<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gibran Ingatkan Kepala Daerah: Jangan Ada Kebocoran Anggaran</title><description>Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengingatkan Kepala Daerah agar tidak ada kebocoran anggaran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/07/320/3083366/gibran-ingatkan-kepala-daerah-jangan-ada-kebocoran-anggaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/07/320/3083366/gibran-ingatkan-kepala-daerah-jangan-ada-kebocoran-anggaran"/><item><title>Gibran Ingatkan Kepala Daerah: Jangan Ada Kebocoran Anggaran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/07/320/3083366/gibran-ingatkan-kepala-daerah-jangan-ada-kebocoran-anggaran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/07/320/3083366/gibran-ingatkan-kepala-daerah-jangan-ada-kebocoran-anggaran</guid><pubDate>Kamis 07 November 2024 20:06 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/07/320/3083366/gibran-ingatkan-kepala-daerah-jangan-ada-kebocoran-anggaran-2j9X4nNsRO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gibran ingatkan Kepala Daerah agar tak ada kebocoran anggaran (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/07/320/3083366/gibran-ingatkan-kepala-daerah-jangan-ada-kebocoran-anggaran-2j9X4nNsRO.jpg</image><title>Gibran ingatkan Kepala Daerah agar tak ada kebocoran anggaran (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengingatkan Kepala Daerah agar tidak ada kebocoran anggaran. Dia juga menekankan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada Kepala Daerah seluruh Indonesia untuk pencegahan korupsi.
Wapres Gibran menceritakan tentang pertama kali dilantik menjadi Wali Kota Solo dimana pertumbuhan ekonominya saat itu minus 1,74%. Kemudian, dia mengatakan bahwa butuh kerja keras dan kerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di bawah koordinasi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

BACA JUGA:
Gibran: Pertumbuhan Ekonomi Papua Barat Luar Biasa


&amp;ldquo;Dulu saya ingat sekali, pertama kali dilantik menjadi wali kota, itu pada waktu Covid-19, pertumbuhan ekonominya Solo itu minus 1,74 persen. Lalu kita kerja keras, kerja sama dengan TPID. Ini kebetulan kalau Pak Mendagri tiap Senin rajin mengontrol inflasi di tiap-tiap kota. Minus 1,74 persen, lalu naik 4 persen, lalu naik lagi ke 6,25 persen. Jadi sekali lagi Bapak Ibu ini butuh kerja keras kita semua,&amp;rdquo; cerita Wapres Gibran di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun 2024, di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/11/2024).

BACA JUGA:
Wapres Gibran ke Forkopimda: Kompak Tak Ada Lagi Ego Sektoral


Wapres Gibran pun mengatakan pentingnya menjaga Monitoring Center for Prevention (MCP) yang merupakan salah satu bagian untuk pencegahan korupsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dia mengatakan bahwa angka MCP yang tinggi diantaranya Surakarta, Bali, hingga Sragen.
&amp;ldquo;Lalu satu lagi, ini ada MCP. Ini kepala daerah pasti tahu MCP,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMS8wNy8xLzE4NjU2My8zL01sNjZUa1QwUjZ3&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Ini paling tinggi, oh ada yang dari Surakarta juga. Ada yang dari  Surakarta? Pak PJ Wali? Hah? Nggak ada? Waduh. Waduh, waduh, waduh,  waduh. Nanti saya cari. Ada? Oh ada, ada, ada. Maaf,&amp;rdquo; katanya.
&amp;ldquo;Oke, ini yang paling tinggi Bali, Surakarta, Sragen. Jadi ini penting sekali Bapak Ibu,&amp;rdquo; tambah Wapres Gibran.
Ketika menjadi Wali Kota, kata Gibran, angka MCP Solo termasuk rendah  di angka 65%. Namun, bisa naik di angka 80 hingga 90%. &amp;ldquo;Dulu juga sama,  waktu saya pertama kali dilantik Solo itu termasuk rendah cuma 65%,  lalu kita naikkan ke 80%, 90%.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Ini penting sekali Bapak Ibu karena Pak Presiden Prabowo menekankan  untuk masalah pencegahan korupsi dan juga menutup kebocoran-kebocoran.  Jadi MCP ini adalah salah satu indikator dari KPK. Ini perlu diseriusi,&amp;rdquo;  ujar Wapres Gibran.
&amp;ldquo;Saya tidak akan menampilkan yang kota-kota yang rendah, tapi saya  mohon sekali lagi Bapak Ibu untuk bisa belajar dan juga meniru kota-kota  yang sudah berhasil,&amp;rdquo; imbaunya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengingatkan Kepala Daerah agar tidak ada kebocoran anggaran. Dia juga menekankan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada Kepala Daerah seluruh Indonesia untuk pencegahan korupsi.
Wapres Gibran menceritakan tentang pertama kali dilantik menjadi Wali Kota Solo dimana pertumbuhan ekonominya saat itu minus 1,74%. Kemudian, dia mengatakan bahwa butuh kerja keras dan kerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di bawah koordinasi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

