<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahfud MD Apresiasi Ketegasan Mentan Amran Copot Pegawai Terima Suap</title><description>Guru Besar Hukum Tata Negara, Mahfud MD, mengapresiasi upaya Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk menciptakan pemerintahan yang bersih.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/27/11/3079263/mahfud-md-apresiasi-ketegasan-mentan-amran-copot-pegawai-terima-suap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/27/11/3079263/mahfud-md-apresiasi-ketegasan-mentan-amran-copot-pegawai-terima-suap"/><item><title>Mahfud MD Apresiasi Ketegasan Mentan Amran Copot Pegawai Terima Suap</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/27/11/3079263/mahfud-md-apresiasi-ketegasan-mentan-amran-copot-pegawai-terima-suap</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/27/11/3079263/mahfud-md-apresiasi-ketegasan-mentan-amran-copot-pegawai-terima-suap</guid><pubDate>Sabtu 26 Oktober 2024 10:36 WIB</pubDate><dc:creator>Fitria Dwi Astuti </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/27/11/3079263/mafud_md-tEVN_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Guru Besar Hukum Tata Negara, Mahfud MD, apresiasi upaya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menciptakan pemerintahan yang bersih. (Foto: Dok Kementerian Pertanian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/27/11/3079263/mafud_md-tEVN_large.jpeg</image><title>Guru Besar Hukum Tata Negara, Mahfud MD, apresiasi upaya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menciptakan pemerintahan yang bersih. (Foto: Dok Kementerian Pertanian)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Guru Besar Hukum Tata Negara, Mahfud MD, mengapresiasi upaya Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk menciptakan pemerintahan yang bersih.&#13;
&#13;
Mahfud MD memuji ketegasan Mentan Amran yang mencopot pejabat Kementerian Pertanian (Kementan) yang terbukti meminta fee pemulus dari perusahaan terkait proyek pengadaan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bagus. Harus begitu, Pak Menteri. Di institusi pemerintah harus tegas, tidak boleh ada paranoid solidarity (solidaritas kalap),&amp;rdquo; tutur&amp;nbsp;Mahfud dalam cuitannya di akun X @mohmahfudmd, Sabtu (26/10/2024).&#13;
&#13;
Lebih lanjut, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) tersebut menjelaskan tentang paranoid solidarity yang harus disingkirkan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Solidaritas kalap adalah sikap selalu ingin melindungi teman sejawat agar institusi tak tercemar sehingga banyak kasus ditutup-tutupi,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, Mahfud mendukung langkah Mentan Amran untuk tidak menoleransi oknum yang melakukan penyelewengan. &amp;ldquo;Lanjutkan, Pak Mentan,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Mentan Amran mencopot tiga pejabat eselon II dan III yang terbukti menerima suap mencapai Rp10 miliar. Pencopotan dilakukan secara cepat bahkan dalam waktu hitungan menit.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami terima laporan mengatakan ada oknum pegawai meminta fee 25 persen. Kami copot yang bersangkutan, nonaktif, bisa saja pemecatan, dan ini sudah berproses di penegak hukum,&amp;rdquo; kata Amran pada Kamis (17/10/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Amran menegaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk memperkuat komitmen Kementan dalam menjaga integritas dan menumpas korupsi, kolusi, dan nepotisme.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak ada kompromi yang melakukan korupsi di Kementan selama kami masih ditakdirkan di sini. Jangan zalimi petani, pasti berhadapan dengan saya,&amp;rdquo; ujarnya&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Guru Besar Hukum Tata Negara, Mahfud MD, mengapresiasi upaya Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk menciptakan pemerintahan yang bersih.&#13;
&#13;
Mahfud MD memuji ketegasan Mentan Amran yang mencopot pejabat Kementerian Pertanian (Kementan) yang terbukti meminta fee pemulus dari perusahaan terkait proyek pengadaan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bagus. Harus begitu, Pak Menteri. Di institusi pemerintah harus tegas, tidak boleh ada paranoid solidarity (solidaritas kalap),&amp;rdquo; tutur&amp;nbsp;Mahfud dalam cuitannya di akun X @mohmahfudmd, Sabtu (26/10/2024).&#13;
&#13;
Lebih lanjut, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) tersebut menjelaskan tentang paranoid solidarity yang harus disingkirkan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Solidaritas kalap adalah sikap selalu ingin melindungi teman sejawat agar institusi tak tercemar sehingga banyak kasus ditutup-tutupi,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, Mahfud mendukung langkah Mentan Amran untuk tidak menoleransi oknum yang melakukan penyelewengan. &amp;ldquo;Lanjutkan, Pak Mentan,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Mentan Amran mencopot tiga pejabat eselon II dan III yang terbukti menerima suap mencapai Rp10 miliar. Pencopotan dilakukan secara cepat bahkan dalam waktu hitungan menit.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami terima laporan mengatakan ada oknum pegawai meminta fee 25 persen. Kami copot yang bersangkutan, nonaktif, bisa saja pemecatan, dan ini sudah berproses di penegak hukum,&amp;rdquo; kata Amran pada Kamis (17/10/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Amran menegaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk memperkuat komitmen Kementan dalam menjaga integritas dan menumpas korupsi, kolusi, dan nepotisme.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak ada kompromi yang melakukan korupsi di Kementan selama kami masih ditakdirkan di sini. Jangan zalimi petani, pasti berhadapan dengan saya,&amp;rdquo; ujarnya&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
