<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gabung BRICS, RI Bisa Beli Minyak Murah dari Rusia</title><description>Indonesia memutuskan bergabung dalam forum Brasil, Rusia, China dan Afrika Selatan (BRICS).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/28/320/3079553/gabung-brics-ri-bisa-beli-minyak-murah-dari-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/28/320/3079553/gabung-brics-ri-bisa-beli-minyak-murah-dari-rusia"/><item><title>Gabung BRICS, RI Bisa Beli Minyak Murah dari Rusia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/28/320/3079553/gabung-brics-ri-bisa-beli-minyak-murah-dari-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/28/320/3079553/gabung-brics-ri-bisa-beli-minyak-murah-dari-rusia</guid><pubDate>Senin 28 Oktober 2024 10:46 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/28/320/3079553/gabung-brics-ri-bisa-beli-minyak-murah-dari-rusia-MG05LdPbwu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI bisa beli minyak murah Rusia usai gabung BRICS (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/28/320/3079553/gabung-brics-ri-bisa-beli-minyak-murah-dari-rusia-MG05LdPbwu.jpg</image><title>RI bisa beli minyak murah Rusia usai gabung BRICS (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia memutuskan bergabung dalam forum Brasil, Rusia, China dan Afrika Selatan (BRICS). Keputusan Indonesia ini menuai respons dari berbagai pihak.

BACA JUGA:
3 Fakta RI Ingin Gabung BRICS


Salah satunya Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana yang mengungkapkan bahwa Indonesia bisa mendapatkan sejumlah manfaat dari keputusan tersebut.
&quot;Menurut saya bagus juga Indonesia bergabung dgn BRICS agar Indonesia tdk didominasi oleh negara-negara OECD,&quot; ujarnya ketika dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (28/10/2024).

BACA JUGA:
Indonesia Ingin Gabung BRICS, Ini Untung Ruginya


Dikatakan Hikmahanto, Indonesia juga bisa menjaga jarak yang sama antara negara-negara yang tergabung dgn OECD dengan negara-negara yang tergabung dalam BRICS. Sehingga yang terpenting adalah, kepentingan nasional Indonesia akan diuntungkan dan tidak dirugikan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMC8yNi8xLzE4NjM2MC8zL2FVZUEteldiMy1r&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Hikmahanto berpendapat, pemerintah Indonesia mungkin melihat OECD  sudah tidak sekuat di masa lalu. Oleh karena itu, Indonesia dinilai  perlu masuk ke BRICS yang memiliki kekuatan pasar sangat luar biasa dan  mampu menjadi penyeimbang OECD.
&quot;Belum lagi lagi Indonesia menjadi importir besar BBM yg disuling.  Nah AS kan tidak membolehkan Indonesia untuk membeli (minyak) dari Rusia  karena serangan Rusia ke Ukraina. Padahall Rusia karena di embargo oleh  negara-negara OECD maka mereka tidak punya pembeli dan bersedia untuk  menjual dengan murah,&quot; paparnya.
&quot;Kalau kita di BRICS kendala seperti ini akan tidak ada. Belum lagi  dunia saat ini kan punya ketergantungan pada dolar AS. Sementara BRICS  akan memperkenalkan mata uang di luar dolar AS,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia memutuskan bergabung dalam forum Brasil, Rusia, China dan Afrika Selatan (BRICS). Keputusan Indonesia ini menuai respons dari berbagai pihak.

BACA JUGA:
3 Fakta RI Ingin Gabung BRICS


Salah satunya Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana yang mengungkapkan bahwa Indonesia bisa mendapatkan sejumlah manfaat dari keputusan tersebut.
&quot;Menurut saya bagus juga Indonesia bergabung dgn BRICS agar Indonesia tdk didominasi oleh negara-negara OECD,&quot; ujarnya ketika dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (28/10/2024).

BACA JUGA:
Indonesia Ingin Gabung BRICS, Ini Untung Ruginya


Dikatakan Hikmahanto, Indonesia juga bisa menjaga jarak yang sama antara negara-negara yang tergabung dgn OECD dengan negara-negara yang tergabung dalam BRICS. Sehingga yang terpenting adalah, kepentingan nasional Indonesia akan diuntungkan dan tidak dirugikan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMC8yNi8xLzE4NjM2MC8zL2FVZUEteldiMy1r&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Hikmahanto berpendapat, pemerintah Indonesia mungkin melihat OECD  sudah tidak sekuat di masa lalu. Oleh karena itu, Indonesia dinilai  perlu masuk ke BRICS yang memiliki kekuatan pasar sangat luar biasa dan  mampu menjadi penyeimbang OECD.
&quot;Belum lagi lagi Indonesia menjadi importir besar BBM yg disuling.  Nah AS kan tidak membolehkan Indonesia untuk membeli (minyak) dari Rusia  karena serangan Rusia ke Ukraina. Padahall Rusia karena di embargo oleh  negara-negara OECD maka mereka tidak punya pembeli dan bersedia untuk  menjual dengan murah,&quot; paparnya.
&quot;Kalau kita di BRICS kendala seperti ini akan tidak ada. Belum lagi  dunia saat ini kan punya ketergantungan pada dolar AS. Sementara BRICS  akan memperkenalkan mata uang di luar dolar AS,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
