<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Beberkan Kondisi BUMN: 40 Sehat, 7 'Sakit-sakitan'</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir membeberkan kondisi terkini keuangan dan bisnis perusahaan negara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/04/320/3082181/erick-thohir-beberkan-kondisi-bumn-40-sehat-7-sakit-sakitan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/04/320/3082181/erick-thohir-beberkan-kondisi-bumn-40-sehat-7-sakit-sakitan"/><item><title>Erick Thohir Beberkan Kondisi BUMN: 40 Sehat, 7 'Sakit-sakitan'</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/04/320/3082181/erick-thohir-beberkan-kondisi-bumn-40-sehat-7-sakit-sakitan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/04/320/3082181/erick-thohir-beberkan-kondisi-bumn-40-sehat-7-sakit-sakitan</guid><pubDate>Senin 04 November 2024 21:47 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/04/320/3082181/erick-thohir-beberkan-kondisi-bumn-40-sehat-7-sakit-sakitan-NVBrknaDGj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir beberkan kondisi terkini BUMN (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/04/320/3082181/erick-thohir-beberkan-kondisi-bumn-40-sehat-7-sakit-sakitan-NVBrknaDGj.jpg</image><title>Erick Thohir beberkan kondisi terkini BUMN (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir membeberkan kondisi terkini keuangan dan bisnis perusahaan negara. Dari 47 BUMN, 40 perusahaan dinyatakan sehat dan tujuh lainnya &amp;lsquo;sakit-sakitan&amp;rsquo;.
Dia menyebut, 85% perseroan masih dalam kondisi membaik, sekalipun Kementerian BUMN bekerja lebih keras lagi agar bisa menyehatkan tujuh perusahaan yang merugi.
&amp;ldquo;Kita sampaikan juga, ini untuk menjawab pertemuan sebelumnya, berapa perusahaan BUMN yang masih dalam proses cash flow negatif atau rugi,&amp;rdquo; ujar Erick saat saat rapat kerja (raker) bersama Komisi VI DPR RI, Senin (4/11/2024).

BACA JUGA:
Merger BUMN Karya, Erick Thohir Bakal Temui Menteri PU


&amp;ldquo;Dari 47 BUMN, sekarang 40 BUMN itu sehat, 85%. Ada tujuh yang memang kita harus benar-benar kerja keras untuk beberapa tahun ke depan,&amp;rdquo; paparnya.
Adapun, tujuh BUMN &amp;lsquo;sakit-sakitan&amp;rsquo; di antaranya, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, alias KRAS, PT Bio Farma (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, atau WIKA, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, atau WSKT, PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Perum Perumnas, dan Perum PNRI.
Berikut penjelasan ihwal kondisi tujuh BUMN masih merugi:

BACA JUGA:
Soal Utang UMKM Dihapus, Erick Thohir: BUMN Dukung Program Presiden Prabowo


