<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masyarakat RI Sudah Tak Lagi Lihat Merek Produk, yang Penting Murah</title><description>Aprindo mengungkapkan sebagian besar masyarakat memiliki orientasi membeli produk dengan harga paling murah</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/17/320/3086718/masyarakat-ri-sudah-tak-lagi-lihat-merek-produk-yang-penting-murah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/17/320/3086718/masyarakat-ri-sudah-tak-lagi-lihat-merek-produk-yang-penting-murah"/><item><title>Masyarakat RI Sudah Tak Lagi Lihat Merek Produk, yang Penting Murah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/17/320/3086718/masyarakat-ri-sudah-tak-lagi-lihat-merek-produk-yang-penting-murah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/17/320/3086718/masyarakat-ri-sudah-tak-lagi-lihat-merek-produk-yang-penting-murah</guid><pubDate>Minggu 17 November 2024 15:34 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/17/320/3086718/masyarakat-ri-sudah-tak-lagi-lihat-merek-produk-yang-penting-murah-URtq9MxNJb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Masyarakat Kini Beli Produk yang Penting Murah, Buka Lagi Merek. (Foto; Okezone.com/Haaretz)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/17/320/3086718/masyarakat-ri-sudah-tak-lagi-lihat-merek-produk-yang-penting-murah-URtq9MxNJb.jpg</image><title>Masyarakat Kini Beli Produk yang Penting Murah, Buka Lagi Merek. (Foto; Okezone.com/Haaretz)</title></images><description>JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengungkapkan sebagian besar masyarakat memiliki orientasi membeli produk dengan harga paling murah dan tidak melihat lagi merek.
&quot;Bila ada satu jenis produk maka masyarakat akan mencari yang lebih murah. Mereka mencari pembanding sekarang. Sudah tidak lagi melihat merek. Ini hasil kajian kami di lapangan selaku pengusaha ritel,&quot; kata Ketua Umum Aprindo Solihin, dikutip dari Antara, Minggu (17/11/2024).

BACA JUGA:
PPN Jadi 12% di 2025, Pengusaha Ritel: Yang Nanggung Pembeli

Oleh karena itu, saat ini setiap ritel harus menyediakan berbagai pilihan produk dengan pilihan warga agar masyarakat tetap datang membeli.
Pasalnya, konsumen saat ini bisa menentukan nasib sebuah ritel. Jika pembeli merasa tidak ada produk yang sesuai dengan keinginan maka bisa berpindah ke ritel lain atau membeli secara daring.

BACA JUGA:
Tarif PPN Naik Jadi 12% di 2025, Sri Mulyani: Bukan Membabi Buta

&quot;Ini adalah tantangan kami ke depan agar tetap mempertahankan eksistensi ritel dengan berbagai inovasi yang melihat hasil kajian dan analisis lapangan selama beberapa waktu terakhir sehingga ritel bisa terus tumbuh,&quot; ujarnya.Solihin yang baru terpilih sebagai Ketua Umum Aprindo masa bakti 2024 - 2028 juga menyatakan akan mengajak ritel menyediakan sistem e-commerce untuk menyesuaikan perkembangan saat ini.
Selain itu juga memperkuat peran UMKM dengan kerja sama melalui penyediaan ruang. Namun produk UMKM juga harus memiliki daya tarik orang datang ke ritel.
&quot;Maka itu, setiap ritel saat ini diharapkan menjual produk pangan karena ini yang dibutuhkan warga setiap hari. Kalau kendaraan dan furniture kan tidak tiap hari dibeli,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengungkapkan sebagian besar masyarakat memiliki orientasi membeli produk dengan harga paling murah dan tidak melihat lagi merek.
&quot;Bila ada satu jenis produk maka masyarakat akan mencari yang lebih murah. Mereka mencari pembanding sekarang. Sudah tidak lagi melihat merek. Ini hasil kajian kami di lapangan selaku pengusaha ritel,&quot; kata Ketua Umum Aprindo Solihin, dikutip dari Antara, Minggu (17/11/2024).

BACA JUGA:
PPN Jadi 12% di 2025, Pengusaha Ritel: Yang Nanggung Pembeli

Oleh karena itu, saat ini setiap ritel harus menyediakan berbagai pilihan produk dengan pilihan warga agar masyarakat tetap datang membeli.
Pasalnya, konsumen saat ini bisa menentukan nasib sebuah ritel. Jika pembeli merasa tidak ada produk yang sesuai dengan keinginan maka bisa berpindah ke ritel lain atau membeli secara daring.

BACA JUGA:
Tarif PPN Naik Jadi 12% di 2025, Sri Mulyani: Bukan Membabi Buta

&quot;Ini adalah tantangan kami ke depan agar tetap mempertahankan eksistensi ritel dengan berbagai inovasi yang melihat hasil kajian dan analisis lapangan selama beberapa waktu terakhir sehingga ritel bisa terus tumbuh,&quot; ujarnya.Solihin yang baru terpilih sebagai Ketua Umum Aprindo masa bakti 2024 - 2028 juga menyatakan akan mengajak ritel menyediakan sistem e-commerce untuk menyesuaikan perkembangan saat ini.
Selain itu juga memperkuat peran UMKM dengan kerja sama melalui penyediaan ruang. Namun produk UMKM juga harus memiliki daya tarik orang datang ke ritel.
&quot;Maka itu, setiap ritel saat ini diharapkan menjual produk pangan karena ini yang dibutuhkan warga setiap hari. Kalau kendaraan dan furniture kan tidak tiap hari dibeli,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