BACA JUGA:
Gibran: Pertumbuhan Ekonomi Papua Barat Luar Biasa


&amp;ldquo;Dulu saya ingat sekali, pertama kali dilantik menjadi wali kota, itu pada waktu Covid-19, pertumbuhan ekonominya Solo itu minus 1,74 persen. Lalu kita kerja keras, kerja sama dengan TPID. Ini kebetulan kalau Pak Mendagri tiap Senin rajin mengontrol inflasi di tiap-tiap kota. Minus 1,74 persen, lalu naik 4 persen, lalu naik lagi ke 6,25 persen. Jadi sekali lagi Bapak Ibu ini butuh kerja keras kita semua,&amp;rdquo; cerita Wapres Gibran di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun 2024, di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/11/2024).

BACA JUGA:
Wapres Gibran ke Forkopimda: Kompak Tak Ada Lagi Ego Sektoral


Wapres Gibran pun mengatakan pentingnya menjaga Monitoring Center for Prevention (MCP) yang merupakan salah satu bagian untuk pencegahan korupsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dia mengatakan bahwa angka MCP yang tinggi diantaranya Surakarta, Bali, hingga Sragen.
&amp;ldquo;Lalu satu lagi, ini ada MCP. Ini kepala daerah pasti tahu MCP,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMS8wNy8xLzE4NjU2My8zL01sNjZUa1QwUjZ3&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Ini paling tinggi, oh ada yang dari Surakarta juga. Ada yang dari  Surakarta? Pak PJ Wali? Hah? Nggak ada? Waduh. Waduh, waduh, waduh,  waduh. Nanti saya cari. Ada? Oh ada, ada, ada. Maaf,&amp;rdquo; katanya.
&amp;ldquo;Oke, ini yang paling tinggi Bali, Surakarta, Sragen. Jadi ini penting sekali Bapak Ibu,&amp;rdquo; tambah Wapres Gibran.
Ketika menjadi Wali Kota, kata Gibran, angka MCP Solo termasuk rendah  di angka 65%. Namun, bisa naik di angka 80 hingga 90%. &amp;ldquo;Dulu juga sama,  waktu saya pertama kali dilantik Solo itu termasuk rendah cuma 65%,  lalu kita naikkan ke 80%, 90%.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Ini penting sekali Bapak Ibu karena Pak Presiden Prabowo menekankan  untuk masalah pencegahan korupsi dan juga menutup kebocoran-kebocoran.  Jadi MCP ini adalah salah satu indikator dari KPK. Ini perlu diseriusi,&amp;rdquo;  ujar Wapres Gibran.
&amp;ldquo;Saya tidak akan menampilkan yang kota-kota yang rendah, tapi saya  mohon sekali lagi Bapak Ibu untuk bisa belajar dan juga meniru kota-kota  yang sudah berhasil,&amp;rdquo; imbaunya.</content:encoded></item></channel></rss>
