<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Fakta RI Ingin Gabung BRICS</title><description>Indonesia secara resmi menyampaikan niat untuk bergabung dengan aliansi  ekonomi BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/28/320/3079354/3-fakta-ri-ingin-gabung-brics</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/28/320/3079354/3-fakta-ri-ingin-gabung-brics"/><item><title>3 Fakta RI Ingin Gabung BRICS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/28/320/3079354/3-fakta-ri-ingin-gabung-brics</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/28/320/3079354/3-fakta-ri-ingin-gabung-brics</guid><pubDate>Senin 28 Oktober 2024 07:08 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Akbar Malik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/27/320/3079354/3-fakta-ri-ingin-gabung-brics-r4aQnWLJjE.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Fakta Indonesia gabung BRICS (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/27/320/3079354/3-fakta-ri-ingin-gabung-brics-r4aQnWLJjE.jpeg</image><title>Fakta Indonesia gabung BRICS (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia secara resmi menyampaikan niat untuk bergabung dengan aliansi ekonomi BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) melalui Menteri Luar Negeri Sugiono dalam KTT BRICS Plus di Kazan, Rusia.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Roy Soemirat, menjelaskan bahwa pengajuan resmi Indonesia sebagai anggota baru BRICS telah dimulai, menandai langkah penting Indonesia untuk memperkuat peran globalnya dalam kerja sama ekonomi dan diplomasi internasional.

BACA JUGA:
Indonesia Gabung BRICS, Kemlu: Pengejawantahan Politik Luar Negeri Bebas Aktif&amp;nbsp;


Berikut fakta mengenai Indonesia bergabung dengan BRICS yang dirangkum Okezone, Senin (28/10/2024).
1.      Indonesia Berkeinginan Gabung BRICS
Dalam pertemuan BRICS Plus, Menlu Sugiono secara langsung menyatakan bahwa Indonesia memiliki keinginan untuk bergabung dalam BRICS &quot;Pada pertemuan BRICS tersebut Bapak Menlu sudah menyampaikan bahwa Indonesia berkeinginan untuk bergabung dalam BRICS.

BACA JUGA:
Indonesia Ingin Gabung BRICS, Ini Untung Ruginya


Dengan pengumuman tersebut maka proses aplikasi Indonesia menjadi anggota atau bergabung dengan anggota BRICS sudah mulai,&quot; kata Jubir Kemenlu Roy Soemirat dalam keterangannya.
2.      Tujuan Kerja Sama Indonesia dengan BRICS
Menlu Sugiono pada KTT BRICS tersebut, di antaranya  Indonesia ingin bekerja sama dengan negara-negara BRICS dan global south lainnya untuk dalam beberapa aspek.
&quot;Seperti penegakan hak atas pembangunan berkelanjutan juga kerja sama untuk mendukung reformasi sistem multilateral agar menjadi inklusif representatif dan sesuai dengan realitas saat ini,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMC8yNi8xLzE4NjM2MC8zL2FVZUEteldiMy1r&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kerja sama ini diproyeksikan untuk mendukung hak pembangunan  berkelanjutan dan meningkatkan kolaborasi internasional dalam menghadapi  tantangan ekonomi global.
3.      Bentuk Solidaritas Negara-Negara Global South
Indonesia dan negara-negara yang tergabung dalam BRICS, kata Roy,  diharapkan dapat menjadi kekuatan untuk persatuan dan solidaritas  diantara negara-negara global south.
&quot;Seperti yang saya sampaikan tadi selanjutnya mengenai keputusan  negara-negara anggota BRICS terhadap aplikasi Indonesia tersebut  tentunya akan diserahkan mekanisme yang berlaku di dalam BRICS itu  sendiri,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia secara resmi menyampaikan niat untuk bergabung dengan aliansi ekonomi BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) melalui Menteri Luar Negeri Sugiono dalam KTT BRICS Plus di Kazan, Rusia.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Roy Soemirat, menjelaskan bahwa pengajuan resmi Indonesia sebagai anggota baru BRICS telah dimulai, menandai langkah penting Indonesia untuk memperkuat peran globalnya dalam kerja sama ekonomi dan diplomasi internasional.

BACA JUGA:
Indonesia Gabung BRICS, Kemlu: Pengejawantahan Politik Luar Negeri Bebas Aktif&amp;nbsp;


Berikut fakta mengenai Indonesia bergabung dengan BRICS yang dirangkum Okezone, Senin (28/10/2024).
1.      Indonesia Berkeinginan Gabung BRICS
Dalam pertemuan BRICS Plus, Menlu Sugiono secara langsung menyatakan bahwa Indonesia memiliki keinginan untuk bergabung dalam BRICS &quot;Pada pertemuan BRICS tersebut Bapak Menlu sudah menyampaikan bahwa Indonesia berkeinginan untuk bergabung dalam BRICS.

BACA JUGA:
Indonesia Ingin Gabung BRICS, Ini Untung Ruginya


Dengan pengumuman tersebut maka proses aplikasi Indonesia menjadi anggota atau bergabung dengan anggota BRICS sudah mulai,&quot; kata Jubir Kemenlu Roy Soemirat dalam keterangannya.
2.      Tujuan Kerja Sama Indonesia dengan BRICS
Menlu Sugiono pada KTT BRICS tersebut, di antaranya  Indonesia ingin bekerja sama dengan negara-negara BRICS dan global south lainnya untuk dalam beberapa aspek.
&quot;Seperti penegakan hak atas pembangunan berkelanjutan juga kerja sama untuk mendukung reformasi sistem multilateral agar menjadi inklusif representatif dan sesuai dengan realitas saat ini,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMC8yNi8xLzE4NjM2MC8zL2FVZUEteldiMy1r&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kerja sama ini diproyeksikan untuk mendukung hak pembangunan  berkelanjutan dan meningkatkan kolaborasi internasional dalam menghadapi  tantangan ekonomi global.
3.      Bentuk Solidaritas Negara-Negara Global South
Indonesia dan negara-negara yang tergabung dalam BRICS, kata Roy,  diharapkan dapat menjadi kekuatan untuk persatuan dan solidaritas  diantara negara-negara global south.
&quot;Seperti yang saya sampaikan tadi selanjutnya mengenai keputusan  negara-negara anggota BRICS terhadap aplikasi Indonesia tersebut  tentunya akan diserahkan mekanisme yang berlaku di dalam BRICS itu  sendiri,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
