<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Biaya Produksi Jadi Penyebab Sritex Bangkrut</title><description>Ada berbagai faktor yang menyebabkan industri tekstil salah satunya PT Sritex bangkrut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/04/320/3082206/biaya-produksi-jadi-penyebab-sritex-bangkrut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/04/320/3082206/biaya-produksi-jadi-penyebab-sritex-bangkrut"/><item><title>Biaya Produksi Jadi Penyebab Sritex Bangkrut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/04/320/3082206/biaya-produksi-jadi-penyebab-sritex-bangkrut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/04/320/3082206/biaya-produksi-jadi-penyebab-sritex-bangkrut</guid><pubDate>Senin 04 November 2024 23:02 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Akbar Malik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/04/320/3082206/biaya-produksi-jadi-penyebab-sritex-bangkrut-ZcUOXaSzzy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Biaya produksi jadi penyebab Sritex bangkrut (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/04/320/3082206/biaya-produksi-jadi-penyebab-sritex-bangkrut-ZcUOXaSzzy.jpg</image><title>Biaya produksi jadi penyebab Sritex bangkrut (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Ada berbagai faktor yang menyebabkan industri tekstil salah satunya PT Sritex bangkrut. Di sisi lain, jaringan produksi yang dibangun tidak sebaik negara-negara tetangga, misalnya Vietnam.
&amp;ldquo;Jaringan produksi global tidak terintegrasi dengan baik sehingga industri kita kalah bersaing,&amp;rdquo; papar Ekonom asal Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi, Senin (4/11/2024).

BACA JUGA:
Kadin Ungkap 3 Upaya Pemerintah Selamatkan Sritex


Fithra menyebut, kendati pada pandemi Covid-19, PT Sritex menerima banyak pesanan, namun dilihat dari utang yang dimilikinya menjadi bukti bahwa perusahaan ini sudah mengalami kesulitan keuangan.
&amp;ldquo;Pada 2020 mengajukan perpanjangan utang, ini kan berarti perusahaan ini sudah mengalami kesulitan keuangan. Perbankan pun juga takut memberikan kredit sehingga mengenakan bunga premium yang cukup tinggi,&amp;rdquo; ungkap dia.

BACA JUGA:
Gercep, 20 Ribu Pekerja Sritex Terselamatkan


Dia menilai keluarnya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 8/2024 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor dianggap sebagai biang keladi pailitnya PT Sritex.
Kendati Kementerian Perdagangan sudah menyatakan bahwa Permendag 8/2024 bukan menjadi penyebab dari gulung tikar industri tekstil di Indonesia, namun masih ada pihak yang mengaitkannya.
Menurutnya industri tekstil di Indonesia sudah dalam kondisi tertekan sejak 10 tahun terakhir.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMC8yOS80LzE4NjQyMS8zL0s0OUhrQ09GMHR3&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Saya rasa bukan karena Permendagnya, tidak ada kausalitas. Mungkin  ada korelasi tapi bukan penyebabnya. Iklim makro industri tekstil sudah  tertekan sejak 10 tahun terakhir,&amp;rdquo; kata Fithra.
Fithra meminta pemerintah agar lebih holistik dalam menyelesaikan masalah Sritex yang juga bisa berdampak pada perekonomian.
Sebaliknya, ia menganggap keluarnya Permendag 8/2024 justru  menghasilkan banyak manfaat. Mengingat tujuan dari keluarnya Permendag  ini untuk merelaksasi barang-barang yang mengalami penumpukan di awal  tahun.
&amp;ldquo;Penumpukan barang (impor) semakin besar sehingga mengakibatkan ongos  logistik tinggi. Jadi saya kira Permendag ini manfaatnya jauh lebih  banyak, misalnya membuat smooth, karena jika barang terhambat juga akan  merugikan banyak UMKM kita,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ada berbagai faktor yang menyebabkan industri tekstil salah satunya PT Sritex bangkrut. Di sisi lain, jaringan produksi yang dibangun tidak sebaik negara-negara tetangga, misalnya Vietnam.
&amp;ldquo;Jaringan produksi global tidak terintegrasi dengan baik sehingga industri kita kalah bersaing,&amp;rdquo; papar Ekonom asal Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi, Senin (4/11/2024).

BACA JUGA:
Kadin Ungkap 3 Upaya Pemerintah Selamatkan Sritex


Fithra menyebut, kendati pada pandemi Covid-19, PT Sritex menerima banyak pesanan, namun dilihat dari utang yang dimilikinya menjadi bukti bahwa perusahaan ini sudah mengalami kesulitan keuangan.
&amp;ldquo;Pada 2020 mengajukan perpanjangan utang, ini kan berarti perusahaan ini sudah mengalami kesulitan keuangan. Perbankan pun juga takut memberikan kredit sehingga mengenakan bunga premium yang cukup tinggi,&amp;rdquo; ungkap dia.

BACA JUGA:
Gercep, 20 Ribu Pekerja Sritex Terselamatkan


Dia menilai keluarnya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 8/2024 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor dianggap sebagai biang keladi pailitnya PT Sritex.
Kendati Kementerian Perdagangan sudah menyatakan bahwa Permendag 8/2024 bukan menjadi penyebab dari gulung tikar industri tekstil di Indonesia, namun masih ada pihak yang mengaitkannya.
Menurutnya industri tekstil di Indonesia sudah dalam kondisi tertekan sejak 10 tahun terakhir.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMC8yOS80LzE4NjQyMS8zL0s0OUhrQ09GMHR3&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Saya rasa bukan karena Permendagnya, tidak ada kausalitas. Mungkin  ada korelasi tapi bukan penyebabnya. Iklim makro industri tekstil sudah  tertekan sejak 10 tahun terakhir,&amp;rdquo; kata Fithra.
Fithra meminta pemerintah agar lebih holistik dalam menyelesaikan masalah Sritex yang juga bisa berdampak pada perekonomian.
Sebaliknya, ia menganggap keluarnya Permendag 8/2024 justru  menghasilkan banyak manfaat. Mengingat tujuan dari keluarnya Permendag  ini untuk merelaksasi barang-barang yang mengalami penumpukan di awal  tahun.
&amp;ldquo;Penumpukan barang (impor) semakin besar sehingga mengakibatkan ongos  logistik tinggi. Jadi saya kira Permendag ini manfaatnya jauh lebih  banyak, misalnya membuat smooth, karena jika barang terhambat juga akan  merugikan banyak UMKM kita,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
