<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Iuran BPJS Kesehatan Naik di 2025 Imbas Ancaman Defisit-Gagal Bayar</title><description>Iuran BPJS Kesehatan bakal naik pada pertengahan tahun depan. Iuran  BPJS naik karena adanya ancaman defisit keuangan hingga gagal bayar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/12/320/3084742/5-fakta-iuran-bpjs-kesehatan-naik-di-2025-imbas-ancaman-defisit-gagal-bayar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/12/320/3084742/5-fakta-iuran-bpjs-kesehatan-naik-di-2025-imbas-ancaman-defisit-gagal-bayar"/><item><title>5 Fakta Iuran BPJS Kesehatan Naik di 2025 Imbas Ancaman Defisit-Gagal Bayar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/12/320/3084742/5-fakta-iuran-bpjs-kesehatan-naik-di-2025-imbas-ancaman-defisit-gagal-bayar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/12/320/3084742/5-fakta-iuran-bpjs-kesehatan-naik-di-2025-imbas-ancaman-defisit-gagal-bayar</guid><pubDate>Selasa 12 November 2024 06:42 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/12/320/3084742/5-fakta-iuran-bpjs-kesehatan-naik-di-2025-imbas-ancaman-defisit-gagal-bayar-qUhjgtvHQm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Iuran BPJS Kesehatan bakal naik 2025 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/12/320/3084742/5-fakta-iuran-bpjs-kesehatan-naik-di-2025-imbas-ancaman-defisit-gagal-bayar-qUhjgtvHQm.jpg</image><title>Iuran BPJS Kesehatan bakal naik 2025 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Iuran BPJS Kesehatan bakal naik pada pertengahan tahun depan. Iuran BPJS naik karena adanya ancaman defisit keuangan hingga gagal bayar.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti mengatakan kenaikan iuran tarif peserta JKN merespon kondisi dan ancaman defisit hingga gagal bayar klaim BPJS Kesehatan.
Berikut adalah fata iuran BPJS Kesehatan naik yang dirangkum Okezone, Selasa (12/11/2024).

BACA JUGA:
BPJS Kesehatan Terancam Gagal Bayar, Banyak Masyarakat Kena Penyakit Kronis

1. Kenaikan iuran sudah diusulkan
Ali mengungkapkan saat ini pihaknya telah mengusulkan rencana kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan untuk menutup defisit tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto. Targetnya, iuran BPJS akan naik pada pertengahan tahun 2025 mendatang.
&quot;Nanti akhir Juni atau awal Juli akan ditentukan, kira-kira berapa iuran, target manfaat, dan juga tarif (akan disesuaikan),&quot; kata Ali di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Senin (11/11/2024).

BACA JUGA:
BPJS Kesehatan Terancam Defisit Rp20 Triliun di 2024

2. Defisit Rp20 triliun
Pada kesempatan tersebut, Ali mengatakan pada tahun 2024 ini saja defisit klaim BPJS Kesehatan diperkirakan mencapai sekitar Rp20 triliun. Kondisi ini mengancam BPJS mengalami kondisi gagal bayar klaim peserta setelah tahun 2026 jika tidak ada perubahan pada tarif.
&quot;Kalau tahun ini potensi defisit itu kira - kira sekitar Rp20 triliunan. Tapi tidak ada gagal bayar, mungkin sampai tahun 2026, makanya tahun 2025 (tarif) mau disesuaikan,&quot; tambahnya.


