<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beli LPG Subsidi 3 Kg Tetap Pakai NIK</title><description>Bahlil Lahadalia memastikan penyaluran subsidi Liquefied Petroleum Gas  (LPG) 3 kilogram atau gas melon tidak mengalami perubahan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/04/320/3082144/beli-lpg-subsidi-3-kg-tetap-pakai-nik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/04/320/3082144/beli-lpg-subsidi-3-kg-tetap-pakai-nik"/><item><title>Beli LPG Subsidi 3 Kg Tetap Pakai NIK</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/04/320/3082144/beli-lpg-subsidi-3-kg-tetap-pakai-nik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/04/320/3082144/beli-lpg-subsidi-3-kg-tetap-pakai-nik</guid><pubDate>Senin 04 November 2024 19:52 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/04/320/3082144/beli-lpg-subsidi-3-kg-tetap-pakai-nik-5MVAhRLF7G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Beli LPG subsidi tetap pakai KTP (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/04/320/3082144/beli-lpg-subsidi-3-kg-tetap-pakai-nik-5MVAhRLF7G.jpg</image><title>Beli LPG subsidi tetap pakai KTP (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan penyaluran subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram atau gas melon tidak mengalami perubahan.
Artinya, penyalurannya masih menggunakan skema tertutup dengan pendaftaran melalui NIK seperti yang selama ini sudah dilakukan.

BACA JUGA:
Harga BBM hingga LPG Naik Usai Anggaran Subsidi Energi di 2025 Turun?

Masyarakat yang membutuhkan subsidi LPG akan diminta mendaftarkan NIK nya. Apabila masyarakat sudah terdaftar dalam sistem website Subsidi Tepat LPG maka berhak mendapatkan subsidi LPG tersebut.
&quot;Iya, seperti itu. Jadi pakai NIK ya, karena kalau tidak kan orang beli double-double,&quot; jelas Bahlil ketika ditemui di Kantornya, Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (4/11/2024).

BACA JUGA:
Disinggung Dirut Pertamina, Secanggih Apa LPG Terminal Tanjung Sekong?


Bahlil pun menargetkan proses pendaftaran subsidi LPG berbasis NIK ini paling lambat rampung pada kuartal pertama tahun depan.
&quot;Kami targetkan paling lambat di kuartal pertama tahun depan, paling lambat ya,&quot; pungkasnya.
Berbeda dengan LPG ini, Bahlil mengakui pemerintah masih mengkaji secara mendalam skema penyaluran subsidi BBM dan listrik.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8yOC8xLzE3ODkzMC81L3g4dnk2ZHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebab menurutnya, keputusan tersebut harus diambil dengan hati-hati  lantaran pihaknya masih menunggu laporan dari beberapa pihak seperti PT  Pertamina (Persero), BPH Migas dan PT PLN (Persero).
&quot;Namun untuk subsidi listrik, untuk subsidi listrik sama BBM, kami  masih melakukan  exercise secara mendalam karena kita harus hati2 karena  kita harus menunggu laporan dari teman-teman dari Pertamina, BPH Migas,  dan PLN secara mendalam,&quot; terang Bahlil.
&quot;Kalau sudah selesai dalam waktu tidak lama, satu minggu dari  sekarang, itu sudah ada formulasinya yang tepat untuk kami laporan  kepada Bapak Presiden,&quot; pungkas Bahlil.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan penyaluran subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram atau gas melon tidak mengalami perubahan.
Artinya, penyalurannya masih menggunakan skema tertutup dengan pendaftaran melalui NIK seperti yang selama ini sudah dilakukan.

BACA JUGA:
Harga BBM hingga LPG Naik Usai Anggaran Subsidi Energi di 2025 Turun?

Masyarakat yang membutuhkan subsidi LPG akan diminta mendaftarkan NIK nya. Apabila masyarakat sudah terdaftar dalam sistem website Subsidi Tepat LPG maka berhak mendapatkan subsidi LPG tersebut.
&quot;Iya, seperti itu. Jadi pakai NIK ya, karena kalau tidak kan orang beli double-double,&quot; jelas Bahlil ketika ditemui di Kantornya, Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (4/11/2024).

BACA JUGA:
Disinggung Dirut Pertamina, Secanggih Apa LPG Terminal Tanjung Sekong?


Bahlil pun menargetkan proses pendaftaran subsidi LPG berbasis NIK ini paling lambat rampung pada kuartal pertama tahun depan.
&quot;Kami targetkan paling lambat di kuartal pertama tahun depan, paling lambat ya,&quot; pungkasnya.
Berbeda dengan LPG ini, Bahlil mengakui pemerintah masih mengkaji secara mendalam skema penyaluran subsidi BBM dan listrik.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8yOC8xLzE3ODkzMC81L3g4dnk2ZHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebab menurutnya, keputusan tersebut harus diambil dengan hati-hati  lantaran pihaknya masih menunggu laporan dari beberapa pihak seperti PT  Pertamina (Persero), BPH Migas dan PT PLN (Persero).
&quot;Namun untuk subsidi listrik, untuk subsidi listrik sama BBM, kami  masih melakukan  exercise secara mendalam karena kita harus hati2 karena  kita harus menunggu laporan dari teman-teman dari Pertamina, BPH Migas,  dan PLN secara mendalam,&quot; terang Bahlil.
&quot;Kalau sudah selesai dalam waktu tidak lama, satu minggu dari  sekarang, itu sudah ada formulasinya yang tepat untuk kami laporan  kepada Bapak Presiden,&quot; pungkas Bahlil.</content:encoded></item></channel></rss>
