<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada Lonjakan Harga Pangan Jelang Pilkada dan Nataru 2025</title><description>Masyarakat diminta waspada lonjakan harga pangan menjelang Pemilihan  Kepala Daerah (Pilkada) dan perayaan Nataru 2025.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/19/320/3087272/waspada-lonjakan-harga-pangan-jelang-pilkada-dan-nataru-2025</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/19/320/3087272/waspada-lonjakan-harga-pangan-jelang-pilkada-dan-nataru-2025"/><item><title>Waspada Lonjakan Harga Pangan Jelang Pilkada dan Nataru 2025</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/19/320/3087272/waspada-lonjakan-harga-pangan-jelang-pilkada-dan-nataru-2025</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/19/320/3087272/waspada-lonjakan-harga-pangan-jelang-pilkada-dan-nataru-2025</guid><pubDate>Selasa 19 November 2024 10:18 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/19/320/3087272/waspada-lonjakan-harga-pangan-jelang-pilkada-dan-nataru-2025-SANmfonJmo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Waspada lonjakan harga sembako (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/19/320/3087272/waspada-lonjakan-harga-pangan-jelang-pilkada-dan-nataru-2025-SANmfonJmo.jpg</image><title>Waspada lonjakan harga sembako (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Masyarakat diminta waspada lonjakan harga pangan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mewanti-wanti terjadinya kenaikan harga di momen tersebut.
Mendagri Tito pun menekankan pentingnya kesiapan daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota dalam mengantisipasi pemborongan bahan sembako dengan memastikan stok pangan tercukupi sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik selama Pilkada dan Nataru.

BACA JUGA:
Harga Pangan Hari Ini, Bawang Merah Naik Jadi Rp33.870 per Kg

&quot;Kepala daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota harus berkoordinasi dengan Bulog dan distributor pangan. Biasanya menjelang pemilihan ada aksi pemborongan bahan sembako, sehingga stok harus siap digelontorkan ke pasar,&quot; ujar Tito dikutip Selasa (19/11/2024).
&quot;Gelontorkan bahan pangan untuk menstabilkan harga di pasar. Kita perlu memastikan stok cukup untuk menghindari gejolak harga yang berpotensi membebani masyarakat,&quot; tambahnya.

BACA JUGA:
Harga Pangan Naik, dari Minyak Goreng hingga Bawang Merah

Sementara itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengklaim bahwa harga pangan masih stabil menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Menurut Plh. Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Rinna Syawal, meskipun ada lonjakan di beberapa daerah, namun secara keseluruhan harga masih stabil.&quot;Masih terdapat beberapa kabupaten/kota yang harganya masih di atas  Harga Acuan Pembelian (HAP)/Harga Eceran Tertinggi (HET) yang  ditetapkan. Hal ini harus kita antisipasi menjelang Pilkada dan Nataru.  Harga pangan harus bisa dipastikan terjangkau oleh masyarakat dan  stabil,&quot; ujar Rinna.
Untuk menjaga harga pangan tetap stabil, Rinna mengimbau  daerah-daerah dengan harga komoditas di atas HAP agar segera melakukan  penetrasi pasar. Menurutnya, ini menjadi langkah strategis untuk  memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan di daerah.
&quot;Provinsi maupun kabupaten/kota perlu mendatangkan beras dari wilayah  surplus, memfasilitasi distribusi pangan, dan melaksanakan kegiatan  Gerakan Pangan Murah (GPM),&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Masyarakat diminta waspada lonjakan harga pangan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mewanti-wanti terjadinya kenaikan harga di momen tersebut.
Mendagri Tito pun menekankan pentingnya kesiapan daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota dalam mengantisipasi pemborongan bahan sembako dengan memastikan stok pangan tercukupi sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik selama Pilkada dan Nataru.

BACA JUGA:
Harga Pangan Hari Ini, Bawang Merah Naik Jadi Rp33.870 per Kg

&quot;Kepala daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota harus berkoordinasi dengan Bulog dan distributor pangan. Biasanya menjelang pemilihan ada aksi pemborongan bahan sembako, sehingga stok harus siap digelontorkan ke pasar,&quot; ujar Tito dikutip Selasa (19/11/2024).
&quot;Gelontorkan bahan pangan untuk menstabilkan harga di pasar. Kita perlu memastikan stok cukup untuk menghindari gejolak harga yang berpotensi membebani masyarakat,&quot; tambahnya.

BACA JUGA:
Harga Pangan Naik, dari Minyak Goreng hingga Bawang Merah

Sementara itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengklaim bahwa harga pangan masih stabil menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Menurut Plh. Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Rinna Syawal, meskipun ada lonjakan di beberapa daerah, namun secara keseluruhan harga masih stabil.&quot;Masih terdapat beberapa kabupaten/kota yang harganya masih di atas  Harga Acuan Pembelian (HAP)/Harga Eceran Tertinggi (HET) yang  ditetapkan. Hal ini harus kita antisipasi menjelang Pilkada dan Nataru.  Harga pangan harus bisa dipastikan terjangkau oleh masyarakat dan  stabil,&quot; ujar Rinna.
Untuk menjaga harga pangan tetap stabil, Rinna mengimbau  daerah-daerah dengan harga komoditas di atas HAP agar segera melakukan  penetrasi pasar. Menurutnya, ini menjadi langkah strategis untuk  memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan di daerah.
&quot;Provinsi maupun kabupaten/kota perlu mendatangkan beras dari wilayah  surplus, memfasilitasi distribusi pangan, dan melaksanakan kegiatan  Gerakan Pangan Murah (GPM),&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
