<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ternyata Ini Alasan Erick Thohir Tunjuk Simon Aloysius Jadi Dirut Pertamina Gantikan Nicke</title><description>Alasan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk  Simon Aloysius sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/04/320/3082118/ternyata-ini-alasan-erick-thohir-tunjuk-simon-aloysius-jadi-dirut-pertamina-gantikan-nicke</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/04/320/3082118/ternyata-ini-alasan-erick-thohir-tunjuk-simon-aloysius-jadi-dirut-pertamina-gantikan-nicke"/><item><title>Ternyata Ini Alasan Erick Thohir Tunjuk Simon Aloysius Jadi Dirut Pertamina Gantikan Nicke</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/04/320/3082118/ternyata-ini-alasan-erick-thohir-tunjuk-simon-aloysius-jadi-dirut-pertamina-gantikan-nicke</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/04/320/3082118/ternyata-ini-alasan-erick-thohir-tunjuk-simon-aloysius-jadi-dirut-pertamina-gantikan-nicke</guid><pubDate>Senin 04 November 2024 18:29 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/04/320/3082118/ternyata-ini-alasan-erick-thohir-tunjuk-simon-aloysius-jadi-dirut-pertamina-gantikan-nicke-YwmVlNSy68.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alasan Erick Thohir tunjuk Simon Aloysius sebagai Dirut Pertamina (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/04/320/3082118/ternyata-ini-alasan-erick-thohir-tunjuk-simon-aloysius-jadi-dirut-pertamina-gantikan-nicke-YwmVlNSy68.jpg</image><title>Alasan Erick Thohir tunjuk Simon Aloysius sebagai Dirut Pertamina (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Alasan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk Simon Aloysius sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Simon Aloysius resmi menggantikan posisi Nicke Widyawati sebagai Bos Pertamina.
Penunjukan itu dinilai sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai swaswmbada energi nasional. Pertamina pun didorong melakukan terobosan yang lebih luas dan efektif.
Erick menilai, sosok Simon Aloysius lebih muda, sehingga bekerja lebih maksimal lagi.

BACA JUGA:
Bahlil Panggil Simon Aloysius Usai Jadi Dirut Pertamina, Bahas Apa?

&amp;ldquo;Nah, tentu sekarang ada pak Simon, ya yang saya rasa ini pimpinan muda, jadi mungkin juga kita bisa dorong terobosan lebih luas lagi, lebih efektif lagi,&amp;rdquo; ujar Erick saat ditemui wartawan di gedung DPR/MPR, Senin (4/11/2024).
Pergantian orang nomor satu di BUMN minyak dan gas bumi (migas) diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar hari ini.

BACA JUGA:
Reaksi Bahlil soal Simon Aloysius Orang Terdekat Prabowo Jadi Dirut Pertamina

Sebelumnya, Simon menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina, berdasarkan Keputusan (SK) Menteri BUMN Nomor SK-128/MBU/06/2024 per 10 Juni 2024.
Erick dan Simon sudah bertemu, sebelum ditunjuk untuk mengisi posisi Direktur Utama Pertamina. Dalam kesempatan ini, Erick menitip beberapa poin yang harus dikerjakan pria kelahiran Sulawesi Utara itu.
&amp;ldquo;Dan saya sudah bertemu Pak Simon waktu menjadi Komut. Ada beberapa poin yang saya titipkan. Dan insya Allah saya yakin beliau bisa bekerja lebih maksimal,&amp;rdquo; paparnya.


