<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Setoran Devisa Pekerja Migran Tembus Rp227 Triliun per Tahun, Terbesar Kedua Setelah Migas</title><description>Setoran devisa dari pekerja migran tembus Rp277 triliun per tahun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/05/320/3082574/setoran-devisa-pekerja-migran-tembus-rp227-triliun-per-tahun-terbesar-kedua-setelah-migas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/05/320/3082574/setoran-devisa-pekerja-migran-tembus-rp227-triliun-per-tahun-terbesar-kedua-setelah-migas"/><item><title>Setoran Devisa Pekerja Migran Tembus Rp227 Triliun per Tahun, Terbesar Kedua Setelah Migas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/05/320/3082574/setoran-devisa-pekerja-migran-tembus-rp227-triliun-per-tahun-terbesar-kedua-setelah-migas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/05/320/3082574/setoran-devisa-pekerja-migran-tembus-rp227-triliun-per-tahun-terbesar-kedua-setelah-migas</guid><pubDate>Selasa 05 November 2024 19:30 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/05/320/3082574/setoran-devisa-pekerja-migran-tembus-rp227-triliun-per-tahun-terbesar-kedua-setelah-migas-NWJKNyJ57a.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Setoran devisa pekerja migran terbesar nomor dua setelah migas (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/05/320/3082574/setoran-devisa-pekerja-migran-tembus-rp227-triliun-per-tahun-terbesar-kedua-setelah-migas-NWJKNyJ57a.jpg</image><title>Setoran devisa pekerja migran terbesar nomor dua setelah migas (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Setoran devisa dari pekerja migran tembus Rp277 triliun per tahun. Jumlah ini adalah yang terbesar kedua setelah pendapatan dari minyak dan gas (Migas).
&quot;Pekerja Migran kita ini setiap tahun rata-rata Rp 227 triliun devisa yang dihasilkan untuk negara. Jadi nomor dua terbesar setelah Migas,&quot; ujar Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (5/11/2024).

BACA JUGA:
Dipanggil Prabowo, Karding Diminta Fokus Urus soal Pekerja Migran


Karding pun mengatakan bahwa jika bisa dimaksimalkan dari hulu ke hilir, maka devisa dari para pekerja migran bisa menyalip devisa Migas.
&quot;Tapi syaratnya bahwa kementerian luar negeri, Semua kementerian KL ini harus menjadikan diplomasi pekerja migran ini menjadi target diplomasi kita ke depan,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
APPI Minta Pekerja Migran yang Meresahkan di Jepang Ditindak Tegas


Selain itu, kata Karding, perlindungan pekerja migran harus tetap dimaksimalkan sesuai dengan mandat dari Presiden Prabowo Subianto. &quot;Kita akan perbaiki mulai dari perekrutan, penempatan, sampai nanti pasca, purna. Ini akan kita kelola dari hulu ke hilir sedemikian rupa.&quot;
&quot;Intinya bahwa seluruh pekerja itu terutama pekerja-pekerja domestik ini mulai kita kurangi. Tapi kita akan perbanyak yang pekerja yang skill atau high skill. Yang low skill kita kurangi sedikit, pelan-pelan kita kurangi Tapi kita ketatkan syarat-syaratnya supaya tidak mudah dieksploitasi,&quot; tegasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOS8wMy8xLzE4NDY4Mi81L3g5NTIxaHc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Karding meyakini bahwa sektor pekerja migran ini akan banyak membantu  pemerintah terutama mengurai pengangguran yang ada dalam negeri.
&quot;Itu akan bisa kita lakukan. Kalau lihat kementerian pekerja migran  Filipina, Mereka bisa mendapatkan 20% devisa negara, pendapatan negara  itu dari pekerja migran. Nah kita negara besar, punya sumber daya yang  bagus, Masa kita tidak bisa mengikuti Filipina ? paling tidak?&quot;  pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Setoran devisa dari pekerja migran tembus Rp277 triliun per tahun. Jumlah ini adalah yang terbesar kedua setelah pendapatan dari minyak dan gas (Migas).
&quot;Pekerja Migran kita ini setiap tahun rata-rata Rp 227 triliun devisa yang dihasilkan untuk negara. Jadi nomor dua terbesar setelah Migas,&quot; ujar Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (5/11/2024).

BACA JUGA:
Dipanggil Prabowo, Karding Diminta Fokus Urus soal Pekerja Migran


Karding pun mengatakan bahwa jika bisa dimaksimalkan dari hulu ke hilir, maka devisa dari para pekerja migran bisa menyalip devisa Migas.
&quot;Tapi syaratnya bahwa kementerian luar negeri, Semua kementerian KL ini harus menjadikan diplomasi pekerja migran ini menjadi target diplomasi kita ke depan,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
APPI Minta Pekerja Migran yang Meresahkan di Jepang Ditindak Tegas


Selain itu, kata Karding, perlindungan pekerja migran harus tetap dimaksimalkan sesuai dengan mandat dari Presiden Prabowo Subianto. &quot;Kita akan perbaiki mulai dari perekrutan, penempatan, sampai nanti pasca, purna. Ini akan kita kelola dari hulu ke hilir sedemikian rupa.&quot;
&quot;Intinya bahwa seluruh pekerja itu terutama pekerja-pekerja domestik ini mulai kita kurangi. Tapi kita akan perbanyak yang pekerja yang skill atau high skill. Yang low skill kita kurangi sedikit, pelan-pelan kita kurangi Tapi kita ketatkan syarat-syaratnya supaya tidak mudah dieksploitasi,&quot; tegasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOS8wMy8xLzE4NDY4Mi81L3g5NTIxaHc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Karding meyakini bahwa sektor pekerja migran ini akan banyak membantu  pemerintah terutama mengurai pengangguran yang ada dalam negeri.
&quot;Itu akan bisa kita lakukan. Kalau lihat kementerian pekerja migran  Filipina, Mereka bisa mendapatkan 20% devisa negara, pendapatan negara  itu dari pekerja migran. Nah kita negara besar, punya sumber daya yang  bagus, Masa kita tidak bisa mengikuti Filipina ? paling tidak?&quot;  pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
