<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Subsidi Jadi BLT Buat BBM-Listrik Rp453 Triliun Bakal Diterapkan</title><description>Bahlil Lahadalia segera menggelar rapat bersama sejumlah pemangku kepentingan untuk membahas siapa saja yang berhak menerima subsidi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/01/320/3081315/subsidi-jadi-blt-buat-bbm-listrik-rp453-triliun-bakal-diterapkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/01/320/3081315/subsidi-jadi-blt-buat-bbm-listrik-rp453-triliun-bakal-diterapkan"/><item><title>Subsidi Jadi BLT Buat BBM-Listrik Rp453 Triliun Bakal Diterapkan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/01/320/3081315/subsidi-jadi-blt-buat-bbm-listrik-rp453-triliun-bakal-diterapkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/01/320/3081315/subsidi-jadi-blt-buat-bbm-listrik-rp453-triliun-bakal-diterapkan</guid><pubDate>Jum'at 01 November 2024 22:03 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/01/320/3081315/subsidi-jadi-blt-buat-bbm-listrik-rp453-triliun-bakal-diterapkan-8gA7CsuRR9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bahlil Segera Rapat Bahas Penerima Subsidi. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/01/320/3081315/subsidi-jadi-blt-buat-bbm-listrik-rp453-triliun-bakal-diterapkan-8gA7CsuRR9.jpg</image><title>Bahlil Segera Rapat Bahas Penerima Subsidi. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia segera menggelar rapat bersama sejumlah pemangku kepentingan untuk membahas siapa saja yang berhak menerima BBM subsidi agar penyalurannya bisa lebih tepat sasaran.
Seperti diketahui, Bahlil ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai sebagai Ketua Tim Subsidi Energi Tepat Sasaran.
&quot;Subsidi kita itu kan totalnya Rp453 triliun ya, dari LPG, listrik, kemudian BBM. Nanti kemungkinan hari Senin atau Selasa kami mulai menggodok karena ditengarai sebagian subsidi kita tidak tepat sasaran,&quot; ungkap Menteri Bahlil ketika ditemui dikantornya Kementerian ESDM, Jumat (1/11/2024).

BACA JUGA:
Subsidi BBM Diubah Jadi BLT, Begini Sikap Pertamina&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Bahlil pun tidak menampik adanya opsi untuk merubah skema penyaluran bbm subsidi menjadi bantuan langsung tunai (BLT).
&quot;Opsi A itu bisa ke BLT langsung, opsi B-nya nanti kita lagi pikirkan. Ada beberapa opsi lah, tapi belum ada keputusan,&quot; sambungnya.
Dikatakan Bahlil, formulasi baru penyaluran subsidi itu juga akan diterapkan pada BBM dan listrik. Sementara untuk LPG 3 kg, skema barunya akan diracik secara bertahap lantaran salah satunya menyangkut keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

BACA JUGA:
Prabowo Buka-bukaan soal Hilirisasi hingga Subsidi BBM Jadi BLT

&quot;Kita akan mengecek kalau LPG itu karena terkait dengan UMKM, kemudian masyarakat, ibu-ibu rumah tangga, dan saya pikir itu bertahap saja. Tapi, kita akan mencoba untuk mencari formulasi listrik dan BBM,&quot; tuturnya.
Bahlil menyampaikan, merujuk pada arahan Presiden Prabowo, skema baru itu nantinya akan langsung dijalankan apabila memang sudah benar-benar matang didiskusikan antarpemangku kepentingan.Menurutnya, skema penyaluran subsidi harus benar-benar matang agar dapat memenuhi tujuan tepat sasaran kepada masyarakat yang memang berhak menerima subsidi.
&quot;Yang paling penting adalah skema saja yang matang, jangan sampai keputusan kita itu tidak mencerminkan keputusan yang pas. Subsidi kita begitu besar, kalau tidak tepat sasaran kan itu tidak pas. Contoh BBM, masa mobil pelat hitam yang CC-nya besar dikasih gitu, jadi ini yang kita kelola,&quot; pungkas Bahlil.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia segera menggelar rapat bersama sejumlah pemangku kepentingan untuk membahas siapa saja yang berhak menerima BBM subsidi agar penyalurannya bisa lebih tepat sasaran.
Seperti diketahui, Bahlil ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai sebagai Ketua Tim Subsidi Energi Tepat Sasaran.
&quot;Subsidi kita itu kan totalnya Rp453 triliun ya, dari LPG, listrik, kemudian BBM. Nanti kemungkinan hari Senin atau Selasa kami mulai menggodok karena ditengarai sebagian subsidi kita tidak tepat sasaran,&quot; ungkap Menteri Bahlil ketika ditemui dikantornya Kementerian ESDM, Jumat (1/11/2024).

BACA JUGA:
Subsidi BBM Diubah Jadi BLT, Begini Sikap Pertamina&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Bahlil pun tidak menampik adanya opsi untuk merubah skema penyaluran bbm subsidi menjadi bantuan langsung tunai (BLT).
&quot;Opsi A itu bisa ke BLT langsung, opsi B-nya nanti kita lagi pikirkan. Ada beberapa opsi lah, tapi belum ada keputusan,&quot; sambungnya.
Dikatakan Bahlil, formulasi baru penyaluran subsidi itu juga akan diterapkan pada BBM dan listrik. Sementara untuk LPG 3 kg, skema barunya akan diracik secara bertahap lantaran salah satunya menyangkut keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

BACA JUGA:
Prabowo Buka-bukaan soal Hilirisasi hingga Subsidi BBM Jadi BLT

&quot;Kita akan mengecek kalau LPG itu karena terkait dengan UMKM, kemudian masyarakat, ibu-ibu rumah tangga, dan saya pikir itu bertahap saja. Tapi, kita akan mencoba untuk mencari formulasi listrik dan BBM,&quot; tuturnya.
Bahlil menyampaikan, merujuk pada arahan Presiden Prabowo, skema baru itu nantinya akan langsung dijalankan apabila memang sudah benar-benar matang didiskusikan antarpemangku kepentingan.Menurutnya, skema penyaluran subsidi harus benar-benar matang agar dapat memenuhi tujuan tepat sasaran kepada masyarakat yang memang berhak menerima subsidi.
&quot;Yang paling penting adalah skema saja yang matang, jangan sampai keputusan kita itu tidak mencerminkan keputusan yang pas. Subsidi kita begitu besar, kalau tidak tepat sasaran kan itu tidak pas. Contoh BBM, masa mobil pelat hitam yang CC-nya besar dikasih gitu, jadi ini yang kita kelola,&quot; pungkas Bahlil.</content:encoded></item></channel></rss>
