<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahlil Akui Subsidi Energi 30% Tak Tepat Sasaran, Rp100 Triliun Lenyap</title><description>Bahlil menyatakan terdapat penyaluran subsidi energi seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik yang selama ini dilakukan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/03/320/3081703/bahlil-akui-subsidi-energi-30-tak-tepat-sasaran-rp100-triliun-lenyap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/03/320/3081703/bahlil-akui-subsidi-energi-30-tak-tepat-sasaran-rp100-triliun-lenyap"/><item><title>Bahlil Akui Subsidi Energi 30% Tak Tepat Sasaran, Rp100 Triliun Lenyap</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/03/320/3081703/bahlil-akui-subsidi-energi-30-tak-tepat-sasaran-rp100-triliun-lenyap</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/03/320/3081703/bahlil-akui-subsidi-energi-30-tak-tepat-sasaran-rp100-triliun-lenyap</guid><pubDate>Minggu 03 November 2024 15:45 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/03/320/3081703/bahlil-akui-subsidi-energi-30-tak-tepat-sasaran-rp100-triliun-lenyap-O3mfAXjWJd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Bahlil soal subsidi energi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/03/320/3081703/bahlil-akui-subsidi-energi-30-tak-tepat-sasaran-rp100-triliun-lenyap-O3mfAXjWJd.jpg</image><title>Menteri Bahlil soal subsidi energi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil menyatakan terdapat penyaluran subsidi energi seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik yang selama ini dilakukan tidak tepat sasaran.
Bahkan, lanjut dia potensi tidak tepat sasaran tersebut mencapai 20 sampai 30 persen dan angkanya kurang lebih mencapai Rp100 triliun. Padahal, sejauh ini pemerintah telah menggelontorkan kompensasi dan subsidi energi sebesar Rp435 triliun.

BACA JUGA:
Kapan Subsidi BBM Diubah Jadi BLT agar Tepat Sasaran? Ini Kata Bahlil

Demikian berdasarkan laporan yang diterimanya baik dari PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero) maupun dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (Migas).



&quot;Tujuan subsidi itu kan adalah diberikan kepada warga negara yang berhak untuk menerima subsidi. Nah dalam rangka itu besok kami sudah mulai rapat perdana, sebenarnya sudah rapat terus untuk kita mencari formulasinya,&quot; ujar Bahlil ketika ditemui dalam Konferensi Pers Program Quick Win yang digelar di Hotel Four Seasons, Jakarta, Minggu (3/11/2024).

BACA JUGA:
Resmi! Prabowo Tunjuk Bahlil Jadi Ketua Tim Subsidi Energi Tepat Sasaran

Bahlil pun tak menampik bahwa salah satu formulasi yang dibahas itu memang mengenai penyaluran subsidi melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat.Namun, lanjut Bahlil, opsi lainnya yaitu dicampur seperti penyaluran subsidi BBM secara BLT atau seperti biasa yang selama ini sudah berjalan.
&quot;Jadi kita lagi tunggu aja, 2 minggu dikasih waktu oleh Bapak Presiden, jadi 2 minggu ini akan kami selesaikan. Tapi jujur saya katakan ya, kurang lebih sekitar 20-30% subsidi BBM dan listrik itu berpotensi tidak tepat sasaran. Dan itu gede, angkanya itu kurang lebih 100 triliun,&quot; tuturnya.
&quot;Kalian kan nggak ingin kan subsidi itu yang harusnya untuk orang miskin, orang saudara-saudara kita yang belum ekonominya bagus, kemudian diterima oleh saudara-saudara kita yang ekonominya bagus,&quot; pungkas Bahlil.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil menyatakan terdapat penyaluran subsidi energi seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik yang selama ini dilakukan tidak tepat sasaran.
Bahkan, lanjut dia potensi tidak tepat sasaran tersebut mencapai 20 sampai 30 persen dan angkanya kurang lebih mencapai Rp100 triliun. Padahal, sejauh ini pemerintah telah menggelontorkan kompensasi dan subsidi energi sebesar Rp435 triliun.

BACA JUGA:
Kapan Subsidi BBM Diubah Jadi BLT agar Tepat Sasaran? Ini Kata Bahlil

Demikian berdasarkan laporan yang diterimanya baik dari PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero) maupun dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (Migas).



&quot;Tujuan subsidi itu kan adalah diberikan kepada warga negara yang berhak untuk menerima subsidi. Nah dalam rangka itu besok kami sudah mulai rapat perdana, sebenarnya sudah rapat terus untuk kita mencari formulasinya,&quot; ujar Bahlil ketika ditemui dalam Konferensi Pers Program Quick Win yang digelar di Hotel Four Seasons, Jakarta, Minggu (3/11/2024).

BACA JUGA:
Resmi! Prabowo Tunjuk Bahlil Jadi Ketua Tim Subsidi Energi Tepat Sasaran

Bahlil pun tak menampik bahwa salah satu formulasi yang dibahas itu memang mengenai penyaluran subsidi melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat.Namun, lanjut Bahlil, opsi lainnya yaitu dicampur seperti penyaluran subsidi BBM secara BLT atau seperti biasa yang selama ini sudah berjalan.
&quot;Jadi kita lagi tunggu aja, 2 minggu dikasih waktu oleh Bapak Presiden, jadi 2 minggu ini akan kami selesaikan. Tapi jujur saya katakan ya, kurang lebih sekitar 20-30% subsidi BBM dan listrik itu berpotensi tidak tepat sasaran. Dan itu gede, angkanya itu kurang lebih 100 triliun,&quot; tuturnya.
&quot;Kalian kan nggak ingin kan subsidi itu yang harusnya untuk orang miskin, orang saudara-saudara kita yang belum ekonominya bagus, kemudian diterima oleh saudara-saudara kita yang ekonominya bagus,&quot; pungkas Bahlil.</content:encoded></item></channel></rss>
