<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPJS Kesehatan Terancam Defisit Rp20 Triliun di 2024</title><description>BPJS Kesehatan terancam mengalami defisit keuangan sekitar Rp20 triliun sepanjang 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/11/320/3084585/bpjs-kesehatan-terancam-defisit-rp20-triliun-di-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/11/320/3084585/bpjs-kesehatan-terancam-defisit-rp20-triliun-di-2024"/><item><title>BPJS Kesehatan Terancam Defisit Rp20 Triliun di 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/11/320/3084585/bpjs-kesehatan-terancam-defisit-rp20-triliun-di-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/11/320/3084585/bpjs-kesehatan-terancam-defisit-rp20-triliun-di-2024</guid><pubDate>Senin 11 November 2024 16:43 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/11/320/3084585/bpjs-kesehatan-terancam-defisit-rp20-triliun-di-2024-KDwzzhIp6L.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BPJS Kesehatan terancam defisit Rp20 triliun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/11/320/3084585/bpjs-kesehatan-terancam-defisit-rp20-triliun-di-2024-KDwzzhIp6L.jpg</image><title>BPJS Kesehatan terancam defisit Rp20 triliun (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - BPJS Kesehatan terancam mengalami defisit keuangan sekitar Rp20 triliun sepanjang 2024. Defisit akan membuat BPJS Kesehatan mengalami gagal bayar klaim kepada peserta akibat defisit yang membengkak.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan kondisi defisit ini terjadi karena klaim kesehatan yang dibayarkan kepada peserta lebih besar daripada premi yang terima dari para anggota JKN.

BACA JUGA:
Iuran BPJS Kesehatan Naik Pertengahan 2025

&quot;Kalau tahun ini potensi defisit itu tidak banyak, kira kira Rp20 triliunan. Mungkin tidak ada gagal bayar sampai tahun 2026. Makanya mau disesuaikan (pembayaran iuran peserta) tahun 2025,&quot; kata Ali di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Senin (11/11/2024).
Ali menjelaskan saat ini pihaknya tengah mengajukan kepada Presiden Prabowo untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Harapannya langkah ini bisa menekan defisit BPJS Kesehatan dan menghindari kondisi gagal bayar klaim.

BACA JUGA:
Syarat dan Cara Membuat BPJS Gratis 2024

Targetnya, pada pertengahan tahun 2025 telah disusun tarif baru iuran BPJS Kesehatan bagi para peserta JKN. &quot;Nanti Juni atau Juli 2025, akan ditentukan kira - kira berapa iuran, target manfaat, dan juga tarif,&quot; tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan, Mahlil Ruby menambahkan pada tahun 2024 peserta BPJS Kesehatan bertambah sekitar 30 juta baru. Pertambahan ini akhirnya membuat klaim yang dibayarkan juga ikut meningkat.


Di satu sisi, Mahlil menjelaskan dari peserta baru itu yang masih  aktif menjadi peserta atau membayar premi secara rutin hanya sebanyak 7  juta. &quot;Itu fenomena bocor, jadi lebih besar yang kita rekrut, kecil yang  menjadi uang,&quot; tambah Mahlil.
Menurutnya, kondisi premi yang stagnan ini disebabkan oleh kenaikan  upah yang rendah, peserta aktif di dominasi kelas 3, hingga validasi  data yang kurang tepat.
Sedangkan peningkatan cost yang ditanggung BPJS Kesehatan bersumber  dari peningkatan akses alias adanya tambahan faskes dan kapasitas,  peningkatan kasus penyakit berbiaya mahal, peningkatan kelas RS,  kunjungan RS didominasi oleh peserta penyakit kronis, hingga potensi  fraud.
&quot;Saya ingin mengatakan bahwa kalau kita tidak melakukan sesuatu  kebijakan apapun, maka pada tahun 2026 kita akan defisit atau aset  negatif. Gagal bayar bisa terjadi pada Maret 2026,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - BPJS Kesehatan terancam mengalami defisit keuangan sekitar Rp20 triliun sepanjang 2024. Defisit akan membuat BPJS Kesehatan mengalami gagal bayar klaim kepada peserta akibat defisit yang membengkak.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan kondisi defisit ini terjadi karena klaim kesehatan yang dibayarkan kepada peserta lebih besar daripada premi yang terima dari para anggota JKN.

BACA JUGA:
Iuran BPJS Kesehatan Naik Pertengahan 2025

&quot;Kalau tahun ini potensi defisit itu tidak banyak, kira kira Rp20 triliunan. Mungkin tidak ada gagal bayar sampai tahun 2026. Makanya mau disesuaikan (pembayaran iuran peserta) tahun 2025,&quot; kata Ali di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Senin (11/11/2024).
Ali menjelaskan saat ini pihaknya tengah mengajukan kepada Presiden Prabowo untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Harapannya langkah ini bisa menekan defisit BPJS Kesehatan dan menghindari kondisi gagal bayar klaim.

BACA JUGA:
Syarat dan Cara Membuat BPJS Gratis 2024

Targetnya, pada pertengahan tahun 2025 telah disusun tarif baru iuran BPJS Kesehatan bagi para peserta JKN. &quot;Nanti Juni atau Juli 2025, akan ditentukan kira - kira berapa iuran, target manfaat, dan juga tarif,&quot; tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan, Mahlil Ruby menambahkan pada tahun 2024 peserta BPJS Kesehatan bertambah sekitar 30 juta baru. Pertambahan ini akhirnya membuat klaim yang dibayarkan juga ikut meningkat.


Di satu sisi, Mahlil menjelaskan dari peserta baru itu yang masih  aktif menjadi peserta atau membayar premi secara rutin hanya sebanyak 7  juta. &quot;Itu fenomena bocor, jadi lebih besar yang kita rekrut, kecil yang  menjadi uang,&quot; tambah Mahlil.
Menurutnya, kondisi premi yang stagnan ini disebabkan oleh kenaikan  upah yang rendah, peserta aktif di dominasi kelas 3, hingga validasi  data yang kurang tepat.
Sedangkan peningkatan cost yang ditanggung BPJS Kesehatan bersumber  dari peningkatan akses alias adanya tambahan faskes dan kapasitas,  peningkatan kasus penyakit berbiaya mahal, peningkatan kelas RS,  kunjungan RS didominasi oleh peserta penyakit kronis, hingga potensi  fraud.
&quot;Saya ingin mengatakan bahwa kalau kita tidak melakukan sesuatu  kebijakan apapun, maka pada tahun 2026 kita akan defisit atau aset  negatif. Gagal bayar bisa terjadi pada Maret 2026,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
