<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bagaimana Posisi Kementerian BUMN Setelah Ada Danantara?</title><description>Bagaimana posisi Kementerian BUMN setelah ada Danantara?</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/21/320/3088002/bagaimana-posisi-kementerian-bumn-setelah-ada-danantara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/21/320/3088002/bagaimana-posisi-kementerian-bumn-setelah-ada-danantara"/><item><title>Bagaimana Posisi Kementerian BUMN Setelah Ada Danantara?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/21/320/3088002/bagaimana-posisi-kementerian-bumn-setelah-ada-danantara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/21/320/3088002/bagaimana-posisi-kementerian-bumn-setelah-ada-danantara</guid><pubDate>Kamis 21 November 2024 05:32 WIB</pubDate><dc:creator>Dwi Fitria Ningsih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/21/320/3088002/bagaimana-posisi-kementerian-bumn-setelah-ada-danantara-7nsaVbo8sI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Posisi Kementerian BUMN setelah ada BPI Danantara (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/21/320/3088002/bagaimana-posisi-kementerian-bumn-setelah-ada-danantara-7nsaVbo8sI.jpg</image><title>Posisi Kementerian BUMN setelah ada BPI Danantara (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bagaimana posisi Kementerian BUMN setelah ada Danantara? Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan penjelasan mengenai posisi kementeriannya setelah pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Penjelasan tersebut disampaikan Erick terkait pertanyaan apakah Kementerian BUMN nantinya hanya akan mengelola BUMN yang lebih kecil.

BACA JUGA:
Hasil Pertemuan BPI Danantara dengan Dirut PLN


&amp;ldquo;Oh Saya gak bisa ngomong kecil dan besar. Selama ini saya di BUMN itu memang garis tangannya restrukturisasi. Yang tidak sehat daripada (menjadi) sehat,&amp;rdquo; kata Erick, dikutip Kamis(21/11/2024).
&amp;ldquo;Ya jadi itu enggak apa-apa. Itu kan yang penting apa yang kita itu kan pembantu Presiden. Kita ini harus loyal,&amp;rdquo; tegas Erick.
Sebagai informasi, Wakil Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Kaharuddin Djenod menjelaskan bahwa Danantara memiliki tiga pilar utama yang membedakannya dari INA, yang selama ini dikenal sebagai pengelola dana abadi Indonesia.

BACA JUGA:
Perbedaan Lembaga Investasi Danantara Bentukan Prabowo dengan Jokowi


Tiga Pilar Utama Danantara
1. Sovereign Wealth Fund (SWF)
Sama seperti INA, Danantara berfungsi sebagai badan SWF yang bertanggung jawab untuk menarik dan mengelola dana dari investor domestik maupun internasional. Dana ini akan dialokasikan ke berbagai sektor strategis guna mempercepat pembangunan Indonesia.
2. Development Investment
Fungsi kedua Danantara adalah sebagai badan pengelola investasi pembangunan. Pilar ini fokus pada investasi di sektor-sektor tertentu untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan mendorong pengembangan infrastruktur.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMC8yMS8xLzE4NjIzNy8zL2NjRW00RDJVMHdN&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

3. Asset Management
Pilar ini bertanggung jawab untuk mengoptimalkan aset-aset BUMN yang  ada di luar APBN, menciptakan efisiensi, serta meningkatkan nilai aset  tersebut. Berbeda dengan tugas INA yang menjalankan satu fungsi utama,  yakni sebagai SWF untuk menarik investasi dan mengelola dana strategis.  Dengan struktur yang lebih sederhana.
BPI Danantara adalah lembaga yang akan mengelola investasi di luar  Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan fokus pada  pengelolaan investasi, yang berbeda dari peran Kementerian BUMN.
Lembaga ini nantinya akan menjadi super holding bagi tujuh BUMN  besar, yakni Bank Mandiri, Bank BRI, PLN, Pertamina, BNI, Telkom  Indonesia, MIND ID, serta Indonesia Investment Authority (INA). Pada  tahap awal, Danantara diperkirakan akan mengelola aset senilai USD600  miliar atau sekitar Rp9.480 triliun (dengan kurs Rp 15.800 per dolar  AS).</description><content:encoded>JAKARTA - Bagaimana posisi Kementerian BUMN setelah ada Danantara? Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan penjelasan mengenai posisi kementeriannya setelah pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Penjelasan tersebut disampaikan Erick terkait pertanyaan apakah Kementerian BUMN nantinya hanya akan mengelola BUMN yang lebih kecil.

BACA JUGA:
Hasil Pertemuan BPI Danantara dengan Dirut PLN


&amp;ldquo;Oh Saya gak bisa ngomong kecil dan besar. Selama ini saya di BUMN itu memang garis tangannya restrukturisasi. Yang tidak sehat daripada (menjadi) sehat,&amp;rdquo; kata Erick, dikutip Kamis(21/11/2024).
&amp;ldquo;Ya jadi itu enggak apa-apa. Itu kan yang penting apa yang kita itu kan pembantu Presiden. Kita ini harus loyal,&amp;rdquo; tegas Erick.
Sebagai informasi, Wakil Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Kaharuddin Djenod menjelaskan bahwa Danantara memiliki tiga pilar utama yang membedakannya dari INA, yang selama ini dikenal sebagai pengelola dana abadi Indonesia.

BACA JUGA:
Perbedaan Lembaga Investasi Danantara Bentukan Prabowo dengan Jokowi


Tiga Pilar Utama Danantara
1. Sovereign Wealth Fund (SWF)
Sama seperti INA, Danantara berfungsi sebagai badan SWF yang bertanggung jawab untuk menarik dan mengelola dana dari investor domestik maupun internasional. Dana ini akan dialokasikan ke berbagai sektor strategis guna mempercepat pembangunan Indonesia.
2. Development Investment
Fungsi kedua Danantara adalah sebagai badan pengelola investasi pembangunan. Pilar ini fokus pada investasi di sektor-sektor tertentu untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan mendorong pengembangan infrastruktur.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMC8yMS8xLzE4NjIzNy8zL2NjRW00RDJVMHdN&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

3. Asset Management
Pilar ini bertanggung jawab untuk mengoptimalkan aset-aset BUMN yang  ada di luar APBN, menciptakan efisiensi, serta meningkatkan nilai aset  tersebut. Berbeda dengan tugas INA yang menjalankan satu fungsi utama,  yakni sebagai SWF untuk menarik investasi dan mengelola dana strategis.  Dengan struktur yang lebih sederhana.
BPI Danantara adalah lembaga yang akan mengelola investasi di luar  Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan fokus pada  pengelolaan investasi, yang berbeda dari peran Kementerian BUMN.
Lembaga ini nantinya akan menjadi super holding bagi tujuh BUMN  besar, yakni Bank Mandiri, Bank BRI, PLN, Pertamina, BNI, Telkom  Indonesia, MIND ID, serta Indonesia Investment Authority (INA). Pada  tahap awal, Danantara diperkirakan akan mengelola aset senilai USD600  miliar atau sekitar Rp9.480 triliun (dengan kurs Rp 15.800 per dolar  AS).</content:encoded></item></channel></rss>
