<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Curhat Sri Mulyani di DPR: Jadi Menkeu Memang Tak Enak</title><description>Sri Mulyani mengakui menjadi salah satu pejabat negara memang tidak mudah. Apalagi posisinya sebagai Bendahara Negara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/13/320/3085476/curhat-sri-mulyani-di-dpr-jadi-menkeu-memang-tak-enak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/13/320/3085476/curhat-sri-mulyani-di-dpr-jadi-menkeu-memang-tak-enak"/><item><title>Curhat Sri Mulyani di DPR: Jadi Menkeu Memang Tak Enak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/13/320/3085476/curhat-sri-mulyani-di-dpr-jadi-menkeu-memang-tak-enak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/13/320/3085476/curhat-sri-mulyani-di-dpr-jadi-menkeu-memang-tak-enak</guid><pubDate>Rabu 13 November 2024 20:42 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/13/320/3085476/curhat-sri-mulyani-di-dpr-jadi-menkeu-memang-tak-enak-STZh9R8MIL.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Sri Mulyani Curhat Jadi Menkeu (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/13/320/3085476/curhat-sri-mulyani-di-dpr-jadi-menkeu-memang-tak-enak-STZh9R8MIL.jpeg</image><title>Menkeu Sri Mulyani Curhat Jadi Menkeu (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengakui menjadi salah satu pejabat negara memang tidak mudah. Apalagi posisinya sebagai Bendahara Negara membuat dirinya seringkali dituntut untuk membuat semua pemangku kepentingan bahagia dengan kebijakan yang dibuatnya.
&quot;Kadang-kadang menjadi menteri keuangan memang menjadi tidak enak. Karena indikatornya semua menjadi tidak sama happy, semuanya equally unhappy. Karena begini, kok dapetnya cuman segini? Saya mintanya 100 dapetnya cuma 25, tetapi ini yang merasa sudah dikasih 25 membebankan saya,&quot; jelas Menkeu dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/11/2024).

BACA JUGA:
Sritex Terancam Krisis Bahan Baku, Stok Hanya Cukup untuk 3 Minggu

Dia menjelaskan padahal semua penetapan-penetapan kebijakan keuangan itu merupakan hasil koordinasi dan keputusan bersama Kementerian/lembaga terkait.



Dia mencontohkan, salah satunya soal kebijakan pengenaan cukai tembakau. Katanya, berdasarkan keinginan Menteri Kesehatan (Menkes) cukai tembakau diknakan tarif yang tinggi. Hal ini berbeda dengan keinginan dari Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) dan Menteri Perindustrian (Menperin).

BACA JUGA:
Bos Sritex Akui Ada Ancaman PHK Karyawan

&quot;Menteri Tenaga kerja dan Menteri Industri bilang serendah-rendahnya karena ada (industri di sana). Jadi ini yang kami coba lakukan,&quot; imbuhnya.Namun begitu, ia menegaskan bahwa sebagai bendahara negara, dirinya harus hati-hati dalam mencerna semua kebijakan.
Tidak hanya Menkeu, lanjutnya, menteri-menteri lainnya juga berupaya keras untuk menetapkan instrumen fiskal terbaik yang aman dipakai untuk melakukan perlindung walau terkadang prosesnya memang menimbulkan dilema.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengakui menjadi salah satu pejabat negara memang tidak mudah. Apalagi posisinya sebagai Bendahara Negara membuat dirinya seringkali dituntut untuk membuat semua pemangku kepentingan bahagia dengan kebijakan yang dibuatnya.
&quot;Kadang-kadang menjadi menteri keuangan memang menjadi tidak enak. Karena indikatornya semua menjadi tidak sama happy, semuanya equally unhappy. Karena begini, kok dapetnya cuman segini? Saya mintanya 100 dapetnya cuma 25, tetapi ini yang merasa sudah dikasih 25 membebankan saya,&quot; jelas Menkeu dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/11/2024).

BACA JUGA:
Sritex Terancam Krisis Bahan Baku, Stok Hanya Cukup untuk 3 Minggu

Dia menjelaskan padahal semua penetapan-penetapan kebijakan keuangan itu merupakan hasil koordinasi dan keputusan bersama Kementerian/lembaga terkait.



Dia mencontohkan, salah satunya soal kebijakan pengenaan cukai tembakau. Katanya, berdasarkan keinginan Menteri Kesehatan (Menkes) cukai tembakau diknakan tarif yang tinggi. Hal ini berbeda dengan keinginan dari Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) dan Menteri Perindustrian (Menperin).

BACA JUGA:
Bos Sritex Akui Ada Ancaman PHK Karyawan

&quot;Menteri Tenaga kerja dan Menteri Industri bilang serendah-rendahnya karena ada (industri di sana). Jadi ini yang kami coba lakukan,&quot; imbuhnya.Namun begitu, ia menegaskan bahwa sebagai bendahara negara, dirinya harus hati-hati dalam mencerna semua kebijakan.
Tidak hanya Menkeu, lanjutnya, menteri-menteri lainnya juga berupaya keras untuk menetapkan instrumen fiskal terbaik yang aman dipakai untuk melakukan perlindung walau terkadang prosesnya memang menimbulkan dilema.</content:encoded></item></channel></rss>
