<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perbedaan BPI Danantara dengan SWF INA</title><description>Perbedaan BPI Danantara dengan SWF INA.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/20/320/3087762/perbedaan-bpi-danantara-dengan-swf-ina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/20/320/3087762/perbedaan-bpi-danantara-dengan-swf-ina"/><item><title>Perbedaan BPI Danantara dengan SWF INA</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/20/320/3087762/perbedaan-bpi-danantara-dengan-swf-ina</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/20/320/3087762/perbedaan-bpi-danantara-dengan-swf-ina</guid><pubDate>Rabu 20 November 2024 14:11 WIB</pubDate><dc:creator>Zahra Indah Safira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/20/320/3087762/perbedaan-bpi-danantara-dengan-swf-ina-R3gyy0NyYY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perbedaan BPI Danantara dan SWF INA (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/20/320/3087762/perbedaan-bpi-danantara-dengan-swf-ina-R3gyy0NyYY.jpg</image><title>Perbedaan BPI Danantara dan SWF INA (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Perbedaan BPI Danantara dengan SWF INA. Pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan terbentuknya Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, sebuah lembaga investasi yang dirancang untuk menjadi superholding BUMN di masa depan.
Meski sama-sama berstatus sovereign wealth fund (SWF), Danantara memiliki sedikit perbedaan dibandingkan Indonesia Investment Authority (INA) atau yang sebelumnya dikenal sebagai satu-satunya SWF di Indonesia.
Wakil Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Kaharuddin Djenod menjelaskan bahwa Danantara memiliki tiga pilar utama yang membedakannya dari INA, yang selama ini dikenal sebagai pengelola dana abadi Indonesia.

BACA JUGA:
BP Danantara Siap Caplok 7 BUMN, Begini Persiapannya


Tiga Pilar Utama Danantara
1. Sovereign Wealth Fund (SWF)
Sama seperti INA, Danantara berfungsi sebagai badan SWF yang bertanggung jawab untuk menarik dan mengelola dana dari investor domestik maupun internasional. Dana ini akan dialokasikan ke berbagai sektor strategis guna mempercepat pembangunan Indonesia.
2. Development Investment
Fungsi kedua Danantara adalah sebagai badan pengelola investasi pembangunan. Pilar ini fokus pada investasi di sektor-sektor tertentu untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan mendorong pengembangan infrastruktur.
3. Asset Management
Pilar ini bertanggung jawab untuk mengoptimalkan aset-aset BUMN yang ada di luar APBN, menciptakan efisiensi, serta meningkatkan nilai aset tersebut. Berbeda dengan tugas INA yang menjalankan satu fungsi utama, yakni sebagai SWF untuk menarik investasi dan mengelola dana strategis. Dengan struktur yang lebih sederhana.

BACA JUGA:
Wakil Kepala BP Danantara Rangkap Jabatan Dirut PT PAL, Begini Penjelasan Erick Thohir

Skala yang Lebih Besar
Selain perbedaan fungsi, skala Danantara juga jauh lebih besar dibandingkan INA. Pada tahap awal, Danantara akan menaungi tujuh BUMN besar, di antaranya
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
- PT PLN (Persero)
- PT Pertamina (Persero)
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.,
- PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID.
Apabila digabungkan, total aset tujuh BUMN ini mencapai hampir Rp9.000 triliun. Selain itu, Danantara juga akan menaungi INA, yang memiliki aset sekitar Rp163 triliun. Dengan demikian, total asset under management (AUM) Danantara diproyeksikan mencapai Rp9.049 triliun atau sekitar USD571,6 miliar.
Visi untuk Menjadi Superholding BUMN
Danantara dirancang sebagai embrio superholding BUMN yang akan  mengelola seluruh aset perusahaan pelat merah. Menurut Kaharuddin, peran  awal Danantara adalah sebagai badan pengelola investasi yang  mempersiapkan landasan sebelum superholding resmi terbentuk. &amp;ldquo;Ini satu  badan untuk melakukan persiapan sehingga nantinya superholding Danantara  itu akan terbentuk,&amp;rdquo; ujarnya.
Dengan menjadi superholding, Danantara akan berfungsi sebagai induk  yang mengonsolidasikan aset-aset BUMN strategis di luar pengelolaan  langsung oleh APBN. Tujuannya adalah menciptakan efisiensi, meningkatkan  daya saing, serta mendorong pertumbuhan nilai aset di sektor strategis.
Hingga saat ini, Danantara tengah mengadakan pertemuan intensif  dengan sejumlah BUMN yang akan menjadi bagian dari badan tersebut.  Kaharuddin juga menyampaikan bahwa sinergi antara Danantara dan BUMN  terkait sangatlah penting untuk mendukung visi Presiden Prabowo Subianto  dalam memperkuat ekonomi nasional.
Sebagai lembaga yang lebih besar dan multidimensional dibandingkan  INA, Danantara diproyeksikan akan menjadi pembawa perubahan dalam  pengelolaan aset strategis negara. Dengan total asset under management  (AUM) yang mendekati Rp9.500 triliun, lembaga ini diharapkan mampu  menarik investasi global, memperkuat daya saing BUMN, dan menjadi motor  penggerak utama dalam pembangunan ekonomi Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Perbedaan BPI Danantara dengan SWF INA. Pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan terbentuknya Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, sebuah lembaga investasi yang dirancang untuk menjadi superholding BUMN di masa depan.
Meski sama-sama berstatus sovereign wealth fund (SWF), Danantara memiliki sedikit perbedaan dibandingkan Indonesia Investment Authority (INA) atau yang sebelumnya dikenal sebagai satu-satunya SWF di Indonesia.
Wakil Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Kaharuddin Djenod menjelaskan bahwa Danantara memiliki tiga pilar utama yang membedakannya dari INA, yang selama ini dikenal sebagai pengelola dana abadi Indonesia.

