<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kuota BBM Subsidi Buat Kereta 196.653 KL, Ini Rinciannya</title><description>Kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar untuk Kereta Api Umum Penumpang dan Barang Tahun 2024 mencapai 196.653 KL.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/25/320/3078767/kuota-bbm-subsidi-buat-kereta-196-653-kl-ini-rinciannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/25/320/3078767/kuota-bbm-subsidi-buat-kereta-196-653-kl-ini-rinciannya"/><item><title>Kuota BBM Subsidi Buat Kereta 196.653 KL, Ini Rinciannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/25/320/3078767/kuota-bbm-subsidi-buat-kereta-196-653-kl-ini-rinciannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/25/320/3078767/kuota-bbm-subsidi-buat-kereta-196-653-kl-ini-rinciannya</guid><pubDate>Jum'at 25 Oktober 2024 16:02 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Akbar Malik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/25/320/3078767/kuota-bbm-subsidi-buat-kereta-196-653-kl-ini-rinciannya-3FA0VWT2J2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kuota BBM subsidi untuk angkutan kereta api (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/25/320/3078767/kuota-bbm-subsidi-buat-kereta-196-653-kl-ini-rinciannya-3FA0VWT2J2.jpg</image><title>Kuota BBM subsidi untuk angkutan kereta api (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar untuk Kereta Api Umum Penumpang dan Barang Tahun 2024 mencapai 196.653 KL. Subsidi BBM solar dibutuhkan bagi perkembangan transportasi massal seperti kereta api.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan mobilitas masyarakat dalam mengerakan roda perekonomian. Dimana kereta api merupakan angkutan massal yang efisien dalam mendukung gerak pembangunan, dikarenakan dalam satu kali perjalanan bisa mengangkut puluhan ton barang dan melayani ribuan penumpang dengan cepat bebas macet dan aman.

BACA JUGA:
Subsidi BBM Diubah Jadi BLT, Begini Sikap Pertamina 


&quot;Kereta api merupakan angkutan massal dengan banyak keunggulan seperti bebas macet, hemat energi, mengurangi beban jalan raya, tingkat keselamatan tinggi, dan jadwal yang tepat waktu. Selain itu, penggunaan kerta api untuk angkutan barang juga memiliki banyak keunggulan dibanding transportasi darat lainnya yaitu ramah lingkungan. Sudah sewajarnya diperlukan dukungan seluruh stakeholders guna perkembangannya, Salah saatunya dengan dukungan pemberian kuota BBM Subsidi bagi transportasi kereta api,&quot; kata VP Public Relations KAI, Anne Purba, Jumat (25/10/2024).
Pemakaian BBM Subsidi di kereta api diatur dalam Surat Keputusan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak Dan Gas Bumi RI Nomor 53/P3JBT/BPH MIGAS/KOM/2024 Tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak Dan Gas Bumi Nomor 94/P3JBT/BPH MIGAS/KOM/2023 Tentang Penetapan Kuota Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu Jenis Minyak Solar (Gas Oil) Untuk Sarana Transportasi Darat Berupa Kereta Api Umum Penumpang Dan Barang Tahun 2024.

