<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penjualan Eceran RI Lesu, Ini Buktinya</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja penjualan eceran pada Oktober 2024 diprakirakan tetap tumbuh.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/13/320/3085205/penjualan-eceran-ri-lesu-ini-buktinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/13/320/3085205/penjualan-eceran-ri-lesu-ini-buktinya"/><item><title>Penjualan Eceran RI Lesu, Ini Buktinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/13/320/3085205/penjualan-eceran-ri-lesu-ini-buktinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/13/320/3085205/penjualan-eceran-ri-lesu-ini-buktinya</guid><pubDate>Rabu 13 November 2024 12:04 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/13/320/3085205/penjualan-eceran-ri-lesu-ini-buktinya-LtfRsg67pO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penjualan eceran RI lesu, ini buktinya (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/13/320/3085205/penjualan-eceran-ri-lesu-ini-buktinya-LtfRsg67pO.jpg</image><title>Penjualan eceran RI lesu, ini buktinya (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja penjualan eceran pada Oktober 2024 diprakirakan tetap tumbuh. Hal tersebut tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) September 2024 yang diprakirakan mencapai 209,5 atau tumbuh sebesar 1,0% (yoy).
&amp;ldquo;Kinerja penjualan eceran tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, Suku Cadang dan Aksesori, serta Subkelompok Sandang,&amp;rdquo; tulis Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi, Selasa (12/11/2024).

BACA JUGA:
Kinerja Penjualan Eceran Tetap Tumbuh pada Juni 2024


Secara bulanan, penjualan eceran membaik meski masih mengalami kontraksi sebesar 0,5% (mtm). Perbaikan didorong oleh kenaikan penjualan Subkelompok Sandang, Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, serta Suku Cadang dan Aksesori  didukung oleh kelancaran distribusi.
Pada September 2024, IPR tetap tumbuh. IPR tercatat 210,6 atau tumbuh sebesar 4,8% (yoy), lebih rendah dibandingkan Agustus 2024 yang tumbuh 5,8% (yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor serta Suku Cadang dan Aksesori.

BACA JUGA:
Kinerja Penjualan Eceran Tetap Tumbuh pada April 2024, Ini Buktinya


Kemudian secara bulanan, penjualan eceran pada September 2024 terkontraksi 2,5% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 1,7% (mtm).
Berdasarkan kelompoknya, penurunan terutama terjadi pada Subkelompok Sandang, Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau seiring dengan penurunan permintaan masyarakat setelah berakhirnya berbagai program diskon dalam rangka Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMS8wNi8xLzE4NjU1NS8zL2lZdHZpakZKcndn&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dari sisi harga, tekanan inflasi 3 dan 6 bulan yang akan datang, yaitu pada Desember 2024 dan Maret 2025 diprakirakan meningkat.
Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Desember  2024 dan Maret 2025 yang masing-masing tercatat sebesar 152,6 dan 169,4,  lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebesar  134,3 dan 155,9.
Peningkatan tersebut sejalan dengan kenaikan permintaan saat Hari  Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada Desember 2024 dan bulan Ramadan  pada Maret 2025.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja penjualan eceran pada Oktober 2024 diprakirakan tetap tumbuh. Hal tersebut tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) September 2024 yang diprakirakan mencapai 209,5 atau tumbuh sebesar 1,0% (yoy).
&amp;ldquo;Kinerja penjualan eceran tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, Suku Cadang dan Aksesori, serta Subkelompok Sandang,&amp;rdquo; tulis Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi, Selasa (12/11/2024).

BACA JUGA:
Kinerja Penjualan Eceran Tetap Tumbuh pada Juni 2024


Secara bulanan, penjualan eceran membaik meski masih mengalami kontraksi sebesar 0,5% (mtm). Perbaikan didorong oleh kenaikan penjualan Subkelompok Sandang, Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, serta Suku Cadang dan Aksesori  didukung oleh kelancaran distribusi.
Pada September 2024, IPR tetap tumbuh. IPR tercatat 210,6 atau tumbuh sebesar 4,8% (yoy), lebih rendah dibandingkan Agustus 2024 yang tumbuh 5,8% (yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor serta Suku Cadang dan Aksesori.

BACA JUGA:
Kinerja Penjualan Eceran Tetap Tumbuh pada April 2024, Ini Buktinya


Kemudian secara bulanan, penjualan eceran pada September 2024 terkontraksi 2,5% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 1,7% (mtm).
Berdasarkan kelompoknya, penurunan terutama terjadi pada Subkelompok Sandang, Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau seiring dengan penurunan permintaan masyarakat setelah berakhirnya berbagai program diskon dalam rangka Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMS8wNi8xLzE4NjU1NS8zL2lZdHZpakZKcndn&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dari sisi harga, tekanan inflasi 3 dan 6 bulan yang akan datang, yaitu pada Desember 2024 dan Maret 2025 diprakirakan meningkat.
Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Desember  2024 dan Maret 2025 yang masing-masing tercatat sebesar 152,6 dan 169,4,  lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebesar  134,3 dan 155,9.
Peningkatan tersebut sejalan dengan kenaikan permintaan saat Hari  Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada Desember 2024 dan bulan Ramadan  pada Maret 2025.</content:encoded></item></channel></rss>
