<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPK Ungkap Masalah Keuangan, Ini Pengakuan Dirut Pindad</title><description>Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merilis hasil audit terbarunya di internal Pindad yang hasilnya bermasalah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/28/320/3079509/bpk-ungkap-masalah-keuangan-ini-pengakuan-dirut-pindad</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/28/320/3079509/bpk-ungkap-masalah-keuangan-ini-pengakuan-dirut-pindad"/><item><title>BPK Ungkap Masalah Keuangan, Ini Pengakuan Dirut Pindad</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/28/320/3079509/bpk-ungkap-masalah-keuangan-ini-pengakuan-dirut-pindad</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/28/320/3079509/bpk-ungkap-masalah-keuangan-ini-pengakuan-dirut-pindad</guid><pubDate>Senin 28 Oktober 2024 06:22 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/28/320/3079509/bpk-ungkap-masalah-keuangan-ini-pengakuan-dirut-pindad-iKYKDHyyZW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BPK ungkap laporan keuangan Pindad bermasalah, ini kata Dirut (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/28/320/3079509/bpk-ungkap-masalah-keuangan-ini-pengakuan-dirut-pindad-iKYKDHyyZW.jpg</image><title>BPK ungkap laporan keuangan Pindad bermasalah, ini kata Dirut (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merilis hasil audit terbarunya di internal Pindad, dimana laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan 2021 hingga semester I/2023 di Pindad. BPK mengungkap pengelolaan keuangan Pindad, anak perusahaan dan perusahaan terafiliasi lain, bermasalah.

BACA JUGA:
BPK hingga BPKP Diminta Audit Skandal Denda Beras Impor 

Menanggapi hal ini, Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengaku bahwa perusahaan yang dia pimpin tengah mengalami permasalahan keuangan, akibat financial distress.
Abraham menjelaskan, kondisi tersebut dihadapkan langsung dengan karakter khusus dalam mengelola cash flow operation perusahaan yang berbeda, jika dibandingkan dengan industri manufaktur pada umumnya.

BACA JUGA:
Rekomendasi BPK Perbaiki Proses Pengadaan Barang dan Jasa

Faktor yang membuat financial distress karena beratnya proses produksi dan penggunaan material khusus untuk dapat memenuhi spesifikasi militer. Selain itu, waktu penyelesaian produksi yang cukup panjang hingga lintas tahun.
Kondisi itu pun mempengaruhi kinerja keuangan tahunan Pindad, salah satunya tercermin pada beban keuangan berupa cost of fund yang cukup tinggi.
&amp;ldquo;Kami menyambut baik rekomendasi yang diberikan oleh BPK sebagai upaya untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas di PT Pindad,&amp;rdquo; ujar Abraham melalui keterangan pers, Senin (28/10/2024).


Dia juga memastikan, Pindad telah melakukan sejumlah perbaikan, bahkan sebelum BPK merilis hasil auditnya.
&amp;ldquo;Kami telah melakukan berbagai upaya perbaikan sebelum audit ini dan  akan terus meningkatkan kinerja agar senantiasa sejalan dengan tata  kelola terbaik,&amp;rdquo; paparnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pindad melakukan evaluasi dan  pembenahan di berbagai lini. Seperti, memperkuat pengendalian biaya,  optimalisasi pengelolaan piutang, serta menata ulang pengelolaan aset  dan dana pensiun.
Prinsip kehati-hatian juga telah diterapkan pada proses pengadaan, guna meminimalkan risiko keuangan perusahaan.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merilis hasil audit terbarunya di internal Pindad, dimana laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan 2021 hingga semester I/2023 di Pindad. BPK mengungkap pengelolaan keuangan Pindad, anak perusahaan dan perusahaan terafiliasi lain, bermasalah.

BACA JUGA:
BPK hingga BPKP Diminta Audit Skandal Denda Beras Impor 

Menanggapi hal ini, Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengaku bahwa perusahaan yang dia pimpin tengah mengalami permasalahan keuangan, akibat financial distress.
Abraham menjelaskan, kondisi tersebut dihadapkan langsung dengan karakter khusus dalam mengelola cash flow operation perusahaan yang berbeda, jika dibandingkan dengan industri manufaktur pada umumnya.

BACA JUGA:
Rekomendasi BPK Perbaiki Proses Pengadaan Barang dan Jasa

Faktor yang membuat financial distress karena beratnya proses produksi dan penggunaan material khusus untuk dapat memenuhi spesifikasi militer. Selain itu, waktu penyelesaian produksi yang cukup panjang hingga lintas tahun.
Kondisi itu pun mempengaruhi kinerja keuangan tahunan Pindad, salah satunya tercermin pada beban keuangan berupa cost of fund yang cukup tinggi.
&amp;ldquo;Kami menyambut baik rekomendasi yang diberikan oleh BPK sebagai upaya untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas di PT Pindad,&amp;rdquo; ujar Abraham melalui keterangan pers, Senin (28/10/2024).


Dia juga memastikan, Pindad telah melakukan sejumlah perbaikan, bahkan sebelum BPK merilis hasil auditnya.
&amp;ldquo;Kami telah melakukan berbagai upaya perbaikan sebelum audit ini dan  akan terus meningkatkan kinerja agar senantiasa sejalan dengan tata  kelola terbaik,&amp;rdquo; paparnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pindad melakukan evaluasi dan  pembenahan di berbagai lini. Seperti, memperkuat pengendalian biaya,  optimalisasi pengelolaan piutang, serta menata ulang pengelolaan aset  dan dana pensiun.
Prinsip kehati-hatian juga telah diterapkan pada proses pengadaan, guna meminimalkan risiko keuangan perusahaan.</content:encoded></item></channel></rss>
