<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Percepat Swasembada Gula di 2028, Produktivitas Dinaikkan Jadi 8 Ton per Ha</title><description>Pemerintah Indonesia menargetkan swasembada gula pada 2028.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/14/320/3085777/percepat-swasembada-gula-di-2028-produktivitas-dinaikkan-jadi-8-ton-per-ha</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/14/320/3085777/percepat-swasembada-gula-di-2028-produktivitas-dinaikkan-jadi-8-ton-per-ha"/><item><title>Percepat Swasembada Gula di 2028, Produktivitas Dinaikkan Jadi 8 Ton per Ha</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/14/320/3085777/percepat-swasembada-gula-di-2028-produktivitas-dinaikkan-jadi-8-ton-per-ha</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/14/320/3085777/percepat-swasembada-gula-di-2028-produktivitas-dinaikkan-jadi-8-ton-per-ha</guid><pubDate>Kamis 14 November 2024 19:14 WIB</pubDate><dc:creator>Fitria Azizah Banowati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/14/320/3085777/percepat-swasembeda-gula-di-2028-produktivitas-dinaikkan-jadi-8-ton-per-ha-QhKMmHf1jf.png" expression="full" type="image/jpeg">RI Percepat Swasembada Gula di 2028 (Foto: Dokumentasi Holding Perkebunan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/14/320/3085777/percepat-swasembeda-gula-di-2028-produktivitas-dinaikkan-jadi-8-ton-per-ha-QhKMmHf1jf.png</image><title>RI Percepat Swasembada Gula di 2028 (Foto: Dokumentasi Holding Perkebunan)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah Indonesia menargetkan swasembada gula pada 2028. Untuk mencapai tujuan ini, Indonesia menghadapi tantangan besar berupa isu produktivitas untuk mencukupi kebutuhan konsumsi nasional.
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Mohammad Abdul Ghani menyebut kenaikan produksi tebu nasional tahun ini yang sebesar 13% dibanding tahun lalu, separuhnya merupakan kontribusi dari PTPN melalui SGN.
&quot;Untuk gula, produksi tahun ini memang meningkat 13% dari tahun lalu, di mana peningkatan paling besar dikontribusikan oleh PTPN melalui SGN. Jadi separuh dari peningkatan produksi tebu nasional, produksi gula nasional dari 2,2 juta ton per tahun menjadi 2,4 juta ton per tahun. Itu separuhnya kontribusi SGN,&quot; jelasnya dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (14/11/2024).

BACA JUGA:
Strategi RI Percepat Swasembada Gula Konsumsi 2028

Dari 8 Astacita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Astacita nomor 2 menyatakan bahwa Indonesia dalam waktu 4-5 tahun harus mampu menjadi negara yang swasembada pangan.
Selanjutnya Ghani berharap produktivitas tebu bisa naik dari 5 ke 8 ton per hektare sebagai bagian upaya percepatan pencapaian swasembada gula nasional.
&quot;Kalau naik 8 ton, sesungguhnya bukan angka yang terlalu tinggi karena 8 ton hanya separuh dari apa yang sudah dicapai di 100 tahun lalu. Isunya hanya kemitraan yang saling bergantung. Kemudian kita harapkan dukungan pemerintah terutama dalam kaitannya dengan menjaga agar gula yang masuk atau impor dapat dikendalikan,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Ini Cara Indonesia Percepat Swasembada Gula

