<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 BUMN Dapat Tugas Khusus dari Erick Thohir Garap 3 Juta Rumah</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir menugaskan tiga perusahaan negara untuk mendorong pembangunan 3 juta rumah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/11/470/3084505/3-bumn-dapat-tugas-khusus-dari-erick-thohir-garap-3-juta-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/11/470/3084505/3-bumn-dapat-tugas-khusus-dari-erick-thohir-garap-3-juta-rumah"/><item><title>3 BUMN Dapat Tugas Khusus dari Erick Thohir Garap 3 Juta Rumah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/11/470/3084505/3-bumn-dapat-tugas-khusus-dari-erick-thohir-garap-3-juta-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/11/470/3084505/3-bumn-dapat-tugas-khusus-dari-erick-thohir-garap-3-juta-rumah</guid><pubDate>Senin 11 November 2024 13:39 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/11/470/3084505/3-bumn-dapat-tugas-khusus-dari-erick-thohir-garap-3-juta-rumah-dJ44fRdLf8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick tugaskan 3 BUMN dorong program 3 juta rumah Prabowo (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/11/470/3084505/3-bumn-dapat-tugas-khusus-dari-erick-thohir-garap-3-juta-rumah-dJ44fRdLf8.jpg</image><title>Erick tugaskan 3 BUMN dorong program 3 juta rumah Prabowo (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menugaskan tiga perusahaan negara untuk mendorong pembangunan 3 juta rumah. Pembangunan 3 juta rumah adalah program utama Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ketiga BUMN yang menerima penugasan diantaranya PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, alias SMGR, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, atau BBTN, dan Perum Perumnas.

BACA JUGA:
Gratis, Bangun 3 Juta Rumah di Tanah Sitaan Koruptor

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian BUMN, penugasan tersebut merupakan hasil pertemuan Erick Thohir dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara).
&amp;ldquo;Kementerian BUMN bersama Kementerian Perumahan Rakyat hadir untuk menjawab kebutuhan hunian masyarakat. Melalui kolaborasi ini, Kementerian BUMN melalui BUMN berkomitmen menghadirkan perumahan yang terjangkau dan berkelanjutan,&amp;rdquo; demikian isi keterangan Kementerian BUMN, Senin (11/11/2024).

BACA JUGA:
Aset BLBI Bakal Dibangun Program 3 Juta Rumah

Dalam skema penugasannya, SMGR diwajibkan menyediakan bahan baku semen melalui metode pengadaan dan distribusi. Lalu, BBTN memberikan skema pembiayaan khusus untuk memudahkan masyarakat mendapatkan hunian.
Sedangkan, Perumnas harus menggandeng PT KAI (Persero) untuk mengoptimalkan lahan-lahan untuk membangun model hunian terintegrasi atau transit oriented development (TOD).


Saat ini Perumnas dan KAI tengah membidik pembangunan hunian  berkonsep TOD di delapan lokasi. Soal kawasannya belum dirinci lebih  jauh.
Erick sebelumnya mengusulkan agar tenor cicilan kredit pemilikan  rumah (KPR) diperpanjang menjadi 30 tahun. Saat ini jangka waktu atas  fasilitas kredit perbankan selama 15 tahun.
Usulan tersebut sudah dibahas Erick Thohir dan Maruarar Sirait.  Keduanya, mendorong agar ada perpanjangan tenor cicilan atas skema  pembiayaan (financing scheme) KPR.
&amp;ldquo;Kita akan mendorong juga scheme financing gimana mortgage (KPR) ini  yang tadinya 15 tahun, kalau bisa jadi 30 tahun,&amp;rdquo; ungkap Erick.
Tenor KPR menjadi 30 tahun dinilai perlu agar mendukung daya beli  masyarakat terhadap hunian. Selain itu, pembayaran angsuran juga jauh  lebih murah dibandingkan tenor 15 tahun.
&amp;ldquo;Supaya kembali membantu masyarakat yang memang sudah punya budget  tertentu dengan ditarik 30 tahun dia akan cicilannya jauh lebih murah,&amp;rdquo;  papar dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menugaskan tiga perusahaan negara untuk mendorong pembangunan 3 juta rumah. Pembangunan 3 juta rumah adalah program utama Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ketiga BUMN yang menerima penugasan diantaranya PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, alias SMGR, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, atau BBTN, dan Perum Perumnas.

BACA JUGA:
Gratis, Bangun 3 Juta Rumah di Tanah Sitaan Koruptor

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian BUMN, penugasan tersebut merupakan hasil pertemuan Erick Thohir dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara).
&amp;ldquo;Kementerian BUMN bersama Kementerian Perumahan Rakyat hadir untuk menjawab kebutuhan hunian masyarakat. Melalui kolaborasi ini, Kementerian BUMN melalui BUMN berkomitmen menghadirkan perumahan yang terjangkau dan berkelanjutan,&amp;rdquo; demikian isi keterangan Kementerian BUMN, Senin (11/11/2024).

BACA JUGA:
Aset BLBI Bakal Dibangun Program 3 Juta Rumah

Dalam skema penugasannya, SMGR diwajibkan menyediakan bahan baku semen melalui metode pengadaan dan distribusi. Lalu, BBTN memberikan skema pembiayaan khusus untuk memudahkan masyarakat mendapatkan hunian.
Sedangkan, Perumnas harus menggandeng PT KAI (Persero) untuk mengoptimalkan lahan-lahan untuk membangun model hunian terintegrasi atau transit oriented development (TOD).


Saat ini Perumnas dan KAI tengah membidik pembangunan hunian  berkonsep TOD di delapan lokasi. Soal kawasannya belum dirinci lebih  jauh.
Erick sebelumnya mengusulkan agar tenor cicilan kredit pemilikan  rumah (KPR) diperpanjang menjadi 30 tahun. Saat ini jangka waktu atas  fasilitas kredit perbankan selama 15 tahun.
Usulan tersebut sudah dibahas Erick Thohir dan Maruarar Sirait.  Keduanya, mendorong agar ada perpanjangan tenor cicilan atas skema  pembiayaan (financing scheme) KPR.
&amp;ldquo;Kita akan mendorong juga scheme financing gimana mortgage (KPR) ini  yang tadinya 15 tahun, kalau bisa jadi 30 tahun,&amp;rdquo; ungkap Erick.
Tenor KPR menjadi 30 tahun dinilai perlu agar mendukung daya beli  masyarakat terhadap hunian. Selain itu, pembayaran angsuran juga jauh  lebih murah dibandingkan tenor 15 tahun.
&amp;ldquo;Supaya kembali membantu masyarakat yang memang sudah punya budget  tertentu dengan ditarik 30 tahun dia akan cicilannya jauh lebih murah,&amp;rdquo;  papar dia.</content:encoded></item></channel></rss>
