<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AHY Ungkap Fakta: Tanah di Jakarta Utara Ambles 1 Meter Setiap 10 Tahun</title><description>Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan fakta bahwa tanah di Jakarta Utara ambles 10 cm setiap tahun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/04/470/3082143/ahy-ungkap-fakta-tanah-di-jakarta-utara-ambles-1-meter-setiap-10-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/04/470/3082143/ahy-ungkap-fakta-tanah-di-jakarta-utara-ambles-1-meter-setiap-10-tahun"/><item><title>AHY Ungkap Fakta: Tanah di Jakarta Utara Ambles 1 Meter Setiap 10 Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/04/470/3082143/ahy-ungkap-fakta-tanah-di-jakarta-utara-ambles-1-meter-setiap-10-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/04/470/3082143/ahy-ungkap-fakta-tanah-di-jakarta-utara-ambles-1-meter-setiap-10-tahun</guid><pubDate>Senin 04 November 2024 19:46 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/04/470/3082143/ahy-ungkap-fakta-tanah-di-jakarta-utara-ambles-1-meter-setiap-10-tahun-8qEpXRHl90.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jakarta Utara tenggelam 1 meter setiap 10 tahun (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/04/470/3082143/ahy-ungkap-fakta-tanah-di-jakarta-utara-ambles-1-meter-setiap-10-tahun-8qEpXRHl90.jpg</image><title>Jakarta Utara tenggelam 1 meter setiap 10 tahun (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Menko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan fakta bahwa tanah di Jakarta tenggelam 10 cm setiap tahun.
Jika dikalkulasikan selama 10 tahun atau 2 periode Presiden, permukaan tanah di Jakarta khususnya bagian utara sudah tenggelam sekitar 1 meter.

BACA JUGA:
AHY Ungkap Nasib Kereta Cepat Jakarta-Surabaya di Era Prabowo


&quot;Muara Baru di Jakarta Utara ini juga termasuk daerah yang land subsidence-nya itu paling parah. Setiap tahun itu bisa turun permukaan tanahnya hingga 10 cm. Jadi kalau 10 tahun itu 1 meter,&quot; kata AHY di Jakarta Utara, Senin (4/11/2024).
Disatu sisi, AHY mengatakan permukaan air laut juga terus mengalami peningkatan akibat pemanasan global. Fenomena inilah yang menurutnya mengancam tenggelamnya wilayah pesisir Jakarta.

BACA JUGA:
Menko Infrastruktur AHY Minta Menhub Turunkan Biaya Logistik


&quot;Satu meter itu cukup dalam, tentunya ini bisa terjadi banjir (rob). Kita perlu memproyeksikan bagaimana Jakarta 5, 10, 20 tahun kedepan, apa yang sebetulnya menjadi tantangan kita,&quot; tambah AHY.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOC8yNy8xLzE4NDQyNi81L3g5NG90Y2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurutnya, penurunan muka tanah juga dipercepat salah satunya akibat  pengambilan air tanah oleh masyarakat. Sehingga salah satu yang menjadi  solusi dari pemerintah adalah menekan penggunaan air tanah.
AHY menjelaskan, Jakarta telah terdapat 3 SPAM tambahan yang nantinya  berguna untuk menyuplai kebutuhan air masyarakat. Seperti SPAM Regional  Jatiluhur I, SPAM Regional Karian-Serpong, dan SPAM Ir. H. Djuanda.
SPAM Regional Jatiluhur I mampu menyediakan air 4.000 liter per  detik, SPAM Regional Karian-Serpong 3.200 liter per detik, dan SPAM Ir.  H. Djuanda dengan indikasi sebesar 2.054 liter per detik.
&quot;Kementerian PU selama ini berupaya juga untuk menambah suplai air  dari Jatiluhur, dari Karian yang tengah dibangun saat ini agar cukup  atau paling tidak mengurangi kebutuhan kita mengambil air tanah,&quot;  pungkas AHY.


</description><content:encoded>JAKARTA - Menko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan fakta bahwa tanah di Jakarta tenggelam 10 cm setiap tahun.
Jika dikalkulasikan selama 10 tahun atau 2 periode Presiden, permukaan tanah di Jakarta khususnya bagian utara sudah tenggelam sekitar 1 meter.

BACA JUGA:
AHY Ungkap Nasib Kereta Cepat Jakarta-Surabaya di Era Prabowo


&quot;Muara Baru di Jakarta Utara ini juga termasuk daerah yang land subsidence-nya itu paling parah. Setiap tahun itu bisa turun permukaan tanahnya hingga 10 cm. Jadi kalau 10 tahun itu 1 meter,&quot; kata AHY di Jakarta Utara, Senin (4/11/2024).
Disatu sisi, AHY mengatakan permukaan air laut juga terus mengalami peningkatan akibat pemanasan global. Fenomena inilah yang menurutnya mengancam tenggelamnya wilayah pesisir Jakarta.

BACA JUGA:
Menko Infrastruktur AHY Minta Menhub Turunkan Biaya Logistik


&quot;Satu meter itu cukup dalam, tentunya ini bisa terjadi banjir (rob). Kita perlu memproyeksikan bagaimana Jakarta 5, 10, 20 tahun kedepan, apa yang sebetulnya menjadi tantangan kita,&quot; tambah AHY.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOC8yNy8xLzE4NDQyNi81L3g5NG90Y2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurutnya, penurunan muka tanah juga dipercepat salah satunya akibat  pengambilan air tanah oleh masyarakat. Sehingga salah satu yang menjadi  solusi dari pemerintah adalah menekan penggunaan air tanah.
AHY menjelaskan, Jakarta telah terdapat 3 SPAM tambahan yang nantinya  berguna untuk menyuplai kebutuhan air masyarakat. Seperti SPAM Regional  Jatiluhur I, SPAM Regional Karian-Serpong, dan SPAM Ir. H. Djuanda.
SPAM Regional Jatiluhur I mampu menyediakan air 4.000 liter per  detik, SPAM Regional Karian-Serpong 3.200 liter per detik, dan SPAM Ir.  H. Djuanda dengan indikasi sebesar 2.054 liter per detik.
&quot;Kementerian PU selama ini berupaya juga untuk menambah suplai air  dari Jatiluhur, dari Karian yang tengah dibangun saat ini agar cukup  atau paling tidak mengurangi kebutuhan kita mengambil air tanah,&quot;  pungkas AHY.


</content:encoded></item></channel></rss>