Sejumlah pekerjaan rumah memang menanti Simon Aloysius. Beberapa  pekerjaan yang dinilai penting dan harus digenjot adalah menaikan volume  minyak mentah yang diproduksi dan siap dijual (lifting) hingga menekan  impor minyak mentah.
Pengamat Ekonomi Energi asal Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy  Radhi menilai, volume produksi dan impor minyak menjadi tugas utama BUMN  di sektor migas saat ini.
Lifting minyak di dalam negeri masih jauh dari target Anggaran  Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2024. Tercatat, lifting minyak bumi  periode semester I/2024 berada di angka 576.000 barel per hari (BOPD).
Realisasi tersebut hanya 91% dari target APBN 2024, yakni  635.000 barel minyak per hari. Adapun, produksi minyak Pertamina selama  2023 naik 10 persen dibanding produksi 2022. Produksi minyak Pertamina  melonjak dari 514.000 BOPD pada 2022 menjadi 566.000 BOPD di tahun lalu.
&amp;ldquo;Menaikkan lifting minyak gitu ya, jadi lifting minyak mentah selama  ini justru terjadi penurunan pada tahap yang sangat rendah,&amp;rdquo; ungkap  Fahmy.
Fahmy memandang pertamina masih perlu kerja keras agar lifting minyak  bumi bisa optimal. Salah satunya dengan memaksimalkan fasilitas  produksi alias kilang.
Sejauh ini Pertamina mencatatkan untung hingga triliunan rupiah  lantaran didukung oleh bisnis hilir. Misalnya, penjualan di Stasiun  Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Namun begitu, usaha di hilir  dipandang belum berhasil alias gagal.
&amp;ldquo;Kalau sampai sekarang masih untung, itu lebih pada sektor hilir,  maksudnya itu distribusi minyak di dalam negeri di SPBU dan sebagainya,  nah itu sangat wajar dia untung karena memperoleh hak monopoli, jadi  keuntungannya lebih banyak dari situ,&amp;rdquo; ucap Fahmy.</description><content:encoded>JAKARTA - Alasan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk Simon Aloysius sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Simon Aloysius resmi menggantikan posisi Nicke Widyawati sebagai Bos Pertamina.
Penunjukan itu dinilai sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai swaswmbada energi nasional. Pertamina pun didorong melakukan terobosan yang lebih luas dan efektif.
Erick menilai, sosok Simon Aloysius lebih muda, sehingga bekerja lebih maksimal lagi.

BACA JUGA:
Bahlil Panggil Simon Aloysius Usai Jadi Dirut Pertamina, Bahas Apa?

&amp;ldquo;Nah, tentu sekarang ada pak Simon, ya yang saya rasa ini pimpinan muda, jadi mungkin juga kita bisa dorong terobosan lebih luas lagi, lebih efektif lagi,&amp;rdquo; ujar Erick saat ditemui wartawan di gedung DPR/MPR, Senin (4/11/2024).
Pergantian orang nomor satu di BUMN minyak dan gas bumi (migas) diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar hari ini.

BACA JUGA:
Reaksi Bahlil soal Simon Aloysius Orang Terdekat Prabowo Jadi Dirut Pertamina

Sebelumnya, Simon menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina, berdasarkan Keputusan (SK) Menteri BUMN Nomor SK-128/MBU/06/2024 per 10 Juni 2024.
Erick dan Simon sudah bertemu, sebelum ditunjuk untuk mengisi posisi Direktur Utama Pertamina. Dalam kesempatan ini, Erick menitip beberapa poin yang harus dikerjakan pria kelahiran Sulawesi Utara itu.
&amp;ldquo;Dan saya sudah bertemu Pak Simon waktu menjadi Komut. Ada beberapa poin yang saya titipkan. Dan insya Allah saya yakin beliau bisa bekerja lebih maksimal,&amp;rdquo; paparnya.


Sejumlah pekerjaan rumah memang menanti Simon Aloysius. Beberapa  pekerjaan yang dinilai penting dan harus digenjot adalah menaikan volume  minyak mentah yang diproduksi dan siap dijual (lifting) hingga menekan  impor minyak mentah.
Pengamat Ekonomi Energi asal Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy  Radhi menilai, volume produksi dan impor minyak menjadi tugas utama BUMN  di sektor migas saat ini.
Lifting minyak di dalam negeri masih jauh dari target Anggaran  Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2024. Tercatat, lifting minyak bumi  periode semester I/2024 berada di angka 576.000 barel per hari (BOPD).
Realisasi tersebut hanya 91% dari target APBN 2024, yakni  635.000 barel minyak per hari. Adapun, produksi minyak Pertamina selama  2023 naik 10 persen dibanding produksi 2022. Produksi minyak Pertamina  melonjak dari 514.000 BOPD pada 2022 menjadi 566.000 BOPD di tahun lalu.
&amp;ldquo;Menaikkan lifting minyak gitu ya, jadi lifting minyak mentah selama  ini justru terjadi penurunan pada tahap yang sangat rendah,&amp;rdquo; ungkap  Fahmy.
Fahmy memandang pertamina masih perlu kerja keras agar lifting minyak  bumi bisa optimal. Salah satunya dengan memaksimalkan fasilitas  produksi alias kilang.
Sejauh ini Pertamina mencatatkan untung hingga triliunan rupiah  lantaran didukung oleh bisnis hilir. Misalnya, penjualan di Stasiun  Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Namun begitu, usaha di hilir  dipandang belum berhasil alias gagal.
&amp;ldquo;Kalau sampai sekarang masih untung, itu lebih pada sektor hilir,  maksudnya itu distribusi minyak di dalam negeri di SPBU dan sebagainya,  nah itu sangat wajar dia untung karena memperoleh hak monopoli, jadi  keuntungannya lebih banyak dari situ,&amp;rdquo; ucap Fahmy.</content:encoded></item></channel></rss>
