<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dari Gaza ke Jakarta, Ini Kisah Warga Palestina Buka Kafe di Gambir</title><description>Seorang warga Palestina Ammar Abu Ali, kini memulai hidup baru di Jakarta dengan membuka kafe di Stasiun Gambir.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/02/455/3081480/dari-gaza-ke-jakarta-ini-kisah-warga-palestina-buka-kafe-di-gambir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/02/455/3081480/dari-gaza-ke-jakarta-ini-kisah-warga-palestina-buka-kafe-di-gambir"/><item><title>Dari Gaza ke Jakarta, Ini Kisah Warga Palestina Buka Kafe di Gambir</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/02/455/3081480/dari-gaza-ke-jakarta-ini-kisah-warga-palestina-buka-kafe-di-gambir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/02/455/3081480/dari-gaza-ke-jakarta-ini-kisah-warga-palestina-buka-kafe-di-gambir</guid><pubDate>Sabtu 02 November 2024 15:43 WIB</pubDate><dc:creator>Fitria Azizah Banowati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/02/455/3081480/dari-gaza-ke-jakarta-ini-kisah-warga-palestina-buka-kafe-di-gambir-0nJ5DDjkPh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kisah warga palestina buka usaha cafe di Jakarta (Foto: VOA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/02/455/3081480/dari-gaza-ke-jakarta-ini-kisah-warga-palestina-buka-kafe-di-gambir-0nJ5DDjkPh.jpg</image><title>Kisah warga palestina buka usaha cafe di Jakarta (Foto: VOA)</title></images><description>JAKARTA - Seorang warga Palestina Ammar Abu Ali, kini memulai hidup baru di Jakarta dengan membuka kafe di Stasiun Gambir. Sebelumnya, Ammar tinggal di  Khan Younis, Gaza, Palestina yang hancur dalam serangan udara Israel pada Oktober 2023 lalu.
Kejadian tersebut terjadi saat Ammar dan keluarganya sedang tertidur. Saat itu, Ammar kehilangan 19 anggota keluarga, termasuk sepupu-sepupunya, yang ikut menjadi korban dalam serangan tersebut.

BACA JUGA:
Seluruh Penduduk Palestina di Gaza Utara Berisiko Tinggi Meninggal Dunia

Selain itu, di  Gaza, Ammar bekerja sebagai seorang guru SMA. Ia dulu mengajar tentang bisnis di British International School of Gaza. Saat ini, sekolah tersebut  pun hancur karena serangan bom dari Israel.
Melarikan diri dari konflik di Gaza, Ammar dan keluarganya berhasil keluar melalui perbatasan Rafah menuju Mesir. Perjalanan itu memerlukan biaya besar, sekitar USD5 ribu atau senilai dengan Rp79 juta per orang, kepada perusahaan Ibrahim Hassan al-Arjani yang berbasis di Mesir.

BACA JUGA:
Israel Serang Rumah Sakit Gaza, Tewaskan Setidaknya 46 Warga Palestina

&amp;ldquo;Kami ada 4 orang, saya, istri, dan orang tua saya. Jadi, kami harus bayar USD20 ribu atau setara dengan Rp313 juta untuk pergi,&amp;rdquo; kata Ammar dilansir dari Instagram VOA, Sabtu (2/11/2024).
Kini, Ammar tinggal di Jakarta dan menjalankan kafe bersama kakaknya. Kafe tersebut didekorasi dengan bendera Palestina, memberikan nuansa Palestina bagi pengunjung. Ammar berharap, pelanggan yang datang ke kafe bisa merasakan pengalaman seolah berada di Palestina.
&amp;ldquo;Kami ingin berikan tema untuk kafe ini. Jadi, pelanggan bisa merasakan pengalaman ketika menikmati hidangan di Palestina. Para pelanggan menyukainya. Ketika mereka berkunjung untuk pertama kali, mereka sangat suka melihat bendera Palestina,&amp;rdquo; ucap Ammar.


