<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Petani Sawit RI Diakui Dunia</title><description>Asosiasi Serikat Petani Kelapa Sawit Indonesia (SPKS) mendapat pengakuan dari dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/14/320/3085639/petani-sawit-ri-diakui-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/14/320/3085639/petani-sawit-ri-diakui-dunia"/><item><title>Petani Sawit RI Diakui Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/14/320/3085639/petani-sawit-ri-diakui-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/14/320/3085639/petani-sawit-ri-diakui-dunia</guid><pubDate>Kamis 14 November 2024 12:36 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Akbar Malik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/14/320/3085639/petani-sawit-ri-diakui-dunia-KhkoEs6YQ7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petani Sawit RI diakui dunia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/14/320/3085639/petani-sawit-ri-diakui-dunia-KhkoEs6YQ7.jpg</image><title>Petani Sawit RI diakui dunia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Asosiasi Serikat Petani Kelapa Sawit Indonesia (SPKS) mendapat pengakuan dari dunia. Petani sawit mendapat Sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) di Bangkok, Thailand.
Standar RSPO menandakan petani sawit Indonesia terus berkomitmen untuk menghasilkan minyak sawit berkualitas dan berkelanjutan sesuai dengan standar permintaan minyak sawit pasar global terutama negara-negara Kawasan Eropa dan Amerika.

BACA JUGA:
Punya Perkebunan Sawit Terluas di Dunia, Ini Cara RI Percepat B50


Komitmen memproduksi minyak sawit berkelanjutan sesuai dengan standar pasar global tersebut ditunjukkan oleh petani-petani swadaya kecil di Indonesia di bawah SPKS.
Ketua Umum SPKS Sabarudin menegaskan bahwa petani sawit indonesia memiliki komitmen keberlanjutan sesuai dengan standar pasar global, petani-petani sawit swadaya telah menerapkan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) standar sawit berkelanjutan sesuai peraturan Indonesia.

BACA JUGA:
Komisaris Cantik Widiyanti Putri Jadi Menteri Pariwisata di Kabinet Merah Putih, Ternyata Pengusaha Sawit


&quot;Petani sawit juga bersertifikasi RSPO standar sertifikasi sawit berkelanjutan di level global,&quot; paparnya, Kamis (14/11/2024).
Anggota SPKS telah ada 12 Koperasi yang menerapkan sertifikasi ISPO dan RSPO dengan total jumlah petani 2.300 petani dengan luas lahan sekitar 3.500 hektar. Ini menunjukan bahwa petani sawit memiliki komitmen kuat memproduksi sawit berkelanjutan sesuai dengan yang di inginkan atau di tuntut oleh pasar global.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wMS80LzE2Njc0MC81L3g4bGYwN2E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Jangan lagi ada anggapan petani sawit tidak bisa memproduksi sawit  berkelanjutan sesuai dengan permintaan global, bahwa tidak hanya  perusahaan yang mampu melakukan produksi sawit berkelanjutan,&quot; ucapnya.
Sabarudin juga mengakui bahwa untuk menerapkan standar sawit  berkelanjutan butuh biaya yang besar. Sementara dukungan dari Perusahaan  &amp;ndash; perusahan besar yang selama ini mendapatkan keuntungan besar dalam  industri sawit nasional itu sangat minim.
Terutama perusahaan-perusahan selama ini yang berkomitmen pada  keberlanjutan termasuk perusahaan anggota RSPO sangat minim memberikan  dukungan kepada petani sawit swadaya kecil.
&quot;Untuk dukungan pemerintah juga belum maksimal kita mengharapkan  dukungan dari perusahan dan pemerintah kepada petani sawit agar lebih  banyak lagi petani yang mengelola sawit sesuai dengan standar pasar  global,&quot; imbuhnya.
Lebih lanjut Sabarudin mengatakan bahwa SPKS berkomitmen mendukung  upaya pemerintah dalam percepatan sertifikasi ISPO, semua koperasi SPKS  akan disertifikasi dengan ISPO.</description><content:encoded>JAKARTA - Asosiasi Serikat Petani Kelapa Sawit Indonesia (SPKS) mendapat pengakuan dari dunia. Petani sawit mendapat Sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) di Bangkok, Thailand.
Standar RSPO menandakan petani sawit Indonesia terus berkomitmen untuk menghasilkan minyak sawit berkualitas dan berkelanjutan sesuai dengan standar permintaan minyak sawit pasar global terutama negara-negara Kawasan Eropa dan Amerika.

BACA JUGA:
Punya Perkebunan Sawit Terluas di Dunia, Ini Cara RI Percepat B50


Komitmen memproduksi minyak sawit berkelanjutan sesuai dengan standar pasar global tersebut ditunjukkan oleh petani-petani swadaya kecil di Indonesia di bawah SPKS.
Ketua Umum SPKS Sabarudin menegaskan bahwa petani sawit indonesia memiliki komitmen keberlanjutan sesuai dengan standar pasar global, petani-petani sawit swadaya telah menerapkan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) standar sawit berkelanjutan sesuai peraturan Indonesia.

BACA JUGA:
Komisaris Cantik Widiyanti Putri Jadi Menteri Pariwisata di Kabinet Merah Putih, Ternyata Pengusaha Sawit


&quot;Petani sawit juga bersertifikasi RSPO standar sertifikasi sawit berkelanjutan di level global,&quot; paparnya, Kamis (14/11/2024).
Anggota SPKS telah ada 12 Koperasi yang menerapkan sertifikasi ISPO dan RSPO dengan total jumlah petani 2.300 petani dengan luas lahan sekitar 3.500 hektar. Ini menunjukan bahwa petani sawit memiliki komitmen kuat memproduksi sawit berkelanjutan sesuai dengan yang di inginkan atau di tuntut oleh pasar global.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wMS80LzE2Njc0MC81L3g4bGYwN2E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Jangan lagi ada anggapan petani sawit tidak bisa memproduksi sawit  berkelanjutan sesuai dengan permintaan global, bahwa tidak hanya  perusahaan yang mampu melakukan produksi sawit berkelanjutan,&quot; ucapnya.
Sabarudin juga mengakui bahwa untuk menerapkan standar sawit  berkelanjutan butuh biaya yang besar. Sementara dukungan dari Perusahaan  &amp;ndash; perusahan besar yang selama ini mendapatkan keuntungan besar dalam  industri sawit nasional itu sangat minim.
Terutama perusahaan-perusahan selama ini yang berkomitmen pada  keberlanjutan termasuk perusahaan anggota RSPO sangat minim memberikan  dukungan kepada petani sawit swadaya kecil.
&quot;Untuk dukungan pemerintah juga belum maksimal kita mengharapkan  dukungan dari perusahan dan pemerintah kepada petani sawit agar lebih  banyak lagi petani yang mengelola sawit sesuai dengan standar pasar  global,&quot; imbuhnya.
Lebih lanjut Sabarudin mengatakan bahwa SPKS berkomitmen mendukung  upaya pemerintah dalam percepatan sertifikasi ISPO, semua koperasi SPKS  akan disertifikasi dengan ISPO.</content:encoded></item></channel></rss>
