<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini 3 Opsi Penyaluran Subsidi BBM Cs</title><description>Pemerintah menyiapkan tiga opsi skema penyaluran subsidi energi, termasuk bahan bakar minyak (BBM) dan LPG.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/14/320/3085556/ini-3-opsi-penyaluran-subsidi-bbm-cs</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/14/320/3085556/ini-3-opsi-penyaluran-subsidi-bbm-cs"/><item><title>Ini 3 Opsi Penyaluran Subsidi BBM Cs</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/14/320/3085556/ini-3-opsi-penyaluran-subsidi-bbm-cs</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/14/320/3085556/ini-3-opsi-penyaluran-subsidi-bbm-cs</guid><pubDate>Kamis 14 November 2024 07:26 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/14/320/3085556/ini-3-opsi-penyaluran-subsidi-bbm-cs-ne3DyPpixz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemerintah siapkan 3 opsi penyaluran subsidi energi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/14/320/3085556/ini-3-opsi-penyaluran-subsidi-bbm-cs-ne3DyPpixz.jpg</image><title>Pemerintah siapkan 3 opsi penyaluran subsidi energi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah menyiapkan tiga opsi skema penyaluran subsidi energi, termasuk bahan bakar minyak (BBM) dan LPG. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memaparkan opsi pertama adalah memindahkan subsidi BBM menjadi Bantuan Langsung Tunai (BLT).

BACA JUGA:
Ketahanan Energi, Pembangunan Pipa BBM dari Cikampek ke Plumpang Buatan RI

Bahlil bilang, apabila subsidi ini dialihkan maka rumah sakit, sekolah, gereja dan masjid yang selama ini mendapatkan subsidi akan dicabut.
&quot;(Ini untuk) UMKM dan semacamnya, transportasi umum. Nah, akhirnya kita membuat alternatif kedua,&quot; jelas Bahlil dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, dikutip Kamis (14/11/2024).

BACA JUGA:
Jika Menang, Ridwan Kamil Janji Bakal Lobi Pertamina Samakan Harga BBM di Kepulauan Seribu

Opsi kedua yang sifatnya fasilitas umum. Hal ini bertujuan untuk bisa menahan inflasi dengan memberikan subsidi ke barang sesuai dengan yang berhak dan selebihnya pakai BLT.


Kemudian opsi formulasi ketiga yaitu pihaknya tengah memformulasikan  agar sebagian barang yang disubsidi bisa dinaikkan angkanya.
&quot;Hari ini saya belum bisa menjelaskan secara detail karena masih  dalam pembahasan karena tunggu kami laporkan kepada Bapak Presiden dulu  kalau sudah putus baru kami laporkan kepada bapak ibu anggota DPR yang  terhormat,&quot; pungkas Bahlil.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah menyiapkan tiga opsi skema penyaluran subsidi energi, termasuk bahan bakar minyak (BBM) dan LPG. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memaparkan opsi pertama adalah memindahkan subsidi BBM menjadi Bantuan Langsung Tunai (BLT).

BACA JUGA:
Ketahanan Energi, Pembangunan Pipa BBM dari Cikampek ke Plumpang Buatan RI

Bahlil bilang, apabila subsidi ini dialihkan maka rumah sakit, sekolah, gereja dan masjid yang selama ini mendapatkan subsidi akan dicabut.
&quot;(Ini untuk) UMKM dan semacamnya, transportasi umum. Nah, akhirnya kita membuat alternatif kedua,&quot; jelas Bahlil dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, dikutip Kamis (14/11/2024).

BACA JUGA:
Jika Menang, Ridwan Kamil Janji Bakal Lobi Pertamina Samakan Harga BBM di Kepulauan Seribu

Opsi kedua yang sifatnya fasilitas umum. Hal ini bertujuan untuk bisa menahan inflasi dengan memberikan subsidi ke barang sesuai dengan yang berhak dan selebihnya pakai BLT.


Kemudian opsi formulasi ketiga yaitu pihaknya tengah memformulasikan  agar sebagian barang yang disubsidi bisa dinaikkan angkanya.
&quot;Hari ini saya belum bisa menjelaskan secara detail karena masih  dalam pembahasan karena tunggu kami laporkan kepada Bapak Presiden dulu  kalau sudah putus baru kami laporkan kepada bapak ibu anggota DPR yang  terhormat,&quot; pungkas Bahlil.</content:encoded></item></channel></rss>
