<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp6.802 Triliun</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia naik lagi pada kuartal III 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/15/320/3086065/utang-luar-negeri-indonesia-naik-lagi-tembus-rp6-802-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/15/320/3086065/utang-luar-negeri-indonesia-naik-lagi-tembus-rp6-802-triliun"/><item><title>Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp6.802 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/15/320/3086065/utang-luar-negeri-indonesia-naik-lagi-tembus-rp6-802-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/15/320/3086065/utang-luar-negeri-indonesia-naik-lagi-tembus-rp6-802-triliun</guid><pubDate>Jum'at 15 November 2024 12:52 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/15/320/3086065/utang-luar-negeri-indonesia-naik-lagi-tembus-rp6-802-triliun-ZPPRK8nzwr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ULN Indonesia naik lagi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/15/320/3086065/utang-luar-negeri-indonesia-naik-lagi-tembus-rp6-802-triliun-ZPPRK8nzwr.jpg</image><title>ULN Indonesia naik lagi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia naik lagi pada kuartal III 2024. Posisi ULN Indonesia pada kuartal III 2024 tercatat sebesar USD427,8 miliar setara Rp6.802 trilun (kurs Rp15.900 pers USD).
ULN tumbuh sebesar 8,3% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan periode sebelumnya.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Tarik Utang Baru Rp438,1 Triliun, Ini Rinciannya

&quot;Perkembangan ULN tersebut bersumber dari sektor publik. Posisi ULN triwulan III 2024 juga dipengaruhi oleh faktor pelemahan mata uang dolar AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk Rupiah,&quot; ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Jumat (15/11/2024).
Menurut Ramdan, ULN pemerintah tetap terkendali. Posisi ULN pemerintah pada kuartal III 2024 sebesar USD204,1 miliar, atau mencatat tumbuh 8,4% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan pada kuartal II 2024 sebesar 0,8% yoy.

BACA JUGA:
China Siap Guyur Utang ke RI Biayai Program Makan Bergizi Gratis Prabowo

Perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri dan peningkatan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik, seiring dengan tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.
Pemerintah terus berkomitmen untuk menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara pruden dan akuntabel untuk mendapatkan pembiayaan yang paling efisien dan optimal.
&quot;Sebagai salah satu instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemanfaatan ULN terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan sektor prioritas dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan pengelolaan ULN,&quot; jelasnya.Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah tetap dikelola secara  hati-hati, kredibel, dan akuntabel untuk mendukung belanja, antara lain  pada Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (21,0% dari total ULN  Pemerintah); Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial  Wajib (18,9%); Jasa Pendidikan (16,8%); Konstruksi (13,6%); serta Jasa  Keuangan dan Asuransi (9,1%).
Posisi ULN pemerintah tetap terkendali mengingat hampir seluruh ULN  memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9% dari total  ULN pemerintah.
ULN swasta menurun. Pada triwulan III 2024, posisi ULN swasta  tercatat sebesar 196,0 miliar dolar AS, atau mengalami kontraksi  pertumbuhan sebesar 0,6% (yoy), setelah tumbuh rendah sebesar 0,02%  (yoy) pada triwulan II 2024.
Perkembangan tersebut terutama didorong oleh ULN lembaga keuangan  (financial corporations) yang mencatat kontraksi pertumbuhan sebesar  3,2% (yoy).
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari Sektor  Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik dan  Gas; serta Pertambangan dan Penggalian, dengan pangsa mencapai 79,3%  dari total ULN swasta.
ULN swasta juga tetap didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 75,3% terhadap total ULN swasta.
Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip  kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tecermin dari rasio ULN  Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang terjaga sebesar  31,1%, serta didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai  84,2% dari total ULN.
Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia  dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan  ULN.
Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan  pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang  berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang  dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.
Data lengkap mengenai ULN Indonesia terkini dan metadata dapat  dilihat pada publikasi Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI)  edisi November 2024 pada situs web Bank Indonesia. Publikasi ini juga  dapat diakses melalui situs web Kementerian Keuangan.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia naik lagi pada kuartal III 2024. Posisi ULN Indonesia pada kuartal III 2024 tercatat sebesar USD427,8 miliar setara Rp6.802 trilun (kurs Rp15.900 pers USD).
ULN tumbuh sebesar 8,3% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan periode sebelumnya.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Tarik Utang Baru Rp438,1 Triliun, Ini Rinciannya

&quot;Perkembangan ULN tersebut bersumber dari sektor publik. Posisi ULN triwulan III 2024 juga dipengaruhi oleh faktor pelemahan mata uang dolar AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk Rupiah,&quot; ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Jumat (15/11/2024).
Menurut Ramdan, ULN pemerintah tetap terkendali. Posisi ULN pemerintah pada kuartal III 2024 sebesar USD204,1 miliar, atau mencatat tumbuh 8,4% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan pada kuartal II 2024 sebesar 0,8% yoy.

BACA JUGA:
China Siap Guyur Utang ke RI Biayai Program Makan Bergizi Gratis Prabowo

Perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri dan peningkatan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik, seiring dengan tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.
Pemerintah terus berkomitmen untuk menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara pruden dan akuntabel untuk mendapatkan pembiayaan yang paling efisien dan optimal.
&quot;Sebagai salah satu instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemanfaatan ULN terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan sektor prioritas dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan pengelolaan ULN,&quot; jelasnya.Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah tetap dikelola secara  hati-hati, kredibel, dan akuntabel untuk mendukung belanja, antara lain  pada Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (21,0% dari total ULN  Pemerintah); Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial  Wajib (18,9%); Jasa Pendidikan (16,8%); Konstruksi (13,6%); serta Jasa  Keuangan dan Asuransi (9,1%).
Posisi ULN pemerintah tetap terkendali mengingat hampir seluruh ULN  memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9% dari total  ULN pemerintah.
ULN swasta menurun. Pada triwulan III 2024, posisi ULN swasta  tercatat sebesar 196,0 miliar dolar AS, atau mengalami kontraksi  pertumbuhan sebesar 0,6% (yoy), setelah tumbuh rendah sebesar 0,02%  (yoy) pada triwulan II 2024.
Perkembangan tersebut terutama didorong oleh ULN lembaga keuangan  (financial corporations) yang mencatat kontraksi pertumbuhan sebesar  3,2% (yoy).
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari Sektor  Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik dan  Gas; serta Pertambangan dan Penggalian, dengan pangsa mencapai 79,3%  dari total ULN swasta.
ULN swasta juga tetap didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 75,3% terhadap total ULN swasta.
Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip  kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tecermin dari rasio ULN  Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang terjaga sebesar  31,1%, serta didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai  84,2% dari total ULN.
Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia  dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan  ULN.
Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan  pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang  berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang  dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.
Data lengkap mengenai ULN Indonesia terkini dan metadata dapat  dilihat pada publikasi Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI)  edisi November 2024 pada situs web Bank Indonesia. Publikasi ini juga  dapat diakses melalui situs web Kementerian Keuangan.</content:encoded></item></channel></rss>
