<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sritex Liburkan 2.500 Pegawai Tanpa PHK, Ini Alasannya</title><description>PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) meliburkan sekitar 2.500 pegawai untuk  menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah status pailit.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/14/320/3085537/sritex-liburkan-2-500-pegawai-tanpa-phk-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/14/320/3085537/sritex-liburkan-2-500-pegawai-tanpa-phk-ini-alasannya"/><item><title>Sritex Liburkan 2.500 Pegawai Tanpa PHK, Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/14/320/3085537/sritex-liburkan-2-500-pegawai-tanpa-phk-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/14/320/3085537/sritex-liburkan-2-500-pegawai-tanpa-phk-ini-alasannya</guid><pubDate>Kamis 14 November 2024 05:50 WIB</pubDate><dc:creator>Zahra Indah Safira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/14/320/3085537/sritex-liburkan-2-500-pegawai-tanpa-phk-ini-alasannya-VzjHyperFB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sritex liburkan 2.500 pegawai tanpa PHK (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/14/320/3085537/sritex-liburkan-2-500-pegawai-tanpa-phk-ini-alasannya-VzjHyperFB.jpg</image><title>Sritex liburkan 2.500 pegawai tanpa PHK (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) meliburkan sekitar 2.500 pegawai untuk menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah status pailit. Kebijakan ini diambil sebagai usaha untuk mempertahankan keberlanjutan usaha sambil menunggu keputusan dari kurator dan hakim pengawas.
Menurut Direktur Utama Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto, meliburkan ribuan pekerja disebabkan oleh terganggunya pasokan bahan baku yang diperlukan untuk produksi. Saat ini, Sritex menghadapi keterbatasan pasokan bahan baku yang cukup serius sehingga perusahaan hanya memiliki persediaan yang cukup untuk menunjang kegiatan produksi selama tiga minggu ke depan.

BACA JUGA:
Sritex Bakal Diakuisisi Negara? Begini Kata Wamenaker


&amp;ldquo;Kami tidak melakukan PHK. Meskipun dalam status kepailitan, kami hanya meliburkan sekitar 2.500 karyawan. Pekerja yang diliburkan tetap mendapat gaji, namun kondisi ini bisa bertambah buruk jika tidak ada keputusan untuk izin keberlanjutan usaha,&amp;rdquo; ujar Iwan pada Rabu (13/11/2024).
Ketidakpastian ini membuat perusahaan terpaksa mengurangi aktivitas operasional dan mengatur ulang jadwal kerja sebagian besar tenaga kerja. Menurut Iwan, jika situasi pasokan bahan baku ini tidak segera terselesaikan, perusahaan bisa mengalami kendala lebih besar seperti ancaman PHK.

BACA JUGA:
Bos Sritex Akui Ada Ancaman PHK Karyawan


&amp;ldquo;Situasi kami cukup kritis, dan kami berharap ada keputusan cepat dari kurator serta hakim pengawas. Keputusan mereka dapat menentukan langkah-langkah ke depan yang bisa kami ambil untuk melanjutkan produksi dengan optimal,&amp;rdquo; lanjut Iwan.
Selain perihal kendala bahan baku, Sritex juga menghadapi masalah pembekuan rekening bank perusahaan yang berdampak langsung pada kemampuan operasional. Dalam kondisi ini, perusahaan terpaksa mengambil langkah-langkah untuk menekan biaya operasional demi menjaga stabilitas finansial.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMS8xMy8xLzE4NjY1MS8zL0JWN21peG1nMmJB&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Meskipun dihadapkan pada tantangan berat, Sritex menegaskan bahwa  mereka tidak akan melakukan PHK sebagai langkah awal dalam menghadapi  krisis. Perusahaan tetap berkomitmen untuk memberikan gaji kepada  karyawan yang diliburkan dan berharap situasi ini bersifat sementara.
Keputusan untuk meliburkan sebagian karyawan menjadi pilihan yang  lebih baik dibandingkan PHK. Namun, keberlanjutan kebijakan libur ini  sangat bergantung pada keputusan kurator dan hakim pengawas, serta  dukungan dari pemerintah untuk memastikan bahwa industri tekstil tetap  kuat dan mampu memberikan lapangan pekerjaan di masa mendatang.
Baca selengkapnya : Pailit, Sritex Pastikan Tak Ada PHK Massal tapi Liburkan 2.500 Karyawan</description><content:encoded>JAKARTA - PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) meliburkan sekitar 2.500 pegawai untuk menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah status pailit. Kebijakan ini diambil sebagai usaha untuk mempertahankan keberlanjutan usaha sambil menunggu keputusan dari kurator dan hakim pengawas.
Menurut Direktur Utama Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto, meliburkan ribuan pekerja disebabkan oleh terganggunya pasokan bahan baku yang diperlukan untuk produksi. Saat ini, Sritex menghadapi keterbatasan pasokan bahan baku yang cukup serius sehingga perusahaan hanya memiliki persediaan yang cukup untuk menunjang kegiatan produksi selama tiga minggu ke depan.

BACA JUGA:
Sritex Bakal Diakuisisi Negara? Begini Kata Wamenaker


&amp;ldquo;Kami tidak melakukan PHK. Meskipun dalam status kepailitan, kami hanya meliburkan sekitar 2.500 karyawan. Pekerja yang diliburkan tetap mendapat gaji, namun kondisi ini bisa bertambah buruk jika tidak ada keputusan untuk izin keberlanjutan usaha,&amp;rdquo; ujar Iwan pada Rabu (13/11/2024).
Ketidakpastian ini membuat perusahaan terpaksa mengurangi aktivitas operasional dan mengatur ulang jadwal kerja sebagian besar tenaga kerja. Menurut Iwan, jika situasi pasokan bahan baku ini tidak segera terselesaikan, perusahaan bisa mengalami kendala lebih besar seperti ancaman PHK.

BACA JUGA:
Bos Sritex Akui Ada Ancaman PHK Karyawan


&amp;ldquo;Situasi kami cukup kritis, dan kami berharap ada keputusan cepat dari kurator serta hakim pengawas. Keputusan mereka dapat menentukan langkah-langkah ke depan yang bisa kami ambil untuk melanjutkan produksi dengan optimal,&amp;rdquo; lanjut Iwan.
Selain perihal kendala bahan baku, Sritex juga menghadapi masalah pembekuan rekening bank perusahaan yang berdampak langsung pada kemampuan operasional. Dalam kondisi ini, perusahaan terpaksa mengambil langkah-langkah untuk menekan biaya operasional demi menjaga stabilitas finansial.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMS8xMy8xLzE4NjY1MS8zL0JWN21peG1nMmJB&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Meskipun dihadapkan pada tantangan berat, Sritex menegaskan bahwa  mereka tidak akan melakukan PHK sebagai langkah awal dalam menghadapi  krisis. Perusahaan tetap berkomitmen untuk memberikan gaji kepada  karyawan yang diliburkan dan berharap situasi ini bersifat sementara.
Keputusan untuk meliburkan sebagian karyawan menjadi pilihan yang  lebih baik dibandingkan PHK. Namun, keberlanjutan kebijakan libur ini  sangat bergantung pada keputusan kurator dan hakim pengawas, serta  dukungan dari pemerintah untuk memastikan bahwa industri tekstil tetap  kuat dan mampu memberikan lapangan pekerjaan di masa mendatang.
Baca selengkapnya : Pailit, Sritex Pastikan Tak Ada PHK Massal tapi Liburkan 2.500 Karyawan</content:encoded></item></channel></rss>
