<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Subsidi BBM Bakal Diubah Jadi BLT</title><description>Instruksi Presiden Prabowo Subianto yang meminta subsidi diberikan langsung kepada keluarga penerima manfaat (KPM).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/24/320/3078297/subsidi-bbm-bakal-diubah-jadi-blt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/24/320/3078297/subsidi-bbm-bakal-diubah-jadi-blt"/><item><title>Subsidi BBM Bakal Diubah Jadi BLT</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/24/320/3078297/subsidi-bbm-bakal-diubah-jadi-blt</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/24/320/3078297/subsidi-bbm-bakal-diubah-jadi-blt</guid><pubDate>Kamis 24 Oktober 2024 11:11 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Akbar Malik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/24/320/3078297/subsidi-bbm-bakal-diubah-jadi-blt-btfsrgSNe9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Subsidi BBM Bakal Diubah Jadi BLT. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/24/320/3078297/subsidi-bbm-bakal-diubah-jadi-blt-btfsrgSNe9.jpg</image><title>Subsidi BBM Bakal Diubah Jadi BLT. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Subsidi BBM bakal diubah jadi BLT. Seperti instruksi Presiden Prabowo Subianto yang meminta subsidi diberikan langsung kepada keluarga penerima manfaat (KPM).
&quot;Kita harus berani meneliti dan kalau perlu kita ubah subsidi itu harus kepada langsung keluarga-keluarga yang membutuhkan. Dengan teknologi digital kita akan mampu sampai subsidi itu sampai ke setiap keluarga yang membutuhkan. Tidak boleh aliran-aliran bantuan itu tidak sampai ke mereka yang butuh itu,&quot; ujar Prabowo.

BACA JUGA:
Cerita Jokowi Tingkat Kepuasan Turun Jadi 43% karena Pangkas Subsidi BBM

Sebelumnya, Ketua Dewan Pakar TKN Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Burhanuddin Abdullah, menyatakan bahwa skema subsidi energi akan diubah menjadi bantuan langsung tunai kepada individu, bukan lagi berupa bantuan untuk barang.
Mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut berpendapat bahwa skema subsidi yang ada saat ini tidak mengenai sasaran, sehingga banyak masyarakat miskin yang tidak merasakan manfaat dari subsidi listrik dan BBM.

BACA JUGA:
Subsidi BBM Jadi BLT di 2025, Ini Penjelasan ESDM

Dengan memindahkan subsidi dari barang ke individu, diharapkan dapat mengurangi besaran subsidi energi dan mengalokasikannya untuk program-program lain yang lebih produktif, terutama dalam mendukung masyarakat miskin.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMC8wMS80LzE4NTcxNy8zL2p5aWQtZkZCNkRJ&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya, Pemerintah berencana mengubah skema subsidi BBM menjadi Bantuan Langsung Tunai (BLT). Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Gibran Burhanuddin Abdullah menilai negara bisa menghemat anggaran hingga Rp200 triliun apabila skema subsidi diubah.
Awalnya Burhanudin mengungkapkan bahwa selama ini skema pemberian subsidi energi di Indonesia belum tepat sasaran kepada masyarakat ekonomi ke bawah. Sebab, subsidi yang diberikan hanya menyasar pada komoditas bukan pada target masyarakat
a pun bercerita mengenai pengalamannya minggu lalu saat pergi ke Solo dan bertemu dengan pelanggan PLN yang paling bawah, dimana mereka membayar (listrik) bulanan sebesar Rp30 ribu dan hanya memiliki satu lampu saja.
&quot;Orang-orang miskin, mereka tidak dapat keuntungan dari subsidi BBM, mereka tidak punya sepeda motor, mereka beli gas tapi 1 melon ini untuk 2 minggu jadi kecil sekali. Jadi kalau gitu, siapa yang sebetulnya menikmati?.&quot; terang Burhanuddin.</description><content:encoded>JAKARTA - Subsidi BBM bakal diubah jadi BLT. Seperti instruksi Presiden Prabowo Subianto yang meminta subsidi diberikan langsung kepada keluarga penerima manfaat (KPM).
&quot;Kita harus berani meneliti dan kalau perlu kita ubah subsidi itu harus kepada langsung keluarga-keluarga yang membutuhkan. Dengan teknologi digital kita akan mampu sampai subsidi itu sampai ke setiap keluarga yang membutuhkan. Tidak boleh aliran-aliran bantuan itu tidak sampai ke mereka yang butuh itu,&quot; ujar Prabowo.

BACA JUGA:
Cerita Jokowi Tingkat Kepuasan Turun Jadi 43% karena Pangkas Subsidi BBM

Sebelumnya, Ketua Dewan Pakar TKN Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Burhanuddin Abdullah, menyatakan bahwa skema subsidi energi akan diubah menjadi bantuan langsung tunai kepada individu, bukan lagi berupa bantuan untuk barang.
Mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut berpendapat bahwa skema subsidi yang ada saat ini tidak mengenai sasaran, sehingga banyak masyarakat miskin yang tidak merasakan manfaat dari subsidi listrik dan BBM.

BACA JUGA:
Subsidi BBM Jadi BLT di 2025, Ini Penjelasan ESDM

Dengan memindahkan subsidi dari barang ke individu, diharapkan dapat mengurangi besaran subsidi energi dan mengalokasikannya untuk program-program lain yang lebih produktif, terutama dalam mendukung masyarakat miskin.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMC8wMS80LzE4NTcxNy8zL2p5aWQtZkZCNkRJ&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya, Pemerintah berencana mengubah skema subsidi BBM menjadi Bantuan Langsung Tunai (BLT). Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Gibran Burhanuddin Abdullah menilai negara bisa menghemat anggaran hingga Rp200 triliun apabila skema subsidi diubah.
Awalnya Burhanudin mengungkapkan bahwa selama ini skema pemberian subsidi energi di Indonesia belum tepat sasaran kepada masyarakat ekonomi ke bawah. Sebab, subsidi yang diberikan hanya menyasar pada komoditas bukan pada target masyarakat
a pun bercerita mengenai pengalamannya minggu lalu saat pergi ke Solo dan bertemu dengan pelanggan PLN yang paling bawah, dimana mereka membayar (listrik) bulanan sebesar Rp30 ribu dan hanya memiliki satu lampu saja.
&quot;Orang-orang miskin, mereka tidak dapat keuntungan dari subsidi BBM, mereka tidak punya sepeda motor, mereka beli gas tapi 1 melon ini untuk 2 minggu jadi kecil sekali. Jadi kalau gitu, siapa yang sebetulnya menikmati?.&quot; terang Burhanuddin.</content:encoded></item></channel></rss>