BACA JUGA:
Subsidi BBM Bakal Diubah Jadi BLT


Dalam aturan tersebut, kuota bahan bakar minyak tertentu jenis minyak solar (Gas Oil) untuk sarana transportasi darat berupa Kereta Api Umum Penumpang dan Barang Tahun 2024 sebesar 196.653 KL. Berikut rinciannya:
- Kereta Api Penumpang sebesar 172.849 KL
- Kereta Api Barang Komoditas Klinker sebesar 1.050 KL
- Kereta Api Barang Komoditas Parcel sebesar 2.529 KL
- Kereta Api Barang Komoditas Peti Kemas sebesar 15.539 KL
- Kereta Api Barang Komoditas Semen sebesar 4.686 KL
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMC8wMS80LzE4NTcxNy8zL2p5aWQtZkZCNkRJ&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Anne mangatakan, jika dibandingkan sebagai contoh angkutan batu bara  yang mengangkut 3000 ton dengan jarak 409 km per hari menggunakan kereta  api hanya membutuhkan 92 KA (1 rangkaian KA dapat mengangkut 61 gerbong  batu bara) dengan konsumsi 4.629 liter bahan bakar minyak. Jika  dibandingkan dengan 150 truk dengan kapasitas besar masing-masing truk  20 ton akan membutuhkan 22.125 liter bahan bakar minyak, hal itu  tentunya sangat jauh berbeda.
&amp;ldquo;Perbandingan tingkat efisiensi bahan bakar kereta api dengan moda  darat lainnya untuk angkutan barang tentunya jauh lebih tinggi. Saat  ini, selain mengangkut batu bara kereta api juga mengangkut komoditi  barang lainnya seperti peti kemas, semen dan retail,&amp;rdquo; ungkap Anne.
Mengutip dari Guidelines to Defra/DECC&amp;rsquo;s GHG Covenrsion Factors for  Company Reporting Anne menjelaskan, penggunaan KA untuk angkutan barang  menghasilkan efisiensi BBM sekitar 79% dan secara drastis mengurangi  karbon sekitar 99%. Saat ini, kontribusi angkutan barang berbasis rel  baru 2% dari total angkutan barang darat secara keseluruhan di  Indonesia.
&amp;ldquo;Logistik di Indonesia masih di dominasi oleh angkutan darat dengan  moda truck yang pada realisasinya menyebabkan kerugian yang timbul di  jalan raya. Seperti dikutip dari situs resmi Badan Pengatur Jalan Tol  (BPJT) pada tahun 2022 kerusakan jalan akibat truck Over Dimension Over  Load (ODOL) hingga memicu peningkatan anggaran untuk pemeliharaan jalan  raya. Biaya perawatan jalan raya rata-rata Rp43,45 trilliun per tahun,&amp;rdquo;  tambah Anne.
Anne mengatakan, KAI akan memanfaatkan alokasi BBM subsidi yang  ditetapkan Pemerintah melalui BPH Migas secara optimal demi mendukung  mobilitas angkutan barang dan penumpang dengan kereta api.
&amp;ldquo;KAI juga akan terus menjalin kerjasama dengan stakeholder terkait  seperti BPH Migas untuk memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan  dengan lancar serta sesuai aturan yang ditetapkan sehingga tetap  memenuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG),&amp;rdquo; jelas Anne.</description><content:encoded>JAKARTA - Kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar untuk Kereta Api Umum Penumpang dan Barang Tahun 2024 mencapai 196.653 KL. Subsidi BBM solar dibutuhkan bagi perkembangan transportasi massal seperti kereta api.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan mobilitas masyarakat dalam mengerakan roda perekonomian. Dimana kereta api merupakan angkutan massal yang efisien dalam mendukung gerak pembangunan, dikarenakan dalam satu kali perjalanan bisa mengangkut puluhan ton barang dan melayani ribuan penumpang dengan cepat bebas macet dan aman.

BACA JUGA:
Subsidi BBM Diubah Jadi BLT, Begini Sikap Pertamina 


&quot;Kereta api merupakan angkutan massal dengan banyak keunggulan seperti bebas macet, hemat energi, mengurangi beban jalan raya, tingkat keselamatan tinggi, dan jadwal yang tepat waktu. Selain itu, penggunaan kerta api untuk angkutan barang juga memiliki banyak keunggulan dibanding transportasi darat lainnya yaitu ramah lingkungan. Sudah sewajarnya diperlukan dukungan seluruh stakeholders guna perkembangannya, Salah saatunya dengan dukungan pemberian kuota BBM Subsidi bagi transportasi kereta api,&quot; kata VP Public Relations KAI, Anne Purba, Jumat (25/10/2024).
Pemakaian BBM Subsidi di kereta api diatur dalam Surat Keputusan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak Dan Gas Bumi RI Nomor 53/P3JBT/BPH MIGAS/KOM/2024 Tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak Dan Gas Bumi Nomor 94/P3JBT/BPH MIGAS/KOM/2023 Tentang Penetapan Kuota Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu Jenis Minyak Solar (Gas Oil) Untuk Sarana Transportasi Darat Berupa Kereta Api Umum Penumpang Dan Barang Tahun 2024.