- Krakatau Steel
Erick menjelaskan, proses restrukturisasi keuangan KRAS sudah dilakukan sejak 2019. Hanya saja, insiden kebakaran Pabrik di Hot Strip Mill 1 (HSM1) di Cilegon, Banten, mengganggu operasional emiten secara menyeluruh.
&amp;ldquo;Misalnya Krakatau Steel, sebenarnya sudah terjadi restrukturisasi tahun 2019, cuman kemarin ada kebakaran, ini tentu mengganggu daripada operasional secara menyeluruh,&amp;rdquo; paparnya.
Sekalipun begitu, pemegang saham tetap mengambil beberapa inisiatif agar KRAS kembali pulih.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMC8yMS8xLzE4NjIzNy8zL2NjRW00RDJVMHdN&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
- Bio Farma
Holding BUMN Farmasi ini mengalami impairment atau penurunan nilai  aset, akibat pengadaan vaksin Covid-19 sepanjang pandemi. Kala itu, Bio  Farma ditugaskan pemerintah membeli jutaan dosis vaksin yang diproduksi  beberapa negara mitra.
&amp;ldquo;Tetapi tentu ketika Covid sudah tidak ada, sisa vaksinnya ya kita  mesti impairment. Karena memang kan sudah lewat expiring date-nya, jadi  itu saya rasa bukan sesuatu yang memang dilihat sebagai kerugian  negara,&amp;rdquo; ucap dia.
- Wijaya Karya
WIKA memang berhasil memperbaiki kinerja keuangan di semester I/2024.  Perusahaan konstruksi pelat merah ini membalik rugi menjadi laba di  paruh pertama tahun ini.
Dalam laporan keuangan, WIKA membukukan laba bersih Rp 401,95 miliar  di semester I/2024. Raihan ini berbalik dari posisi rugi Rp 1,88 triliun  pada semester I/2023 dan rugi sebesar Rp 1,13 triliun pada kuartal  I/2024.
Meski demikian, emiten masih dimasukan dalam kategori BUMN &amp;lsquo;sakit-sakitan&amp;rsquo;.
&amp;ldquo;Lalu kita juga Wijaya Karya, kemarin kita sudah ada jalan untuk  restrukturisasi, termasuk daripada Wika Realty yang kemarin over  expansion di tahun-tahun sebelumnya. Sekarang kita lagi lakukan  penelitian lebih dalam,&amp;rdquo; katanya.
- Waskita Karya
Erick menjelaskan, proses penyehatan WSKT masih berlanjut, setelah  perusahaan mendapat persetujuan restrukturisasi dari 21 bank dengan  nilai Rp26,3 triliun.
Hal ini ditandai dengan penandatanganan Master Restructuring  Agreement (MRA) antara Waskita Karya dengan 21 perbankan Himbara dan  swasta.
&amp;ldquo;Dan kita terus Wijaya Karya dan Waskita Karya ini kita sedang  menunggu surat persetujuan dari Bapak Menteri PU. Bagaimana kita bisa  konsolidasi dari tujuh karya menjadi tiga. Sehingga lebih sehat lagi,&amp;rdquo;  tutur dia.
- Jiwasraya
Berbeda dengan BUMN lainnya, Erick memastikan Jiwasraya bakal dilikuidasi alias dibubarkan.
- Perumnas
Perumnas harus fokus pada bisnis hunian vertikal. Karena itu,  Kementerian BUMN bakal mengarahkan perusahaan menggarap hunian  bertingkat.
&amp;ldquo;Lalu juga Perumnas ini kemarin kita sudah duduk, rencana di  dalamnya, di internal Kementerian BUMN bahwa untuk bisnis model Perumnas  ke depan tidak lagi landed house,&amp;rdquo; ucap Erick.
- PNRI
PNRI jadi salah satu BUMN yang kalah saing di pasar Tanah Air.  Pasalnya, bisnis di bidang percetakan kurang relevan dengan kondisi  pasar saat ini.
&amp;ldquo;PNRI ini sebenarnya percetakan. Ini karena dulu semuanya harus cetak  disini, surat-surat negara. Sekarang tentu dengan terbukanya market  tentu ini mulai kalah bersaing. Ini yang salah satu nanti kita akan  restrukturisasi seperti apa mengenai PNRI, tentu sejalan dengan yang  disampaikan,&amp;rdquo; jelas Erick.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir membeberkan kondisi terkini keuangan dan bisnis perusahaan negara. Dari 47 BUMN, 40 perusahaan dinyatakan sehat dan tujuh lainnya &amp;lsquo;sakit-sakitan&amp;rsquo;.
Dia menyebut, 85% perseroan masih dalam kondisi membaik, sekalipun Kementerian BUMN bekerja lebih keras lagi agar bisa menyehatkan tujuh perusahaan yang merugi.
&amp;ldquo;Kita sampaikan juga, ini untuk menjawab pertemuan sebelumnya, berapa perusahaan BUMN yang masih dalam proses cash flow negatif atau rugi,&amp;rdquo; ujar Erick saat saat rapat kerja (raker) bersama Komisi VI DPR RI, Senin (4/11/2024).

BACA JUGA:
Merger BUMN Karya, Erick Thohir Bakal Temui Menteri PU


&amp;ldquo;Dari 47 BUMN, sekarang 40 BUMN itu sehat, 85%. Ada tujuh yang memang kita harus benar-benar kerja keras untuk beberapa tahun ke depan,&amp;rdquo; paparnya.
Adapun, tujuh BUMN &amp;lsquo;sakit-sakitan&amp;rsquo; di antaranya, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, alias KRAS, PT Bio Farma (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, atau WIKA, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, atau WSKT, PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Perum Perumnas, dan Perum PNRI.
Berikut penjelasan ihwal kondisi tujuh BUMN masih merugi:

BACA JUGA:
Soal Utang UMKM Dihapus, Erick Thohir: BUMN Dukung Program Presiden Prabowo


