<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rekening Diblokir Ditjen Pajak, Peternak Terpaksa Jual Sapi</title><description>Rekening sebuah Unit Dagang (UD) Pramono yang menampung susu perah peternak diblokir Ditjen Pajak.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/02/320/3081497/rekening-diblokir-ditjen-pajak-peternak-terpaksa-jual-sapi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/02/320/3081497/rekening-diblokir-ditjen-pajak-peternak-terpaksa-jual-sapi"/><item><title>Rekening Diblokir Ditjen Pajak, Peternak Terpaksa Jual Sapi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/02/320/3081497/rekening-diblokir-ditjen-pajak-peternak-terpaksa-jual-sapi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/02/320/3081497/rekening-diblokir-ditjen-pajak-peternak-terpaksa-jual-sapi</guid><pubDate>Sabtu 02 November 2024 17:00 WIB</pubDate><dc:creator>Pathola Riez Toekan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/02/320/3081497/rekening-diblokir-ditjen-pajak-peternak-terpaksa-jual-sapi-brA7YWDTBV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peternak sapi kesulitan lantaran pemblokiran rekening UD oleh Ditjen Pajak (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/02/320/3081497/rekening-diblokir-ditjen-pajak-peternak-terpaksa-jual-sapi-brA7YWDTBV.jpg</image><title>Peternak sapi kesulitan lantaran pemblokiran rekening UD oleh Ditjen Pajak (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Rekening sebuah Unit Dagang (UD) Pramono yang menampung susu perah peternak diblokir Ditjen Pajak. Hal ini membuat 1.300 petani sapi perah kesulitan.
Pemblokiran rekening mengganggu operasional usaha di Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, yang kesulitan dalam membeli susu dari para petani.

BACA JUGA:
Bapenda Jakarta Gelar Sosialisasi Sistem Pajak Online PBJT


Para petani dan peternak sapi ini pun meminta kepastian Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Boyolali, Jawa Tengah. Gito (56), peternak sapi asal Dukuh Rejosari, Desa Gedangan Kecamatan Cepogo, Boyolali yang ikut mendatangi KPP Pratama Boyolali mengatakan pihaknya menggantungkan kebutuhan hariannya lewat penjualan susu sapinya.
Dia sudah menyetorkan susu sapi di UD Pramono, sejak 10 tahun lalu hingga sekarang.
Menurut Gito, setiap hari dirinya telah menyetorkan hasil perah susu sapinya rata-rata 20 liter per hari dengan harga Rp7.250 per liter. Petani minat ikut Pak Pramono karena harga pakan sapi, kedua pinjam koperasi simpan pinjam itu, bunganya 0%, tidak berbunga.

BACA JUGA:
BNI Peringkat 6 BUMN Penyumbang Pajak Terbesar 2023


Dia mengatakan kemudahan tersebut sangat membantu para petani. Apalagi, dia mengandalkan uang penjualan susu sapi untuk harian. Dalam satu minggu, dia menerima uang hingga Rp800 ribu. Sedangkan pakan sapi dan garam, dia tidak pusing karena mengambil dari UD, demikian dilansir dari Antara, Sabtu (2/11/2024).
Atas kasus ini, Pemerintah Kabupaten Boyolali pun ikut berperan aktif dalam mencari solusi terkait masalah pajak yang mengakibatkan pemblokiran tersebut.
Di sisi lain, Pramono, pemilik UD Pramono, menghargai usaha Pemkab dalam membantu usahanya tetap berjalan. Dia menyebut bahwa Dinas Peternakan berupaya agar operasionalnya dapat terus berlangsung meskipun situasi sulit ini.
Pramono mengaku merasa lelah dengan masalah pajak yang tak kunjung  selesai. Sebagai seseorang yang tidak memiliki latar belakang akuntansi,  ia berusaha untuk patuh pada kewajiban pajak yang diminta.
Saat ini, rekening UD Pramono yang dibekukan oleh KPP Pratama  Boyolali berjumlah Rp670 juta, yang menurut Pramono merupakan milik  mitra petani dan peternak.
Untuk memastikan hak-hak para petani tetap terjamin selama rekening  diblokir, Pramono mengambil langkah menjual beberapa ekor sapi untuk  membayar susu.
&quot;Saya sudah menjual beberapa ekor sapi, dengan harga bervariasi. Yang penting, operasional tetap berjalan,&quot; ungkap Pramono.</description><content:encoded>JAKARTA - Rekening sebuah Unit Dagang (UD) Pramono yang menampung susu perah peternak diblokir Ditjen Pajak. Hal ini membuat 1.300 petani sapi perah kesulitan.
Pemblokiran rekening mengganggu operasional usaha di Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, yang kesulitan dalam membeli susu dari para petani.

BACA JUGA:
Bapenda Jakarta Gelar Sosialisasi Sistem Pajak Online PBJT


Para petani dan peternak sapi ini pun meminta kepastian Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Boyolali, Jawa Tengah. Gito (56), peternak sapi asal Dukuh Rejosari, Desa Gedangan Kecamatan Cepogo, Boyolali yang ikut mendatangi KPP Pratama Boyolali mengatakan pihaknya menggantungkan kebutuhan hariannya lewat penjualan susu sapinya.
Dia sudah menyetorkan susu sapi di UD Pramono, sejak 10 tahun lalu hingga sekarang.
Menurut Gito, setiap hari dirinya telah menyetorkan hasil perah susu sapinya rata-rata 20 liter per hari dengan harga Rp7.250 per liter. Petani minat ikut Pak Pramono karena harga pakan sapi, kedua pinjam koperasi simpan pinjam itu, bunganya 0%, tidak berbunga.

BACA JUGA:
BNI Peringkat 6 BUMN Penyumbang Pajak Terbesar 2023


Dia mengatakan kemudahan tersebut sangat membantu para petani. Apalagi, dia mengandalkan uang penjualan susu sapi untuk harian. Dalam satu minggu, dia menerima uang hingga Rp800 ribu. Sedangkan pakan sapi dan garam, dia tidak pusing karena mengambil dari UD, demikian dilansir dari Antara, Sabtu (2/11/2024).
Atas kasus ini, Pemerintah Kabupaten Boyolali pun ikut berperan aktif dalam mencari solusi terkait masalah pajak yang mengakibatkan pemblokiran tersebut.
Di sisi lain, Pramono, pemilik UD Pramono, menghargai usaha Pemkab dalam membantu usahanya tetap berjalan. Dia menyebut bahwa Dinas Peternakan berupaya agar operasionalnya dapat terus berlangsung meskipun situasi sulit ini.
Pramono mengaku merasa lelah dengan masalah pajak yang tak kunjung  selesai. Sebagai seseorang yang tidak memiliki latar belakang akuntansi,  ia berusaha untuk patuh pada kewajiban pajak yang diminta.
Saat ini, rekening UD Pramono yang dibekukan oleh KPP Pratama  Boyolali berjumlah Rp670 juta, yang menurut Pramono merupakan milik  mitra petani dan peternak.
Untuk memastikan hak-hak para petani tetap terjamin selama rekening  diblokir, Pramono mengambil langkah menjual beberapa ekor sapi untuk  membayar susu.
&quot;Saya sudah menjual beberapa ekor sapi, dengan harga bervariasi. Yang penting, operasional tetap berjalan,&quot; ungkap Pramono.</content:encoded></item></channel></rss>