BACA JUGA:
Subsidi BBM Bakal Diubah Jadi BLT


Dalam aturan tersebut, kuota bahan bakar minyak tertentu jenis minyak solar (Gas Oil) untuk sarana transportasi darat berupa Kereta Api Umum Penumpang dan Barang Tahun 2024 sebesar 196.653 KL. Berikut rinciannya:
- Kereta Api Penumpang sebesar 172.849 KL
- Kereta Api Barang Komoditas Klinker sebesar 1.050 KL
- Kereta Api Barang Komoditas Parcel sebesar 2.529 KL
- Kereta Api Barang Komoditas Peti Kemas sebesar 15.539 KL
- Kereta Api Barang Komoditas Semen sebesar 4.686 KL
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMC8wMS80LzE4NTcxNy8zL2p5aWQtZkZCNkRJ&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Anne mangatakan, jika dibandingkan sebagai contoh angkutan batu bara  yang mengangkut 3000 ton dengan jarak 409 km per hari menggunakan kereta  api hanya membutuhkan 92 KA (1 rangkaian KA dapat mengangkut 61 gerbong  batu bara) dengan konsumsi 4.629 liter bahan bakar minyak. Jika  dibandingkan dengan 150 truk dengan kapasitas besar masing-masing truk  20 ton akan membutuhkan 22.125 liter bahan bakar minyak, hal itu  tentunya sangat jauh berbeda.
&amp;ldquo;Perbandingan tingkat efisiensi bahan bakar kereta api dengan moda  darat lainnya untuk angkutan barang tentunya jauh lebih tinggi. Saat  ini, selain mengangkut batu bara kereta api juga mengangkut komoditi  barang lainnya seperti peti kemas, semen dan retail,&amp;rdquo; ungkap Anne.
Mengutip dari Guidelines to Defra/DECC&amp;rsquo;s GHG Covenrsion Factors for  Company Reporting Anne menjelaskan, penggunaan KA untuk angkutan barang  menghasilkan efisiensi BBM sekitar 79% dan secara drastis mengurangi  karbon sekitar 99%. Saat ini, kontribusi angkutan barang berbasis rel  baru 2% dari total angkutan barang darat secara keseluruhan di  Indonesia.
&amp;ldquo;Logistik di Indonesia masih di dominasi oleh angkutan darat dengan  moda truck yang pada realisasinya menyebabkan kerugian yang timbul di  jalan raya. Seperti dikutip dari situs resmi Badan Pengatur Jalan Tol  (BPJT) pada tahun 2022 kerusakan jalan akibat truck Over Dimension Over  Load (ODOL) hingga memicu peningkatan anggaran untuk pemeliharaan jalan  raya. Biaya perawatan jalan raya rata-rata Rp43,45 trilliun per tahun,&amp;rdquo;  tambah Anne.
Anne mengatakan, KAI akan memanfaatkan alokasi BBM subsidi yang  ditetapkan Pemerintah melalui BPH Migas secara optimal demi mendukung  mobilitas angkutan barang dan penumpang dengan kereta api.
&amp;ldquo;KAI juga akan terus menjalin kerjasama dengan stakeholder terkait  seperti BPH Migas untuk memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan  dengan lancar serta sesuai aturan yang ditetapkan sehingga tetap  memenuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG),&amp;rdquo; jelas Anne.</content:encoded></item></channel></rss>