BACA JUGA:
BP Danantara Siap Caplok 7 BUMN, Begini Persiapannya


Tiga Pilar Utama Danantara
1. Sovereign Wealth Fund (SWF)
Sama seperti INA, Danantara berfungsi sebagai badan SWF yang bertanggung jawab untuk menarik dan mengelola dana dari investor domestik maupun internasional. Dana ini akan dialokasikan ke berbagai sektor strategis guna mempercepat pembangunan Indonesia.
2. Development Investment
Fungsi kedua Danantara adalah sebagai badan pengelola investasi pembangunan. Pilar ini fokus pada investasi di sektor-sektor tertentu untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan mendorong pengembangan infrastruktur.
3. Asset Management
Pilar ini bertanggung jawab untuk mengoptimalkan aset-aset BUMN yang ada di luar APBN, menciptakan efisiensi, serta meningkatkan nilai aset tersebut. Berbeda dengan tugas INA yang menjalankan satu fungsi utama, yakni sebagai SWF untuk menarik investasi dan mengelola dana strategis. Dengan struktur yang lebih sederhana.

BACA JUGA:
Wakil Kepala BP Danantara Rangkap Jabatan Dirut PT PAL, Begini Penjelasan Erick Thohir

Skala yang Lebih Besar
Selain perbedaan fungsi, skala Danantara juga jauh lebih besar dibandingkan INA. Pada tahap awal, Danantara akan menaungi tujuh BUMN besar, di antaranya
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
- PT PLN (Persero)
- PT Pertamina (Persero)
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.,
- PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID.
Apabila digabungkan, total aset tujuh BUMN ini mencapai hampir Rp9.000 triliun. Selain itu, Danantara juga akan menaungi INA, yang memiliki aset sekitar Rp163 triliun. Dengan demikian, total asset under management (AUM) Danantara diproyeksikan mencapai Rp9.049 triliun atau sekitar USD571,6 miliar.
Visi untuk Menjadi Superholding BUMN
Danantara dirancang sebagai embrio superholding BUMN yang akan  mengelola seluruh aset perusahaan pelat merah. Menurut Kaharuddin, peran  awal Danantara adalah sebagai badan pengelola investasi yang  mempersiapkan landasan sebelum superholding resmi terbentuk. &amp;ldquo;Ini satu  badan untuk melakukan persiapan sehingga nantinya superholding Danantara  itu akan terbentuk,&amp;rdquo; ujarnya.
Dengan menjadi superholding, Danantara akan berfungsi sebagai induk  yang mengonsolidasikan aset-aset BUMN strategis di luar pengelolaan  langsung oleh APBN. Tujuannya adalah menciptakan efisiensi, meningkatkan  daya saing, serta mendorong pertumbuhan nilai aset di sektor strategis.
Hingga saat ini, Danantara tengah mengadakan pertemuan intensif  dengan sejumlah BUMN yang akan menjadi bagian dari badan tersebut.  Kaharuddin juga menyampaikan bahwa sinergi antara Danantara dan BUMN  terkait sangatlah penting untuk mendukung visi Presiden Prabowo Subianto  dalam memperkuat ekonomi nasional.
Sebagai lembaga yang lebih besar dan multidimensional dibandingkan  INA, Danantara diproyeksikan akan menjadi pembawa perubahan dalam  pengelolaan aset strategis negara. Dengan total asset under management  (AUM) yang mendekati Rp9.500 triliun, lembaga ini diharapkan mampu  menarik investasi global, memperkuat daya saing BUMN, dan menjadi motor  penggerak utama dalam pembangunan ekonomi Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
