<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Susu Impor Banjiri RI, Mentan Ungkap Biang Keroknya</title><description>Susu impor mendominasi pasar Indonesia. Sebanyak 80% kebutuhan susu sapi dalam negeri dipenuhi oleh impor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/16/320/3086444/susu-impor-banjiri-ri-mentan-ungkap-biang-keroknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/16/320/3086444/susu-impor-banjiri-ri-mentan-ungkap-biang-keroknya"/><item><title>Susu Impor Banjiri RI, Mentan Ungkap Biang Keroknya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/16/320/3086444/susu-impor-banjiri-ri-mentan-ungkap-biang-keroknya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/16/320/3086444/susu-impor-banjiri-ri-mentan-ungkap-biang-keroknya</guid><pubDate>Sabtu 16 November 2024 14:53 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/16/320/3086444/susu-impor-banjiri-ri-mentan-ungkap-biang-keroknya-f4uXrakZTe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mentan ungkap penyebab susu impor banjiri Indonesia (Foto: Kementan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/16/320/3086444/susu-impor-banjiri-ri-mentan-ungkap-biang-keroknya-f4uXrakZTe.jpg</image><title>Mentan ungkap penyebab susu impor banjiri Indonesia (Foto: Kementan)</title></images><description>JAKARTA - Susu impor mendominasi pasar Indonesia. Sebanyak 80% kebutuhan susu sapi dalam negeri dipenuhi oleh impor.
Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, ini tidak lepas dari Perpres tahun 1998 yang membebaskan industri untuk tidak menyerap susu dari peternakan lokal.

BACA JUGA:
8 Fakta Peternak Sapi Protes dengan Mandi Susu, Ternyata Susu Impor Bebas Pajak


Mentan Amran menyebut Perpres tersebut mengakibatkan adanya peningkatan volume impor susu sapi nasional secara besar-besaran. Diketahui, dari sebelumnya volume impor hanya di angka 40%, kini menjadi 80%.
&quot;Ingat Ini dulu kita revisi perpes Itu tahun 97-98 dimana tidak ada kewajiban untuk menyerap susu. Apa yang terjadi dulu kita impor 40%, sekarang 81%,&quot; ungkap Mentan Amran dalam konferensi pers yang digelar pada Sabtu (16/11/2024).

BACA JUGA:
Kriteria Susu Impor yang Bebas Pajak Masuk Indonesia


Meski demikian, Mentan Amran sendiri mengaku telah merevisi Perpres tersebut sehingga mewajibkan industri menyerap susu dari peternakan lokal. Dengan revisi tersebut, ia berharap sektor persusuan Indonesia bisa menjadi lebih baik.
&quot;Nah kami dengan Pak Mensesneg, kami revisi, sekarang kami wajibkan seluruh industri membeli susu peternak, susu sapi yang diproduksi oleh peternak Itu wajib diserap. Insya Allah ke depan lebih baik akan kembali seperti dulu,&quot; kata Mentan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMS8xMy80LzE4NjY1Ni8zL1VxZVB4dFFXd0dr&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kami sudah menyurat langsung bahwa (industri) wajib serap susu  peternak. Sehingga sekarang sudah damai dan barang siapa yang  mengabaikan petani, tidak menyerap susunya, kami beri peringatan, tahan  impornya, dan bisa izinnya kami cabut,&quot; lanjutnya.
Mentan menambahkan, jika ditemukan kualitas susu sapi lokal yang  kurang bagus, maka pihaknya akan langsung turun untuk melakukan  penindakan. Adapun langkah yang akan diambil adalah dengan membina para  peternak agar bisa menjaga kualitas susu yang dihasilkan.
&quot;Untuk menjaga kualitas kita lakukan pendamping kepada saudara kita, kita bina mereka,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Susu impor mendominasi pasar Indonesia. Sebanyak 80% kebutuhan susu sapi dalam negeri dipenuhi oleh impor.
Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, ini tidak lepas dari Perpres tahun 1998 yang membebaskan industri untuk tidak menyerap susu dari peternakan lokal.

BACA JUGA:
8 Fakta Peternak Sapi Protes dengan Mandi Susu, Ternyata Susu Impor Bebas Pajak


Mentan Amran menyebut Perpres tersebut mengakibatkan adanya peningkatan volume impor susu sapi nasional secara besar-besaran. Diketahui, dari sebelumnya volume impor hanya di angka 40%, kini menjadi 80%.
&quot;Ingat Ini dulu kita revisi perpes Itu tahun 97-98 dimana tidak ada kewajiban untuk menyerap susu. Apa yang terjadi dulu kita impor 40%, sekarang 81%,&quot; ungkap Mentan Amran dalam konferensi pers yang digelar pada Sabtu (16/11/2024).

BACA JUGA:
Kriteria Susu Impor yang Bebas Pajak Masuk Indonesia


Meski demikian, Mentan Amran sendiri mengaku telah merevisi Perpres tersebut sehingga mewajibkan industri menyerap susu dari peternakan lokal. Dengan revisi tersebut, ia berharap sektor persusuan Indonesia bisa menjadi lebih baik.
&quot;Nah kami dengan Pak Mensesneg, kami revisi, sekarang kami wajibkan seluruh industri membeli susu peternak, susu sapi yang diproduksi oleh peternak Itu wajib diserap. Insya Allah ke depan lebih baik akan kembali seperti dulu,&quot; kata Mentan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMS8xMy80LzE4NjY1Ni8zL1VxZVB4dFFXd0dr&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kami sudah menyurat langsung bahwa (industri) wajib serap susu  peternak. Sehingga sekarang sudah damai dan barang siapa yang  mengabaikan petani, tidak menyerap susunya, kami beri peringatan, tahan  impornya, dan bisa izinnya kami cabut,&quot; lanjutnya.
Mentan menambahkan, jika ditemukan kualitas susu sapi lokal yang  kurang bagus, maka pihaknya akan langsung turun untuk melakukan  penindakan. Adapun langkah yang akan diambil adalah dengan membina para  peternak agar bisa menjaga kualitas susu yang dihasilkan.
&quot;Untuk menjaga kualitas kita lakukan pendamping kepada saudara kita, kita bina mereka,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
