<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hadapi Tantangan Global, Pelaku Usaha Belajar Penguatan Strategi Bisnis</title><description>Para pelaku usaha ditantang lebih inovatif dalam menyiapkan strategi bisnis saat menghadapi tantangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/17/320/3086533/hadapi-tantangan-global-pelaku-usaha-belajar-penguatan-strategi-bisnis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/17/320/3086533/hadapi-tantangan-global-pelaku-usaha-belajar-penguatan-strategi-bisnis"/><item><title>Hadapi Tantangan Global, Pelaku Usaha Belajar Penguatan Strategi Bisnis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/17/320/3086533/hadapi-tantangan-global-pelaku-usaha-belajar-penguatan-strategi-bisnis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/17/320/3086533/hadapi-tantangan-global-pelaku-usaha-belajar-penguatan-strategi-bisnis</guid><pubDate>Minggu 17 November 2024 05:51 WIB</pubDate><dc:creator>Shafira Kezia Andjani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/16/320/3086533/hadapi-tantangan-global-pelaku-usaha-belajar-penguatan-strategi-bisnis-RiLJeIBmKc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelaku usaha belajar strategi bisnis hadapi tantangan global (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/16/320/3086533/hadapi-tantangan-global-pelaku-usaha-belajar-penguatan-strategi-bisnis-RiLJeIBmKc.jpg</image><title>Pelaku usaha belajar strategi bisnis hadapi tantangan global (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Para pelaku usaha ditantang lebih inovatif dalam menyiapkan strategi bisnis saat menghadapi tantangan. Kesiapan sektor bisnis dalam negeri juga dibutuhkan untuk menuju Indonesia Emas 2025.
Wakil Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menekankan pentingnya pelaku usaha belajar mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan zaman.

BACA JUGA:
Anggaran Perjalanan Dinas Dipangkas 50%, Pengusaha Hotel Bisa Rugi Rp8 Triliun


&amp;ldquo;Selama penyelenggaraan hari, Indonesia Knowledge Forum (IKF) 2024, kita telah diajak untuk menggali wawasan dan pemikiran inovatif dari para ahli yang mengajarkan kita tentang strategi bisnis,&quot; paparnya, dikutip Sabtu (16/11/2024).
&quot;Kita juga banyak belajar mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan zaman,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Rekening Klub Malam Valhalla Diblokir PPATK, Diduga Milik Pengusaha Surabaya Ivan Sugianto


Perseroan mengadakan forum ini sejak tahun 2012 dan menjadi komitmen perseroan dalam mendukung kesiapan sektor bisnis menuju Indonesia Emas 2045.
&quot;Forum ini bukan hanya menjadi ajang untuk bertukar ide dan memperluas wawasan,tetapi juga mencerminkan komitmen BCA dalam mendukung pengembangan sektor bisnis yang siap menghadapi tantangan global dan berkontribusi pada kemajuan bangsa, &amp;rdquo; tutup Hendra Lembong.
Mengangkat tema &amp;ldquo;Linear to Limitless: Advancing Business Exponential  Growth&amp;rdquo;, IKF 2024 dihadiri pula sejumlah pakar dan praktisi lainnya yang  membawakan beragam topik menarik.
Seperti Menteri Luar Negeri periode  2009-2014 Dr. R.M. Marty M. Natalegawa, Presiden Direktur Alfamart  Anggara Hans Prawira, Direktur PT Kalbe Farma Tbk KartikaSetiabudy, CEO  &amp;amp; Co-Founder Fore Coffee Vico Lomar, COO &amp;amp; Co-Founder Blibli  Lisa Widodo,Co-Founder Paragon Corp Salman Subakat, Founder Rumah Atsiri  Indonesia NatashaClairine, Head of Communications Netflix Putri  Silalahi, Pendiri dan Koordinator ForumKeamanan Siber dan Informasi  (FORMASI) Gildas Deograt, hingga aktor Joe Taslim.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Para pelaku usaha ditantang lebih inovatif dalam menyiapkan strategi bisnis saat menghadapi tantangan. Kesiapan sektor bisnis dalam negeri juga dibutuhkan untuk menuju Indonesia Emas 2025.
Wakil Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menekankan pentingnya pelaku usaha belajar mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan zaman.

BACA JUGA:
Anggaran Perjalanan Dinas Dipangkas 50%, Pengusaha Hotel Bisa Rugi Rp8 Triliun


&amp;ldquo;Selama penyelenggaraan hari, Indonesia Knowledge Forum (IKF) 2024, kita telah diajak untuk menggali wawasan dan pemikiran inovatif dari para ahli yang mengajarkan kita tentang strategi bisnis,&quot; paparnya, dikutip Sabtu (16/11/2024).
&quot;Kita juga banyak belajar mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan zaman,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Rekening Klub Malam Valhalla Diblokir PPATK, Diduga Milik Pengusaha Surabaya Ivan Sugianto


Perseroan mengadakan forum ini sejak tahun 2012 dan menjadi komitmen perseroan dalam mendukung kesiapan sektor bisnis menuju Indonesia Emas 2045.
&quot;Forum ini bukan hanya menjadi ajang untuk bertukar ide dan memperluas wawasan,tetapi juga mencerminkan komitmen BCA dalam mendukung pengembangan sektor bisnis yang siap menghadapi tantangan global dan berkontribusi pada kemajuan bangsa, &amp;rdquo; tutup Hendra Lembong.
Mengangkat tema &amp;ldquo;Linear to Limitless: Advancing Business Exponential  Growth&amp;rdquo;, IKF 2024 dihadiri pula sejumlah pakar dan praktisi lainnya yang  membawakan beragam topik menarik.
Seperti Menteri Luar Negeri periode  2009-2014 Dr. R.M. Marty M. Natalegawa, Presiden Direktur Alfamart  Anggara Hans Prawira, Direktur PT Kalbe Farma Tbk KartikaSetiabudy, CEO  &amp;amp; Co-Founder Fore Coffee Vico Lomar, COO &amp;amp; Co-Founder Blibli  Lisa Widodo,Co-Founder Paragon Corp Salman Subakat, Founder Rumah Atsiri  Indonesia NatashaClairine, Head of Communications Netflix Putri  Silalahi, Pendiri dan Koordinator ForumKeamanan Siber dan Informasi  (FORMASI) Gildas Deograt, hingga aktor Joe Taslim.</content:encoded></item></channel></rss>