- Krakatau Steel
Erick menjelaskan, proses restrukturisasi keuangan KRAS sudah dilakukan sejak 2019. Hanya saja, insiden kebakaran Pabrik di Hot Strip Mill 1 (HSM1) di Cilegon, Banten, mengganggu operasional emiten secara menyeluruh.
&amp;ldquo;Misalnya Krakatau Steel, sebenarnya sudah terjadi restrukturisasi tahun 2019, cuman kemarin ada kebakaran, ini tentu mengganggu daripada operasional secara menyeluruh,&amp;rdquo; paparnya.
Sekalipun begitu, pemegang saham tetap mengambil beberapa inisiatif agar KRAS kembali pulih.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMC8yMS8xLzE4NjIzNy8zL2NjRW00RDJVMHdN&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
- Bio Farma
Holding BUMN Farmasi ini mengalami impairment atau penurunan nilai  aset, akibat pengadaan vaksin Covid-19 sepanjang pandemi. Kala itu, Bio  Farma ditugaskan pemerintah membeli jutaan dosis vaksin yang diproduksi  beberapa negara mitra.
&amp;ldquo;Tetapi tentu ketika Covid sudah tidak ada, sisa vaksinnya ya kita  mesti impairment. Karena memang kan sudah lewat expiring date-nya, jadi  itu saya rasa bukan sesuatu yang memang dilihat sebagai kerugian  negara,&amp;rdquo; ucap dia.
- Wijaya Karya
WIKA memang berhasil memperbaiki kinerja keuangan di semester I/2024.  Perusahaan konstruksi pelat merah ini membalik rugi menjadi laba di  paruh pertama tahun ini.
Dalam laporan keuangan, WIKA membukukan laba bersih Rp 401,95 miliar  di semester I/2024. Raihan ini berbalik dari posisi rugi Rp 1,88 triliun  pada semester I/2023 dan rugi sebesar Rp 1,13 triliun pada kuartal  I/2024.
Meski demikian, emiten masih dimasukan dalam kategori BUMN &amp;lsquo;sakit-sakitan&amp;rsquo;.
&amp;ldquo;Lalu kita juga Wijaya Karya, kemarin kita sudah ada jalan untuk  restrukturisasi, termasuk daripada Wika Realty yang kemarin over  expansion di tahun-tahun sebelumnya. Sekarang kita lagi lakukan  penelitian lebih dalam,&amp;rdquo; katanya.
- Waskita Karya
Erick menjelaskan, proses penyehatan WSKT masih berlanjut, setelah  perusahaan mendapat persetujuan restrukturisasi dari 21 bank dengan  nilai Rp26,3 triliun.
Hal ini ditandai dengan penandatanganan Master Restructuring  Agreement (MRA) antara Waskita Karya dengan 21 perbankan Himbara dan  swasta.
&amp;ldquo;Dan kita terus Wijaya Karya dan Waskita Karya ini kita sedang  menunggu surat persetujuan dari Bapak Menteri PU. Bagaimana kita bisa  konsolidasi dari tujuh karya menjadi tiga. Sehingga lebih sehat lagi,&amp;rdquo;  tutur dia.
- Jiwasraya
Berbeda dengan BUMN lainnya, Erick memastikan Jiwasraya bakal dilikuidasi alias dibubarkan.
- Perumnas
Perumnas harus fokus pada bisnis hunian vertikal. Karena itu,  Kementerian BUMN bakal mengarahkan perusahaan menggarap hunian  bertingkat.
&amp;ldquo;Lalu juga Perumnas ini kemarin kita sudah duduk, rencana di  dalamnya, di internal Kementerian BUMN bahwa untuk bisnis model Perumnas  ke depan tidak lagi landed house,&amp;rdquo; ucap Erick.
- PNRI
PNRI jadi salah satu BUMN yang kalah saing di pasar Tanah Air.  Pasalnya, bisnis di bidang percetakan kurang relevan dengan kondisi  pasar saat ini.
&amp;ldquo;PNRI ini sebenarnya percetakan. Ini karena dulu semuanya harus cetak  disini, surat-surat negara. Sekarang tentu dengan terbukanya market  tentu ini mulai kalah bersaing. Ini yang salah satu nanti kita akan  restrukturisasi seperti apa mengenai PNRI, tentu sejalan dengan yang  disampaikan,&amp;rdquo; jelas Erick.</content:encoded></item></channel></rss>
