<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tok! BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan 6%</title><description>Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuan atau BI rate di level 6,00 persen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/20/320/3087781/tok-bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-6</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/20/320/3087781/tok-bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-6"/><item><title>Tok! BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan 6%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/20/320/3087781/tok-bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-6</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/20/320/3087781/tok-bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-6</guid><pubDate>Rabu 20 November 2024 14:33 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/20/320/3087781/tok-bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-6-vPmfok5fD1.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan 6% (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/20/320/3087781/tok-bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-6-vPmfok5fD1.jpeg</image><title>BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan 6% (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuan atau BI rate di level 6,00 persen yang diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 19 dan 20 November 2024.
Selain BI Rate, suku bunga Deposit Facility juga tetap bertahan sebesar 5,25 persen dan suku bunga Lending Facility tetap di level 6,75 persen.

BACA JUGA:
BI Diprediksi Turunkan Suku Bunga Acuan

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, suku bunga ditahan berdasarkan asesmen menyeluruh, proyeksi, ekonomi global, ekonomi domestik, kondisi moneter sistem keuangan dan pembayaran ke depan tersebut.
&quot;Berdasarkan hasil asesmen evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan terkini dan prospek ekonomi ke depan, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 19 dan 20 November 2024 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 6 persen,&quot; ujar Perry dalam konferensi pers pengumuman hasil RDG BI Bulan November 2024 di Jakarta, Rabu (20/11/2024).

BACA JUGA:
IHSG Melemah Level 7.191 Jelang Pengumuman Suku Bunga BI

Keputusan mempertahankan BI rate pada level 6 persen ini tetap konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro stability, yaitu sebagai langkah preemptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali.
&quot;Sehingga, inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5&amp;plusmn;1 persen pada tahun 2024 dan 2025 serta untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,&quot; kata Perry.Fokus kebijakan moneter dalam jangka pendek diarahkan untuk memperkuat efektivitas, stabilisasi nilai tukar rupiah dan menarik aliran masuk portofolio asing.
Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap pro growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh untuk mendorong kredit pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan rumah tangga.
&quot;Kebijakan sistem pembayaran diarahkan untuk memperkuat keandalan infrastruktur dan struktur industri pembayaran serta memperluas akseptasi digitalisasi sistem pembayaran,&quot; tandas Perry.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuan atau BI rate di level 6,00 persen yang diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 19 dan 20 November 2024.
Selain BI Rate, suku bunga Deposit Facility juga tetap bertahan sebesar 5,25 persen dan suku bunga Lending Facility tetap di level 6,75 persen.

BACA JUGA:
BI Diprediksi Turunkan Suku Bunga Acuan

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, suku bunga ditahan berdasarkan asesmen menyeluruh, proyeksi, ekonomi global, ekonomi domestik, kondisi moneter sistem keuangan dan pembayaran ke depan tersebut.
&quot;Berdasarkan hasil asesmen evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan terkini dan prospek ekonomi ke depan, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 19 dan 20 November 2024 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 6 persen,&quot; ujar Perry dalam konferensi pers pengumuman hasil RDG BI Bulan November 2024 di Jakarta, Rabu (20/11/2024).

BACA JUGA:
IHSG Melemah Level 7.191 Jelang Pengumuman Suku Bunga BI

Keputusan mempertahankan BI rate pada level 6 persen ini tetap konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro stability, yaitu sebagai langkah preemptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali.
&quot;Sehingga, inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5&amp;plusmn;1 persen pada tahun 2024 dan 2025 serta untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,&quot; kata Perry.Fokus kebijakan moneter dalam jangka pendek diarahkan untuk memperkuat efektivitas, stabilisasi nilai tukar rupiah dan menarik aliran masuk portofolio asing.
Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap pro growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh untuk mendorong kredit pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan rumah tangga.
&quot;Kebijakan sistem pembayaran diarahkan untuk memperkuat keandalan infrastruktur dan struktur industri pembayaran serta memperluas akseptasi digitalisasi sistem pembayaran,&quot; tandas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
