<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Trump Menang, Mendag Bicara Penguatan UMKM Tembus Pasar Dunia</title><description>Budi Santoso menyadari pentingnya daya saing dalam menghadapi tantangan industri global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/08/320/3083594/trump-menang-mendag-bicara-penguatan-umkm-tembus-pasar-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/08/320/3083594/trump-menang-mendag-bicara-penguatan-umkm-tembus-pasar-dunia"/><item><title>Trump Menang, Mendag Bicara Penguatan UMKM Tembus Pasar Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/08/320/3083594/trump-menang-mendag-bicara-penguatan-umkm-tembus-pasar-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/08/320/3083594/trump-menang-mendag-bicara-penguatan-umkm-tembus-pasar-dunia</guid><pubDate>Jum'at 08 November 2024 13:40 WIB</pubDate><dc:creator>Fitria Azizah Banowati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/08/320/3083594/trump-menang-mendag-bicara-penguatan-umkm-tembus-pasar-dunia-aThimmQBoj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendag Budi Santoso Siapkan Daya Saing UMKM. (Foto: Okezone.com/Banoo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/08/320/3083594/trump-menang-mendag-bicara-penguatan-umkm-tembus-pasar-dunia-aThimmQBoj.jpg</image><title>Mendag Budi Santoso Siapkan Daya Saing UMKM. (Foto: Okezone.com/Banoo)</title></images><description>JAKARTA -  Menteri Perdagangan Budi Santoso menyadari pentingnya daya saing dalam menghadapi tantangan industri global. Apalagi setelah Pilpres AS yang dimenangi Donald Trump.
Budi menilai perlunya strategi khusus untuk meningkatkan dan memperbaiki daya saing industri khususnya di sektor UMKM ekspor. Program ini terus didorong untuk segera terealisasi.
Selain itu, timnya sudah menyusun strategi dengan membentuk forum komunikasi rutin per 2-3 bulan sekali antara pelaku UMKM dan perwakilan pemasaran untuk membuat bisnis matching dalam mempromosikan produk-produk UMKM.

BACA JUGA:
Tak Semua Utang UMKM, Nelayan dan Petani Dihapus, Ini Penjelasannya

&amp;ldquo;Nah tadi tadi belum disepakati kan ada yang minta per 2 bulan sekali, per 3 bulan sekali. Nanti habis ini akan diundang oleh Dirjen PPN untuk kelanjutan ini,&quot; kata Budi di  Kementerian Perdagangan, Jumat (8/11/2024).
&amp;ldquo;Misalnya membahas mengenai perizinan, membahas mengenai promosi. Membahas mengenai perpajakan ya karena teman teman ini di UMKM kan programnya macam macam itu,&amp;rdquo; tambahnya.
Hal tersebut fokus pada peningkatan daya saing UMKM dengan memberikan pelatihan dan pendampingan, terutama dalam hal desain produk dan manajemen ekspor.

BACA JUGA:
Menteri UMKM Pastikan Penghentian Sementara Layanan InterActive QRIS Tak Rugikan UMKM

&amp;ldquo;Misalnya pendampingan untuk desain produk. Jadi kemarin ada permintaan rotan, misalnya supaya ada prototype produk tertentu dari rotan. Karena kemarin tahun kemarin tahun ini ekspor dari hasil pendampingan desain itu ternyata laku keras&amp;rdquo; ujarnya.
Selain itu, Kemendag juga memperkuat akses pasar dengan melibatkan perwakilan pemasaran untuk mencarikan buyer dan agregator terpercaya di luar negeri.
Hal ini juga mencakup pemahaman tren impor yang masuk ke Indonesia, dengan tujuan untuk meningkatkan ekspor dan mengurangi ketergantungan pada barang impor.Ke depan, Kemendag berkomitmen untuk terus memperbanyak pendampingan bagi UMKM dan memfasilitasi mereka agar dapat bersaing, baik di pasar domestik maupun internasional.
Dengan strategi ini, Kemendag berharap dapat menciptakan produk UMKM yang tidak hanya memiliki daya saing di luar negeri, tetapi juga dapat mengurangi impor dan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA -  Menteri Perdagangan Budi Santoso menyadari pentingnya daya saing dalam menghadapi tantangan industri global. Apalagi setelah Pilpres AS yang dimenangi Donald Trump.
Budi menilai perlunya strategi khusus untuk meningkatkan dan memperbaiki daya saing industri khususnya di sektor UMKM ekspor. Program ini terus didorong untuk segera terealisasi.
Selain itu, timnya sudah menyusun strategi dengan membentuk forum komunikasi rutin per 2-3 bulan sekali antara pelaku UMKM dan perwakilan pemasaran untuk membuat bisnis matching dalam mempromosikan produk-produk UMKM.

BACA JUGA:
Tak Semua Utang UMKM, Nelayan dan Petani Dihapus, Ini Penjelasannya

&amp;ldquo;Nah tadi tadi belum disepakati kan ada yang minta per 2 bulan sekali, per 3 bulan sekali. Nanti habis ini akan diundang oleh Dirjen PPN untuk kelanjutan ini,&quot; kata Budi di  Kementerian Perdagangan, Jumat (8/11/2024).
&amp;ldquo;Misalnya membahas mengenai perizinan, membahas mengenai promosi. Membahas mengenai perpajakan ya karena teman teman ini di UMKM kan programnya macam macam itu,&amp;rdquo; tambahnya.
Hal tersebut fokus pada peningkatan daya saing UMKM dengan memberikan pelatihan dan pendampingan, terutama dalam hal desain produk dan manajemen ekspor.

BACA JUGA:
Menteri UMKM Pastikan Penghentian Sementara Layanan InterActive QRIS Tak Rugikan UMKM

&amp;ldquo;Misalnya pendampingan untuk desain produk. Jadi kemarin ada permintaan rotan, misalnya supaya ada prototype produk tertentu dari rotan. Karena kemarin tahun kemarin tahun ini ekspor dari hasil pendampingan desain itu ternyata laku keras&amp;rdquo; ujarnya.
Selain itu, Kemendag juga memperkuat akses pasar dengan melibatkan perwakilan pemasaran untuk mencarikan buyer dan agregator terpercaya di luar negeri.
Hal ini juga mencakup pemahaman tren impor yang masuk ke Indonesia, dengan tujuan untuk meningkatkan ekspor dan mengurangi ketergantungan pada barang impor.Ke depan, Kemendag berkomitmen untuk terus memperbanyak pendampingan bagi UMKM dan memfasilitasi mereka agar dapat bersaing, baik di pasar domestik maupun internasional.
Dengan strategi ini, Kemendag berharap dapat menciptakan produk UMKM yang tidak hanya memiliki daya saing di luar negeri, tetapi juga dapat mengurangi impor dan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
