<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos Sritex Akui Ada Ancaman PHK Karyawan</title><description>Bos PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex mengakui adanya ancaman PHK massal karyawan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/13/320/3085320/bos-sritex-akui-ada-ancaman-phk-karyawan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/13/320/3085320/bos-sritex-akui-ada-ancaman-phk-karyawan"/><item><title>Bos Sritex Akui Ada Ancaman PHK Karyawan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/13/320/3085320/bos-sritex-akui-ada-ancaman-phk-karyawan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/13/320/3085320/bos-sritex-akui-ada-ancaman-phk-karyawan</guid><pubDate>Rabu 13 November 2024 15:01 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/13/320/3085320/bos-sritex-akui-ada-ancaman-phk-karyawan-e6q5t5ENpb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bos Sritex akui adanya ancaman PHK (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/13/320/3085320/bos-sritex-akui-ada-ancaman-phk-karyawan-e6q5t5ENpb.jpg</image><title>Bos Sritex akui adanya ancaman PHK (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bos PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex mengakui adanya ancaman PHK massal karyawan. Namun hingga saat ini, Direktur Utama sekaligus Presiden Komisaris Sritex Iwan Setiawan Lukminto memastikan belum ada PHK atau efisiensi jumlah pekerja.
Bisnis atau aksi korporasi Sritex kini harus diputuskan oleh kurator dan Hakim Pengawas, setelah perusahaan divonis pailit pada Oktober 2024 oleh Pengadilan Negeri (PN) Niaga Semarang, Jawa Tengah.

BACA JUGA:
Heboh Kabar PHK 2.500 Orang, Wamenaker Ingatkan Pesan Prabowo soal Nasib Pekerja Sritex


Sehingga, keberlanjutan usaha alias going constant Sritex ada di tangan Hakim Pengawas dan Kurator. Perkaranya, going constant emiten tekstil ini masih terkendala dengan administrasi di internal Hakim Pengawas.
Keberlanjutan usaha Sritex harus diputuskan segera agar manajemen kembali menggenjot bisnis. Iwan menyebut, bila going constant masih terhambat administrasi, maka ancaman PHK karyawan tidak bisa dihindari.

BACA JUGA:
Pailit, Sritex Pastikan Tak Ada PHK Massal tapi Liburkan 2.500 Karyawan


&amp;ldquo;Jadi ini kalau tidak ada going constant atau daripada keberlangsungan itu, itu malah jadi ancaman, ancaman ada Pak Wamen, ancaman PHK ada,&amp;rdquo; ujar Iwan saat ditemui di Kementerian Ketenagakerjaan, Rabu (13/11/2024).
&amp;ldquo;Jadi jangan sampai ini menjadi masalah, menambah masalah di situ,&amp;rdquo; paparnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMS8xMy8xLzE4NjY1MS8zL0JWN21peG1nMmJB&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dilaporkan sebelumnya, Sritex masih bisa melaksanakan kegiatan ekspor  dan impor, lantaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian  Keuangan sudah menerbitkan perizinan. Keputusan ini diambil setelah  Sritex dan kurator melakukan pembahasan dengan Bea Cukai.
Namun, Iwan mengaku rekening Sritex masih diblokir pihak perbankan,  akibatnya kegiatan usaha perusahaan yang seharusnya bisa dilakukan  terkendala saat ini.
&amp;ldquo;Tentang rekening bank yang di blokir juga itu kan menambah masalah lagi,&amp;rdquo; beber dia.
&amp;ldquo;Jadi visi kurator ini selalu mengedepankan pemberesan atau tidak  peduli dengan keberlangsungan usaha, tapi kalau manajemen itu selalu  melihatnya keberlangsungan usaha dan melanjutkan usaha ini dan tidak ada  PHK,&amp;rdquo; ucap Iwan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bos PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex mengakui adanya ancaman PHK massal karyawan. Namun hingga saat ini, Direktur Utama sekaligus Presiden Komisaris Sritex Iwan Setiawan Lukminto memastikan belum ada PHK atau efisiensi jumlah pekerja.
Bisnis atau aksi korporasi Sritex kini harus diputuskan oleh kurator dan Hakim Pengawas, setelah perusahaan divonis pailit pada Oktober 2024 oleh Pengadilan Negeri (PN) Niaga Semarang, Jawa Tengah.

BACA JUGA:
Heboh Kabar PHK 2.500 Orang, Wamenaker Ingatkan Pesan Prabowo soal Nasib Pekerja Sritex


Sehingga, keberlanjutan usaha alias going constant Sritex ada di tangan Hakim Pengawas dan Kurator. Perkaranya, going constant emiten tekstil ini masih terkendala dengan administrasi di internal Hakim Pengawas.
Keberlanjutan usaha Sritex harus diputuskan segera agar manajemen kembali menggenjot bisnis. Iwan menyebut, bila going constant masih terhambat administrasi, maka ancaman PHK karyawan tidak bisa dihindari.

BACA JUGA:
Pailit, Sritex Pastikan Tak Ada PHK Massal tapi Liburkan 2.500 Karyawan


&amp;ldquo;Jadi ini kalau tidak ada going constant atau daripada keberlangsungan itu, itu malah jadi ancaman, ancaman ada Pak Wamen, ancaman PHK ada,&amp;rdquo; ujar Iwan saat ditemui di Kementerian Ketenagakerjaan, Rabu (13/11/2024).
&amp;ldquo;Jadi jangan sampai ini menjadi masalah, menambah masalah di situ,&amp;rdquo; paparnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMS8xMy8xLzE4NjY1MS8zL0JWN21peG1nMmJB&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dilaporkan sebelumnya, Sritex masih bisa melaksanakan kegiatan ekspor  dan impor, lantaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian  Keuangan sudah menerbitkan perizinan. Keputusan ini diambil setelah  Sritex dan kurator melakukan pembahasan dengan Bea Cukai.
Namun, Iwan mengaku rekening Sritex masih diblokir pihak perbankan,  akibatnya kegiatan usaha perusahaan yang seharusnya bisa dilakukan  terkendala saat ini.
&amp;ldquo;Tentang rekening bank yang di blokir juga itu kan menambah masalah lagi,&amp;rdquo; beber dia.
&amp;ldquo;Jadi visi kurator ini selalu mengedepankan pemberesan atau tidak  peduli dengan keberlangsungan usaha, tapi kalau manajemen itu selalu  melihatnya keberlangsungan usaha dan melanjutkan usaha ini dan tidak ada  PHK,&amp;rdquo; ucap Iwan.</content:encoded></item></channel></rss>
