<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo Perintahkan 4 Menteri Selamatkan Sritex</title><description>Presiden Prabowo perintahkan empat menterinya untuk menyelamatkan PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/27/320/3079326/prabowo-perintahkan-4-menteri-selamatkan-sritex</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/27/320/3079326/prabowo-perintahkan-4-menteri-selamatkan-sritex"/><item><title>Prabowo Perintahkan 4 Menteri Selamatkan Sritex</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/27/320/3079326/prabowo-perintahkan-4-menteri-selamatkan-sritex</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/27/320/3079326/prabowo-perintahkan-4-menteri-selamatkan-sritex</guid><pubDate>Minggu 27 Oktober 2024 15:28 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/27/320/3079326/prabowo-perintahkan-4-menteri-selamatkan-sritex-yBZUrr5t3J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prabowo perintahkan empat menteri selamatkan Sritex (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/27/320/3079326/prabowo-perintahkan-4-menteri-selamatkan-sritex-yBZUrr5t3J.jpg</image><title>Prabowo perintahkan empat menteri selamatkan Sritex (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Prabowo perintahkan empat menterinya untuk menyelamatkan PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex. Perusahaan tekstil terbesar di ASEAN ini dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Kota Semarang.
Hal ini seperti diungkap Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, di mana dikatakan kementerian yang dilibatkan adalah Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, bersama dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Menteri Tenaga Kerja.

BACA JUGA:
SPECIAL REPORT: Raja Tekstil RI Sritex Pailit, Prabowo Jadi Juru Selamat


&quot;Pemerintah akan segera mengambil langkah-langkah agar operasional perusahaan tetap berjalan dan pekerja bisa diselamatkan dari PHK,&quot; kata Menperin Agus Gumiwang dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (27/10/2024).
&quot;Opsi dan skema penyelamatan ini akan disampaikan dalam waktu secepatnya, setelah empat kementerian selesai merumuskan cara penyelamatan,&quot; lanjutnya.

BACA JUGA:
Sritex Bangkrut Jadi Sunset Industri Tekstil, Ini Penyebabnya


Untuk diketahui, Sritex dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Kota Semarang. Pengadilan mengabulkan permohonan salah satu kreditur perusahaan tekstil yang meminta pembatalan perdamaian dalam penundaan kewajiban pembayaran utang yang sudah ada kesepakatan sebelumnya.
Dilansir pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Semarang, PT Sri Rejeki Isman Tbk. (Sritex) dinyatakan pailit. Dalam kasus ini, pihak pemohon pailit menyebutkan bahwa Sritex lalai memenuhi kewajiban pembayarannya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wMi8xLzE4MjQxOC81L3g5ODA1YWU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Perusahaan tekstil yang telah beroperasi selama 36 tahun ini telah  mengalami masalah keuangan sejak tahun lalu, ketika utang telah  melampaui aset.
Berdasarkan laporan keuangan per September 2023, Sritex memiliki  utang total sekitar Rp24,3 triliun. Utangnya terdiri dari utang jangka  panjang, utang jangka pendek dan sebagian besar berasal dari utang bank  dan obligasi.
Sritex mengungkapkan penyebab turunnya penjualan di industri tekstil.  Pertama, kondisi geopolitik perang Rusia-Ukraina serta Israel-Palestina  menyebabkan terjadinya gangguan supply chain dan penurunan ekspor  karena terjadi pergeseran prioritas oleh masyarakat di Eropa maupun AS.
Kemudian alasan kedua adalah lesunya industri tekstil terjadi karena  banjir produk tekstil di China. Hal ini menyebabkan terjadinya dumping  harga, di mana produk-produk berharga lebih murah dan menyebar ke  negara-negara yang longgar aturan impornya, salah satunya Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Prabowo perintahkan empat menterinya untuk menyelamatkan PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex. Perusahaan tekstil terbesar di ASEAN ini dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Kota Semarang.
Hal ini seperti diungkap Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, di mana dikatakan kementerian yang dilibatkan adalah Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, bersama dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Menteri Tenaga Kerja.

BACA JUGA:
SPECIAL REPORT: Raja Tekstil RI Sritex Pailit, Prabowo Jadi Juru Selamat


&quot;Pemerintah akan segera mengambil langkah-langkah agar operasional perusahaan tetap berjalan dan pekerja bisa diselamatkan dari PHK,&quot; kata Menperin Agus Gumiwang dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (27/10/2024).
&quot;Opsi dan skema penyelamatan ini akan disampaikan dalam waktu secepatnya, setelah empat kementerian selesai merumuskan cara penyelamatan,&quot; lanjutnya.

BACA JUGA:
Sritex Bangkrut Jadi Sunset Industri Tekstil, Ini Penyebabnya


Untuk diketahui, Sritex dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Kota Semarang. Pengadilan mengabulkan permohonan salah satu kreditur perusahaan tekstil yang meminta pembatalan perdamaian dalam penundaan kewajiban pembayaran utang yang sudah ada kesepakatan sebelumnya.
Dilansir pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Semarang, PT Sri Rejeki Isman Tbk. (Sritex) dinyatakan pailit. Dalam kasus ini, pihak pemohon pailit menyebutkan bahwa Sritex lalai memenuhi kewajiban pembayarannya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wMi8xLzE4MjQxOC81L3g5ODA1YWU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Perusahaan tekstil yang telah beroperasi selama 36 tahun ini telah  mengalami masalah keuangan sejak tahun lalu, ketika utang telah  melampaui aset.
Berdasarkan laporan keuangan per September 2023, Sritex memiliki  utang total sekitar Rp24,3 triliun. Utangnya terdiri dari utang jangka  panjang, utang jangka pendek dan sebagian besar berasal dari utang bank  dan obligasi.
Sritex mengungkapkan penyebab turunnya penjualan di industri tekstil.  Pertama, kondisi geopolitik perang Rusia-Ukraina serta Israel-Palestina  menyebabkan terjadinya gangguan supply chain dan penurunan ekspor  karena terjadi pergeseran prioritas oleh masyarakat di Eropa maupun AS.
Kemudian alasan kedua adalah lesunya industri tekstil terjadi karena  banjir produk tekstil di China. Hal ini menyebabkan terjadinya dumping  harga, di mana produk-produk berharga lebih murah dan menyebar ke  negara-negara yang longgar aturan impornya, salah satunya Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
