<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ternyata Ini Alasan Hambatan Investasi Pusat Data di Indonesia</title><description>Google mengungkapkan bahwa kurangnya kesiapan Indonesia untuk pengembangan Pusat Data.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/13/320/3085493/ternyata-ini-alasan-hambatan-investasi-pusat-data-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/13/320/3085493/ternyata-ini-alasan-hambatan-investasi-pusat-data-di-indonesia"/><item><title>Ternyata Ini Alasan Hambatan Investasi Pusat Data di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/13/320/3085493/ternyata-ini-alasan-hambatan-investasi-pusat-data-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/13/320/3085493/ternyata-ini-alasan-hambatan-investasi-pusat-data-di-indonesia</guid><pubDate>Rabu 13 November 2024 21:25 WIB</pubDate><dc:creator>Anindya Rasya Salsabila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/13/320/3085493/ternyata-ini-alasan-hambatan-investasi-pusat-data-di-indonesia-yEUHrNdWtf.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Investasi Data di RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/13/320/3085493/ternyata-ini-alasan-hambatan-investasi-pusat-data-di-indonesia-yEUHrNdWtf.jfif</image><title>Investasi Data di RI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Google mengungkapkan bahwa kurangnya kesiapan Indonesia untuk pengembangan Pusat Data. Infrastruktur yang belum menunjang masih menjadi pertimbangan untuk perusahaan melanjutkan rencana investasi.
Google menyebut kebutuhan infrastruktur pendukung seperti listrik masih belum menunjang. Di luar hal tersebut, Google menegaskan untuk memenuhi segala kebutuhan untuk pengembangan transformasi digital di Indonesia.

BACA JUGA:
3 Perusahaan Migas Kelas Dunia Tertarik Investasi Energi Terbarukan di RI


&amp;ldquo;Pusat data kan harus didukung hal-hal seperti listrik dan segala macem gitu. Jadi ini hal-hal yang masih jadi pembicaraan lah, dan pertimbangan kita,&amp;rdquo; ucap Country Director Google Indonesia Veronica Utami pada acara Peluncuran e-Conomy SEA Report 2024, Rabu (13/11/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMC8yNS80LzE4NjMyOS8zL1FlMTdjMmt2MDF3&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie menjelaskan bahwa Indonesia terus mengajak para perusahaan teknologi global untuk berinvestasi sebagai kontribusi pada pilar transformasi digital.Google mengumumkan rencananya untuk menginvestasikan USD1 miliar atau setara dengan Rp15,2 triliun di Thailand, (30/9/2024). Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan infrastruktur digital di negara tersebut.
Indonesia memulai lebih dulu Region Cloud Jakarta sejak 2020, namun terdapat perbedaan terkait data center yang masih membutuhkan infrastruktur penunjang agar layanan yang diberikan dapat terus berjalan.
Google menanggapi secara positif untuk membantu memenuhi segala kebutuhan transformasi digital khususnya AI di Indonesia.
&amp;ldquo;Kita percaya bahwa AI ini akan menjadi bagian transformasi digital Indonesia dan kita siap untuk mendukung apa yang diperlukan Indonesia untuk bisa mencapai itu,&amp;rdquo; kata Veronica.
&amp;ldquo;Saya rasa kita semua termasuk Google juga will very supportive, kita pengen banget sih untuk bisa membantu transformasi AI melalui hal-hal seperti infrastruktur yang dibutuhkan,&amp;rdquo; pungkas Veronica.</description><content:encoded>JAKARTA - Google mengungkapkan bahwa kurangnya kesiapan Indonesia untuk pengembangan Pusat Data. Infrastruktur yang belum menunjang masih menjadi pertimbangan untuk perusahaan melanjutkan rencana investasi.
Google menyebut kebutuhan infrastruktur pendukung seperti listrik masih belum menunjang. Di luar hal tersebut, Google menegaskan untuk memenuhi segala kebutuhan untuk pengembangan transformasi digital di Indonesia.

BACA JUGA:
3 Perusahaan Migas Kelas Dunia Tertarik Investasi Energi Terbarukan di RI


&amp;ldquo;Pusat data kan harus didukung hal-hal seperti listrik dan segala macem gitu. Jadi ini hal-hal yang masih jadi pembicaraan lah, dan pertimbangan kita,&amp;rdquo; ucap Country Director Google Indonesia Veronica Utami pada acara Peluncuran e-Conomy SEA Report 2024, Rabu (13/11/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMC8yNS80LzE4NjMyOS8zL1FlMTdjMmt2MDF3&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie menjelaskan bahwa Indonesia terus mengajak para perusahaan teknologi global untuk berinvestasi sebagai kontribusi pada pilar transformasi digital.Google mengumumkan rencananya untuk menginvestasikan USD1 miliar atau setara dengan Rp15,2 triliun di Thailand, (30/9/2024). Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan infrastruktur digital di negara tersebut.
Indonesia memulai lebih dulu Region Cloud Jakarta sejak 2020, namun terdapat perbedaan terkait data center yang masih membutuhkan infrastruktur penunjang agar layanan yang diberikan dapat terus berjalan.
Google menanggapi secara positif untuk membantu memenuhi segala kebutuhan transformasi digital khususnya AI di Indonesia.
&amp;ldquo;Kita percaya bahwa AI ini akan menjadi bagian transformasi digital Indonesia dan kita siap untuk mendukung apa yang diperlukan Indonesia untuk bisa mencapai itu,&amp;rdquo; kata Veronica.
&amp;ldquo;Saya rasa kita semua termasuk Google juga will very supportive, kita pengen banget sih untuk bisa membantu transformasi AI melalui hal-hal seperti infrastruktur yang dibutuhkan,&amp;rdquo; pungkas Veronica.</content:encoded></item></channel></rss>
