisiensi Tinggi. USC mampu meningkatkan efisiensi pembangkit listrik secara signifikan, memungkinkan lebih banyak listrik dihasilkan dari jumlah bahan bakar yang sama.
&quot;Teknologi ini dari Jepang, bisa lebih efisien jika pakai USC ini,&quot; ucap dia.
Dia menambahkan, efisiensi yang lebih tinggi dari USC menghasilkan  emisi CO2 yang lebih rendah per unit listrik, membantu mengurangi dampak  lingkungan dari pembangkit listrik berbasis batu bara.
Kemudian keunggulan berikutnya adalah USC menggunakan uap pada suhu  dan tekanan yang sangat tinggi, memungkinkan operasi yang lebih efisien  dan mengurangi limbah panas.
Dengan teknologi USC, emisi CO2 total dan spesifik (ton CO2/tahun dan  ton CO2/kWh) dapat berkurang secara substansial. Pemanfaatan teknologi  ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan yang  lebih baik dan pengurangan emisi gas rumah kaca.
Untuk diketahui, PLTU Perluasan Tanjung Jati B Unit 5 dan 6 atau yang  disebut juga PLTU Jawa 4 memiliki kapasitas 2 x 1.000 MW. Komplek PLTU  Tanjung Jati B yang terletak di Jepara Jawa Tengah ini merupakan salah  satu obyek vital nasional.
Listrik yang dihasilkan PLTU milik Bhumi Jati Power ini dibeli oleh PLN untuk menyuplai wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali).</content:encoded></item></channel></rss>