3. Gap Biaya
Pada kesempatan yang sama, Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS  Kesehatan, Mahlil Ruby menambahkan sejak tahun 2023 lalu bahkan sudah  terjadi gap antara premium dengan biaya yang dikeluarkan BPJS Kesehatan  kepada peserta.
&quot;Ada peningkatan premium menjadi 60 ribu, terjadilah cros pada tahun  2023 kemarin, disebut dengan gap cros, artinya sejak tahun 2023 antara  biaya dengan premi, itu sudah lebih tinggi biaya,&quot; tambahnya.
4. Terancam Gagal Bayar
Bahkan dikatakan Mahlil, lost ratio yang terjadi di BPJS kesehatan  antara pendapatan premi dengan klaim yang dibayarkan bisa mencapai 100%.  Sehingga kondisi ini yang mengancam BPJS menuju kondisi gagal bayar.
&quot;Maka aktuaria lost ratio menjadi diatas 100%, ini tinggi terus,  kalau gap antara cost dan premium seperti ini, maka kita sudah menuju  defisit dan bakal menuju gagal bayar, tandanya BPJS tidak ada daya  tahan,&quot; pungkasnya.
5. Banyak Penyakir Kronis
Mahlil menjelaskan hal ini disebabkan oleh adanya defisit yang  terjadi akibat pengeluaran klaim yang dibayarkan oleh BPJS Kesehatan  lebih besar dari  premi yang dibayarkan oleh para peserta JKN.
Peningkatan klaim yang dibayarkan kepada para peserta BPJS ini  disebabkan oleh beberapa hal, seperti meningkatnya kunjungan masyarakat  ke Rumah Sakit dengan membawa penyakit-penyakit kronis.
Selain itu adanya tambahan fasilitas kesehatan dan kapasitas dari  rumah sakit, peningkatan kasus penyakit yang memiliki biaya mahal,  peningkatan kelas Rumah Sakit, hingga adanya potensi fraud.</description><content:encoded>JAKARTA - Iuran BPJS Kesehatan bakal naik pada pertengahan tahun depan. Iuran BPJS naik karena adanya ancaman defisit keuangan hingga gagal bayar.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti mengatakan kenaikan iuran tarif peserta JKN merespon kondisi dan ancaman defisit hingga gagal bayar klaim BPJS Kesehatan.
Berikut adalah fata iuran BPJS Kesehatan naik yang dirangkum Okezone, Selasa (12/11/2024).

BACA JUGA:
BPJS Kesehatan Terancam Gagal Bayar, Banyak Masyarakat Kena Penyakit Kronis

1. Kenaikan iuran sudah diusulkan
Ali mengungkapkan saat ini pihaknya telah mengusulkan rencana kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan untuk menutup defisit tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto. Targetnya, iuran BPJS akan naik pada pertengahan tahun 2025 mendatang.
&quot;Nanti akhir Juni atau awal Juli akan ditentukan, kira-kira berapa iuran, target manfaat, dan juga tarif (akan disesuaikan),&quot; kata Ali di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Senin (11/11/2024).

BACA JUGA:
BPJS Kesehatan Terancam Defisit Rp20 Triliun di 2024

2. Defisit Rp20 triliun
Pada kesempatan tersebut, Ali mengatakan pada tahun 2024 ini saja defisit klaim BPJS Kesehatan diperkirakan mencapai sekitar Rp20 triliun. Kondisi ini mengancam BPJS mengalami kondisi gagal bayar klaim peserta setelah tahun 2026 jika tidak ada perubahan pada tarif.
&quot;Kalau tahun ini potensi defisit itu kira - kira sekitar Rp20 triliunan. Tapi tidak ada gagal bayar, mungkin sampai tahun 2026, makanya tahun 2025 (tarif) mau disesuaikan,&quot; tambahnya.


3. Gap Biaya
Pada kesempatan yang sama, Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS  Kesehatan, Mahlil Ruby menambahkan sejak tahun 2023 lalu bahkan sudah  terjadi gap antara premium dengan biaya yang dikeluarkan BPJS Kesehatan  kepada peserta.
&quot;Ada peningkatan premium menjadi 60 ribu, terjadilah cros pada tahun  2023 kemarin, disebut dengan gap cros, artinya sejak tahun 2023 antara  biaya dengan premi, itu sudah lebih tinggi biaya,&quot; tambahnya.
4. Terancam Gagal Bayar
Bahkan dikatakan Mahlil, lost ratio yang terjadi di BPJS kesehatan  antara pendapatan premi dengan klaim yang dibayarkan bisa mencapai 100%.  Sehingga kondisi ini yang mengancam BPJS menuju kondisi gagal bayar.
&quot;Maka aktuaria lost ratio menjadi diatas 100%, ini tinggi terus,  kalau gap antara cost dan premium seperti ini, maka kita sudah menuju  defisit dan bakal menuju gagal bayar, tandanya BPJS tidak ada daya  tahan,&quot; pungkasnya.
5. Banyak Penyakir Kronis
Mahlil menjelaskan hal ini disebabkan oleh adanya defisit yang  terjadi akibat pengeluaran klaim yang dibayarkan oleh BPJS Kesehatan  lebih besar dari  premi yang dibayarkan oleh para peserta JKN.
Peningkatan klaim yang dibayarkan kepada para peserta BPJS ini  disebabkan oleh beberapa hal, seperti meningkatnya kunjungan masyarakat  ke Rumah Sakit dengan membawa penyakit-penyakit kronis.
Selain itu adanya tambahan fasilitas kesehatan dan kapasitas dari  rumah sakit, peningkatan kasus penyakit yang memiliki biaya mahal,  peningkatan kelas Rumah Sakit, hingga adanya potensi fraud.</content:encoded></item></channel></rss>
