<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hilirisasi Nikel Indonesia Gunakan Energi Bersih</title><description>Industri nikel di Indonesia menunjukkan komitmennya dalam menjalankan transisi energi guna mencapai target Net Zero Emmission (NZE) 2060.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/24/320/3078579/hilirisasi-nikel-indonesia-gunakan-energi-bersih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/24/320/3078579/hilirisasi-nikel-indonesia-gunakan-energi-bersih"/><item><title>Hilirisasi Nikel Indonesia Gunakan Energi Bersih</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/24/320/3078579/hilirisasi-nikel-indonesia-gunakan-energi-bersih</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/24/320/3078579/hilirisasi-nikel-indonesia-gunakan-energi-bersih</guid><pubDate>Kamis 24 Oktober 2024 22:38 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/24/320/3078579/hilirisasi-nikel-indonesia-gunakan-energi-bersih-By293aU9NL.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Hilirisasi Nikel di Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/24/320/3078579/hilirisasi-nikel-indonesia-gunakan-energi-bersih-By293aU9NL.jfif</image><title>Hilirisasi Nikel di Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Industri nikel di Indonesia menunjukkan komitmennya dalam menjalankan transisi energi guna mencapai target Net Zero Emmission (NZE) 2060. Hal ini sejalan dengan program hilirisasi komoditas yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu sumber energi bersih yang siap menyuplaI smelter Merah Putih dipasok dari Kapal Pembangkit Listrik Terapung atau Barge Mounted Power Plant (BMPP) Nusantara II-60 MW, dimana salah satu kapal pembangkit tersebut telah bersandar di Terminal Khusus (Tersus) Wolo milik Ceria Group di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara sejak Minggu, 20 Oktober 2024. Sedangkan BMPP kedua akan menyusul kemudian.

BACA JUGA:
Dituding Dirty Nickel, Industri Nikel RI Harus Apa?


BMPP Nusantara II-60MW merupakan salah satu amanat yang tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang telah dicanangkan oleh pemerintah, tercakup dalam 1 rangkaian BMPP yang terdiri dari 2 unit BMPP 60 MW.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMC8xNC80LzE4NjAzOS8zL2l2OWlaRTF2ekV3&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Kedatangan BMPP ini merupakan langkah strategis Ceria Group dalam memastikan bahwa Smelter &amp;lsquo;Merah Putih&amp;rsquo; dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan dengan sumber energi yang andal dan ramah lingkungan,&amp;rdquo; ujar CEO Ceria Group, Derian Sakmiwata, Kamis (24/10/2024)
Menurutnya fasilitas pembangkit listrik terapung ini didukung dengan infrastruktur Jetty Wolo dan fasilitas pendukung lainnya yang dibangun oleh PT PLN Indonesia Power (IP). Fasilitas ini dirancang untuk berfungsi maksimal dalam memenuhi kebutuhan listrik saat ini, sehingga mendukung operasional smelter di masa depan.
&amp;ldquo;BMPP ini akan terhubung langsung dengan Gardu Induk Smelter PLN Kolaka, sehingga keandalan pasokan listrik ke Smelter Ceria dapat terus terjaga,&amp;rdquo; tambahnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Industri nikel di Indonesia menunjukkan komitmennya dalam menjalankan transisi energi guna mencapai target Net Zero Emmission (NZE) 2060. Hal ini sejalan dengan program hilirisasi komoditas yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu sumber energi bersih yang siap menyuplaI smelter Merah Putih dipasok dari Kapal Pembangkit Listrik Terapung atau Barge Mounted Power Plant (BMPP) Nusantara II-60 MW, dimana salah satu kapal pembangkit tersebut telah bersandar di Terminal Khusus (Tersus) Wolo milik Ceria Group di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara sejak Minggu, 20 Oktober 2024. Sedangkan BMPP kedua akan menyusul kemudian.

BACA JUGA:
Dituding Dirty Nickel, Industri Nikel RI Harus Apa?


BMPP Nusantara II-60MW merupakan salah satu amanat yang tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang telah dicanangkan oleh pemerintah, tercakup dalam 1 rangkaian BMPP yang terdiri dari 2 unit BMPP 60 MW.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMC8xNC80LzE4NjAzOS8zL2l2OWlaRTF2ekV3&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Kedatangan BMPP ini merupakan langkah strategis Ceria Group dalam memastikan bahwa Smelter &amp;lsquo;Merah Putih&amp;rsquo; dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan dengan sumber energi yang andal dan ramah lingkungan,&amp;rdquo; ujar CEO Ceria Group, Derian Sakmiwata, Kamis (24/10/2024)
Menurutnya fasilitas pembangkit listrik terapung ini didukung dengan infrastruktur Jetty Wolo dan fasilitas pendukung lainnya yang dibangun oleh PT PLN Indonesia Power (IP). Fasilitas ini dirancang untuk berfungsi maksimal dalam memenuhi kebutuhan listrik saat ini, sehingga mendukung operasional smelter di masa depan.
&amp;ldquo;BMPP ini akan terhubung langsung dengan Gardu Induk Smelter PLN Kolaka, sehingga keandalan pasokan listrik ke Smelter Ceria dapat terus terjaga,&amp;rdquo; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
