<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>28 Perusahaan Antre IPO di BEI, 16 Punya Aset Jumbo   </title><description>BEI mencatat terdapat 28 perusahaan dalam pipeline yang ingin melakukan IPO</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/04/278/3081897/28-perusahaan-antre-ipo-di-bei-16-punya-aset-jumbo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/04/278/3081897/28-perusahaan-antre-ipo-di-bei-16-punya-aset-jumbo"/><item><title>28 Perusahaan Antre IPO di BEI, 16 Punya Aset Jumbo   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/04/278/3081897/28-perusahaan-antre-ipo-di-bei-16-punya-aset-jumbo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/04/278/3081897/28-perusahaan-antre-ipo-di-bei-16-punya-aset-jumbo</guid><pubDate>Senin 04 November 2024 09:24 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/04/278/3081897/28-perusahaan-antre-ipo-di-bei-16-punya-aset-jumbo-ALZYIkvCsN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">28 Perusahaan Antre IPO. (Foto: Okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/04/278/3081897/28-perusahaan-antre-ipo-di-bei-16-punya-aset-jumbo-ALZYIkvCsN.jpg</image><title>28 Perusahaan Antre IPO. (Foto: Okezone.com/MPI)</title></images><description>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat terdapat 28 perusahaan dalam pipeline yang ingin melakukan pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO).
&amp;ldquo;Sampai dengan 1 November 2024 telah tercatat 36 perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dana dihimpun Rp5,42 triliun,&amp;rdquo; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dalam keterangannya, dikutip Senin (4/11/2024).

BACA JUGA:
BEI Minta Sritex (SRIL) Blak-Blakan soal Pailit

Sebanyak 2 perusahaan masuk dalam kategori aset berskala kecil atau memiliki total nilai aset di bawah Rp50 miliar. Kemudian, sebanyak 10 perusahaan masuk dalam kategori aset berskala sedang atau antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Serta, 16 perusahaan memiliki aset berskala besar atau di atas Rp250 miliar.
Dari daftar pipeline perusahaan yang akan IPO, sebanyak 5 perusahaan berasal dari sektor konsumer non siklikal. Kemudian, dari sektor energi juga terdapat 5 perusahaan yang antre IPO.

BACA JUGA:
Holywings Group Bakal IPO? Ini Kata BEI

Selanjutnya, dari sektor bahan baku, sektor keuangan, sektor kesehatan dan sektor properti masing-masing terdapat 3 perusahaan. Lalu, terdapat masing-masing 2 perusahaan dari sektor industri dan sektor konsumer siklikal. Juga terdapat 1 perusahaan dari sektor infrastruktur dan 1 perusahaan lainnya dari sektor transportasi.Nyoman menyampaikan bahwa BEI senantiasa mendorong perusahaan yang memiliki rencana IPO dan menjadi perusahaan tercatat untuk tumbuh bersama pasar modal Indonesia, baik dari sektor teknologi maupun sektor lainnya. Dalam prosesnya, lanjut dia, BEI juga mengedepankan kesiapan dan kualitas dari perusahaan yang berencana mencatatkan sahamnya di BEI, dengan tujuan untuk menjaga kepercayaan investor.
&amp;ldquo;Terkait hal tersebut, kami melibatkan para stakeholder di pasar modal, seperti penjamin emisi efek, kantor akuntan publik, konsultan hukum, dan lain-lain,&amp;rdquo; imbuh Nyoman.
</description><content:encoded>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat terdapat 28 perusahaan dalam pipeline yang ingin melakukan pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO).
&amp;ldquo;Sampai dengan 1 November 2024 telah tercatat 36 perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dana dihimpun Rp5,42 triliun,&amp;rdquo; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dalam keterangannya, dikutip Senin (4/11/2024).

BACA JUGA:
BEI Minta Sritex (SRIL) Blak-Blakan soal Pailit

Sebanyak 2 perusahaan masuk dalam kategori aset berskala kecil atau memiliki total nilai aset di bawah Rp50 miliar. Kemudian, sebanyak 10 perusahaan masuk dalam kategori aset berskala sedang atau antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Serta, 16 perusahaan memiliki aset berskala besar atau di atas Rp250 miliar.
Dari daftar pipeline perusahaan yang akan IPO, sebanyak 5 perusahaan berasal dari sektor konsumer non siklikal. Kemudian, dari sektor energi juga terdapat 5 perusahaan yang antre IPO.

BACA JUGA:
Holywings Group Bakal IPO? Ini Kata BEI

Selanjutnya, dari sektor bahan baku, sektor keuangan, sektor kesehatan dan sektor properti masing-masing terdapat 3 perusahaan. Lalu, terdapat masing-masing 2 perusahaan dari sektor industri dan sektor konsumer siklikal. Juga terdapat 1 perusahaan dari sektor infrastruktur dan 1 perusahaan lainnya dari sektor transportasi.Nyoman menyampaikan bahwa BEI senantiasa mendorong perusahaan yang memiliki rencana IPO dan menjadi perusahaan tercatat untuk tumbuh bersama pasar modal Indonesia, baik dari sektor teknologi maupun sektor lainnya. Dalam prosesnya, lanjut dia, BEI juga mengedepankan kesiapan dan kualitas dari perusahaan yang berencana mencatatkan sahamnya di BEI, dengan tujuan untuk menjaga kepercayaan investor.
&amp;ldquo;Terkait hal tersebut, kami melibatkan para stakeholder di pasar modal, seperti penjamin emisi efek, kantor akuntan publik, konsultan hukum, dan lain-lain,&amp;rdquo; imbuh Nyoman.
</content:encoded></item></channel></rss>