Menurut salah satu pegawai kafe, Afi, Ammar adalah sosok yang sangat  baik dan peduli. Selain mempercayakan operasional kafe kepadanya, Ammar  juga rutin menyisihkan pendapatannya untuk mendukung Palestina.
&amp;ldquo;Ini pengalaman pertama saya bekerja dengan orang Palestina langsung,  banyak manfaat yang saya dapatkan. Pemiliknya baik, operasional  semuanya dilempar ke saya,  saya yang &amp;lsquo;handle&amp;rsquo; semua secara penuh,&amp;rdquo; kata  Afi.
&amp;ldquo;Secara pribadi saya bangga, karena setiap penjualan yang kami  dapatkan, otomatis 5% dipotong untuk &amp;lsquo;support&amp;rsquo; ke Palestina. Apalagi  saat saya tahu karakter orang Palestina yang sangat baik dan rendah  hati,&amp;rdquo; tambahnya.
Ammar juga dikenal murah hati, sering menawarkan makanan dan minuman  gratis kepada tunawisma yang melewati Stasiun Gambir. Ketika melihat  gelandangan lewat, Ammar langsung memanggil mereka dan bertanya &amp;ldquo;mau  makan atau minum apa?,&amp;rdquo; ungkap Afi.
Terakhir, Ammar menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat  Indonesia atas dukungan yang terus mengalir untuk Palestina. Ia merasa  diterima dengan baik di Indonesia, karena berkat masyarakat yang  membuatnya nyaman menjalani kehidupan baru di Jakarta.</description><content:encoded>JAKARTA - Seorang warga Palestina Ammar Abu Ali, kini memulai hidup baru di Jakarta dengan membuka kafe di Stasiun Gambir. Sebelumnya, Ammar tinggal di  Khan Younis, Gaza, Palestina yang hancur dalam serangan udara Israel pada Oktober 2023 lalu.
Kejadian tersebut terjadi saat Ammar dan keluarganya sedang tertidur. Saat itu, Ammar kehilangan 19 anggota keluarga, termasuk sepupu-sepupunya, yang ikut menjadi korban dalam serangan tersebut.

BACA JUGA:
Seluruh Penduduk Palestina di Gaza Utara Berisiko Tinggi Meninggal Dunia

Selain itu, di  Gaza, Ammar bekerja sebagai seorang guru SMA. Ia dulu mengajar tentang bisnis di British International School of Gaza. Saat ini, sekolah tersebut  pun hancur karena serangan bom dari Israel.
Melarikan diri dari konflik di Gaza, Ammar dan keluarganya berhasil keluar melalui perbatasan Rafah menuju Mesir. Perjalanan itu memerlukan biaya besar, sekitar USD5 ribu atau senilai dengan Rp79 juta per orang, kepada perusahaan Ibrahim Hassan al-Arjani yang berbasis di Mesir.

BACA JUGA:
Israel Serang Rumah Sakit Gaza, Tewaskan Setidaknya 46 Warga Palestina

&amp;ldquo;Kami ada 4 orang, saya, istri, dan orang tua saya. Jadi, kami harus bayar USD20 ribu atau setara dengan Rp313 juta untuk pergi,&amp;rdquo; kata Ammar dilansir dari Instagram VOA, Sabtu (2/11/2024).
Kini, Ammar tinggal di Jakarta dan menjalankan kafe bersama kakaknya. Kafe tersebut didekorasi dengan bendera Palestina, memberikan nuansa Palestina bagi pengunjung. Ammar berharap, pelanggan yang datang ke kafe bisa merasakan pengalaman seolah berada di Palestina.
&amp;ldquo;Kami ingin berikan tema untuk kafe ini. Jadi, pelanggan bisa merasakan pengalaman ketika menikmati hidangan di Palestina. Para pelanggan menyukainya. Ketika mereka berkunjung untuk pertama kali, mereka sangat suka melihat bendera Palestina,&amp;rdquo; ucap Ammar.


Menurut salah satu pegawai kafe, Afi, Ammar adalah sosok yang sangat  baik dan peduli. Selain mempercayakan operasional kafe kepadanya, Ammar  juga rutin menyisihkan pendapatannya untuk mendukung Palestina.
&amp;ldquo;Ini pengalaman pertama saya bekerja dengan orang Palestina langsung,  banyak manfaat yang saya dapatkan. Pemiliknya baik, operasional  semuanya dilempar ke saya,  saya yang &amp;lsquo;handle&amp;rsquo; semua secara penuh,&amp;rdquo; kata  Afi.
&amp;ldquo;Secara pribadi saya bangga, karena setiap penjualan yang kami  dapatkan, otomatis 5% dipotong untuk &amp;lsquo;support&amp;rsquo; ke Palestina. Apalagi  saat saya tahu karakter orang Palestina yang sangat baik dan rendah  hati,&amp;rdquo; tambahnya.
Ammar juga dikenal murah hati, sering menawarkan makanan dan minuman  gratis kepada tunawisma yang melewati Stasiun Gambir. Ketika melihat  gelandangan lewat, Ammar langsung memanggil mereka dan bertanya &amp;ldquo;mau  makan atau minum apa?,&amp;rdquo; ungkap Afi.
Terakhir, Ammar menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat  Indonesia atas dukungan yang terus mengalir untuk Palestina. Ia merasa  diterima dengan baik di Indonesia, karena berkat masyarakat yang  membuatnya nyaman menjalani kehidupan baru di Jakarta.</content:encoded></item></channel></rss>
