<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BLT Dana Desa Bakal Cair Lagi di Era Prabowo?</title><description>Yandri Susanto menyinggung soal kelanjutan subsidi melalui Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/30/320/3080519/blt-dana-desa-bakal-cair-lagi-di-era-prabowo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/30/320/3080519/blt-dana-desa-bakal-cair-lagi-di-era-prabowo"/><item><title>BLT Dana Desa Bakal Cair Lagi di Era Prabowo?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/30/320/3080519/blt-dana-desa-bakal-cair-lagi-di-era-prabowo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/30/320/3080519/blt-dana-desa-bakal-cair-lagi-di-era-prabowo</guid><pubDate>Rabu 30 Oktober 2024 19:54 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/30/320/3080519/blt-dana-desa-bakal-cair-lagi-di-era-prabowo-VIVqTNWcgL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendes Yandri Soal BLT Dana Desa. (Foto: Okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/30/320/3080519/blt-dana-desa-bakal-cair-lagi-di-era-prabowo-VIVqTNWcgL.jpg</image><title>Mendes Yandri Soal BLT Dana Desa. (Foto: Okezone.com/MPI)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia, Yandri Susanto menyinggung soal kelanjutan subsidi melalui Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD).
Diketahui, BLT Desa merupakan program pemerintah yang memberikan dana tunai kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di desa.

BACA JUGA:
6 Fakta BLT Presiden Prabowo

&quot;Ini saya sedang melihat mapping per desa karena dana desa itu kan terbatas,&quot; ujar Yandri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/10/2024).
Lebih lanjut, Yandri mengatakan, BLT Desa ini juga sebagai upaya untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di Desa. Khususnya bagi masyarakat miskin yang belum mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos).

BACA JUGA:
Subsidi BBM Diubah Jadi BLT, Begini Sikap Pertamina&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Tapi memang ada digunakan untuk mengatasi kemiskinan esktrem dari desa itu yang belum dapat dari Kemensos, mungkin masih ada yang tercecer jadi memang selama ini dibantarin sama dana Desa,&quot; paparnya.Yandri mengatakan, hampir 2,5 juta orang yang mendapatkan BLT Desa dengan total anggaran Rp9 triliun.
&quot;Hampir kalau saya tidak salah itu seluruh desa hampir 2,5 juta orang total sekitar Rp9 triliun,&quot; ujar Yandri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia, Yandri Susanto menyinggung soal kelanjutan subsidi melalui Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD).
Diketahui, BLT Desa merupakan program pemerintah yang memberikan dana tunai kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di desa.

BACA JUGA:
6 Fakta BLT Presiden Prabowo

&quot;Ini saya sedang melihat mapping per desa karena dana desa itu kan terbatas,&quot; ujar Yandri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/10/2024).
Lebih lanjut, Yandri mengatakan, BLT Desa ini juga sebagai upaya untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di Desa. Khususnya bagi masyarakat miskin yang belum mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos).

BACA JUGA:
Subsidi BBM Diubah Jadi BLT, Begini Sikap Pertamina&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Tapi memang ada digunakan untuk mengatasi kemiskinan esktrem dari desa itu yang belum dapat dari Kemensos, mungkin masih ada yang tercecer jadi memang selama ini dibantarin sama dana Desa,&quot; paparnya.Yandri mengatakan, hampir 2,5 juta orang yang mendapatkan BLT Desa dengan total anggaran Rp9 triliun.
&quot;Hampir kalau saya tidak salah itu seluruh desa hampir 2,5 juta orang total sekitar Rp9 triliun,&quot; ujar Yandri.</content:encoded></item></channel></rss>