Terlepas dari tantangan yang harus dihadapi, terbuka peluang besar bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam sektor pertanian, khususnya dalam pengembangan industri tebu. Untuk meningkatkan ketertarikan generasi muda pada sektor pertanian dibentuklah program inovatif bernama Inkubator Agripreneur Tebu yang diinisiasi PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).Program ini didukung Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai solusi untuk link and match antara isu produktivitas dan peran generasi muda dalam sektor pertanian.
&quot;Kami akan melatih dan mendampingi generasi muda yang berminat menjadi agripreneur profesional mengelola perkebunan tebu secara modern, produktif dan berkelanjutan. Bisnis tebu merupakan bisnis yang low risk dan menguntungkan,&quot; kata Direktur Utama SGN Mahmudi.
Mahmudi menambahkan para peserta akan mendapatkan berbagai pelatihan teknis, dukungan bisnis, serta pendampingan dari ahli sehingga diharapkan program tersebut dapat memperkuat kapasitas para peserta dalam membangun usaha tani yang berdampak positif pada sektor pertanian Indonesia.
&quot;Peserta yang lolos seleksi akan mengelola seperti mini estate, lahan tebu antara 50-100 hektare, dikelola seperti perusahaan dan dilakukan menggunakan teknologi,&quot; lanjutnya.
Apresiasi diberikan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, termasuk rencana SGN menyiapkan petugas pendamping tebu rakyat untuk pelayanan petani tebu.
&quot;Saya mengapresiasi betul kepada SGN karena sudah menyiapkan 2 ribu karyawan yang berfungsi seperti penyuluh atau pendamping kepada petani tebu rakyat. Kami sangat berharap SGN menjadi motor untuk stakeholder yang lain dengan pengembangan yang sudah dilakukan melalui ETERA dan sekarang program Inkubator Agripreneur Tebu,&quot; harap Plt Direktur Jenderal Perkebunan Heru Tri Widarto.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah Indonesia menargetkan swasembada gula pada 2028. Untuk mencapai tujuan ini, Indonesia menghadapi tantangan besar berupa isu produktivitas untuk mencukupi kebutuhan konsumsi nasional.
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Mohammad Abdul Ghani menyebut kenaikan produksi tebu nasional tahun ini yang sebesar 13% dibanding tahun lalu, separuhnya merupakan kontribusi dari PTPN melalui SGN.
&quot;Untuk gula, produksi tahun ini memang meningkat 13% dari tahun lalu, di mana peningkatan paling besar dikontribusikan oleh PTPN melalui SGN. Jadi separuh dari peningkatan produksi tebu nasional, produksi gula nasional dari 2,2 juta ton per tahun menjadi 2,4 juta ton per tahun. Itu separuhnya kontribusi SGN,&quot; jelasnya dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (14/11/2024).

BACA JUGA:
Strategi RI Percepat Swasembada Gula Konsumsi 2028

Dari 8 Astacita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Astacita nomor 2 menyatakan bahwa Indonesia dalam waktu 4-5 tahun harus mampu menjadi negara yang swasembada pangan.
Selanjutnya Ghani berharap produktivitas tebu bisa naik dari 5 ke 8 ton per hektare sebagai bagian upaya percepatan pencapaian swasembada gula nasional.
&quot;Kalau naik 8 ton, sesungguhnya bukan angka yang terlalu tinggi karena 8 ton hanya separuh dari apa yang sudah dicapai di 100 tahun lalu. Isunya hanya kemitraan yang saling bergantung. Kemudian kita harapkan dukungan pemerintah terutama dalam kaitannya dengan menjaga agar gula yang masuk atau impor dapat dikendalikan,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Ini Cara Indonesia Percepat Swasembada Gula

Terlepas dari tantangan yang harus dihadapi, terbuka peluang besar bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam sektor pertanian, khususnya dalam pengembangan industri tebu. Untuk meningkatkan ketertarikan generasi muda pada sektor pertanian dibentuklah program inovatif bernama Inkubator Agripreneur Tebu yang diinisiasi PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).Program ini didukung Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai solusi untuk link and match antara isu produktivitas dan peran generasi muda dalam sektor pertanian.
&quot;Kami akan melatih dan mendampingi generasi muda yang berminat menjadi agripreneur profesional mengelola perkebunan tebu secara modern, produktif dan berkelanjutan. Bisnis tebu merupakan bisnis yang low risk dan menguntungkan,&quot; kata Direktur Utama SGN Mahmudi.
Mahmudi menambahkan para peserta akan mendapatkan berbagai pelatihan teknis, dukungan bisnis, serta pendampingan dari ahli sehingga diharapkan program tersebut dapat memperkuat kapasitas para peserta dalam membangun usaha tani yang berdampak positif pada sektor pertanian Indonesia.
&quot;Peserta yang lolos seleksi akan mengelola seperti mini estate, lahan tebu antara 50-100 hektare, dikelola seperti perusahaan dan dilakukan menggunakan teknologi,&quot; lanjutnya.
Apresiasi diberikan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, termasuk rencana SGN menyiapkan petugas pendamping tebu rakyat untuk pelayanan petani tebu.
&quot;Saya mengapresiasi betul kepada SGN karena sudah menyiapkan 2 ribu karyawan yang berfungsi seperti penyuluh atau pendamping kepada petani tebu rakyat. Kami sangat berharap SGN menjadi motor untuk stakeholder yang lain dengan pengembangan yang sudah dilakukan melalui ETERA dan sekarang program Inkubator Agripreneur Tebu,&quot; harap Plt Direktur Jenderal Perkebunan Heru Tri Widarto.</content:encoded></item></channel></rss>
