<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengangguran di RI Tembus 7,5 Juta Orang, Menaker: Ekonomi Tak Baik-Baik Saja</title><description>Yassierli menyatakan tingkat pengangguran terbuka di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan data, jumlah pengangguran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/21/320/3088322/pengangguran-di-ri-tembus-7-5-juta-orang-menaker-ekonomi-tak-baik-baik-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/21/320/3088322/pengangguran-di-ri-tembus-7-5-juta-orang-menaker-ekonomi-tak-baik-baik-saja"/><item><title>Pengangguran di RI Tembus 7,5 Juta Orang, Menaker: Ekonomi Tak Baik-Baik Saja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/21/320/3088322/pengangguran-di-ri-tembus-7-5-juta-orang-menaker-ekonomi-tak-baik-baik-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/21/320/3088322/pengangguran-di-ri-tembus-7-5-juta-orang-menaker-ekonomi-tak-baik-baik-saja</guid><pubDate>Kamis 21 November 2024 20:16 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/21/320/3088322/pengangguran-di-ri-tembus-7-5-juta-orang-menaker-ekonomi-tak-baik-baik-saja-n4XdbPZq4w.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengangguran di Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/21/320/3088322/pengangguran-di-ri-tembus-7-5-juta-orang-menaker-ekonomi-tak-baik-baik-saja-n4XdbPZq4w.jpg</image><title>Pengangguran di Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan tingkat pengangguran terbuka masih cukup tinggi di Indonesia. Berdasarkan data, jumlah pengangguran tembus 7,5 juta orangdi Indonesia.
&quot;Secara nasional kita juga dihadapkan dengan tingkat pengangguran yang masih tinggi, dengan jumlah sekitar 7,5 juta orang se Indonesia,&quot; ungkap Yassierli dalam sambutannya pada acara Naker Expo di Jakarta, Kamis (21/11/2024).

BACA JUGA:
Gelombang PHK Ancam Ritel dan Restoran Cepat Saji, 59.796 Orang Jadi Pengangguran


Menurut dia, tingginya tingkat pengangguran terbuka di Indonesia yang masih tinggi ini disebabkan beberapa hal. Seperti SDM yang kurang terampil, hingga mis match antara kebutuhan industri dengan angkatan kerja baru.
&quot;Memang menciptakan dan menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap bekerja ini menjadi tantangan kita semua. Tapi ini motivasi kita di Kemnaker, ini adalah tugas yang mulia,&quot; lanjutnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMS8xOS8xLzE4Njc0Ny8zL2ZCUmNocTladHA4&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Disatu sisi, Yassierli juga menyinggung soal kondisi perekonomian nasional yang juga menjadi faktor penyumbang pengangguran terbuka di Indonesia. Menurutnya, kondisi deflasi yang terjadi hingga Oktober 2024 lalu juga menjadi penyebab masih tingginya pengangguran di Indonesia.

BACA JUGA:
Ekonomi RI Tak Baik-Baik Saja, Badai PHK hingga Penurunan Daya Beli


&quot;Pengangguran ini tentu masalah yang sifatnya tidak hanya beban dan tanggung jawab dari Kementerian Ketenagakerjaan, kondisi ekonomi kita saat ini kalau meminjam istilah bu Sri Mulyani memang sedang tidak baik baik saja, ada deflasi dari Mei sampai Oktober, kita melihat juga jumlah PHK termasuk besar,&quot; sambungnya.Lebih lanjut, Yassierli menekankan bahwa menciptakan lapangan kerja adalah tantangan utama di hilir. Namun, ia juga mengingatkan perlunya pembenahan di sisi hulu, termasuk penyelarasan antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri untuk menghindari ketidaksesuaian (mismatch).
&quot;Saya mendengar bahwa di DKI Jakarta sudah banyak SMK unggulan. Ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga di balai pelatihan, tenaga kerja tidak perlu disiapkan dari nol. Pembekalan di SMK harus cukup memadai, tinggal penyempurnaan selama satu atau dua bulan, kemudian diberikan sertifikasi,&quot; jelasnya.
Sertifikasi tersebut, lanjutnya, merupakan jaminan kompetensi tenaga kerja. Selain menguntungkan tenaga kerja, sertifikat ini juga memberikan rasa percaya kepada industri sebagai bukti bahwa tenaga kerja telah memiliki kemampuan sesuai standar yang diharapkan.
&quot;Kompetensi yang disiapkan tidak hanya berupa keterampilan teknis, tetapi juga mencakup soft skills. Ini adalah pekerjaan rumah kita bersama. Oleh sebab itu, kita perlu menata proses dari hulu ke hilir agar expo seperti ini memberikan hasil maksimal,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan tingkat pengangguran terbuka masih cukup tinggi di Indonesia. Berdasarkan data, jumlah pengangguran tembus 7,5 juta orangdi Indonesia.
&quot;Secara nasional kita juga dihadapkan dengan tingkat pengangguran yang masih tinggi, dengan jumlah sekitar 7,5 juta orang se Indonesia,&quot; ungkap Yassierli dalam sambutannya pada acara Naker Expo di Jakarta, Kamis (21/11/2024).

BACA JUGA:
Gelombang PHK Ancam Ritel dan Restoran Cepat Saji, 59.796 Orang Jadi Pengangguran


Menurut dia, tingginya tingkat pengangguran terbuka di Indonesia yang masih tinggi ini disebabkan beberapa hal. Seperti SDM yang kurang terampil, hingga mis match antara kebutuhan industri dengan angkatan kerja baru.
&quot;Memang menciptakan dan menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap bekerja ini menjadi tantangan kita semua. Tapi ini motivasi kita di Kemnaker, ini adalah tugas yang mulia,&quot; lanjutnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMS8xOS8xLzE4Njc0Ny8zL2ZCUmNocTladHA4&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Disatu sisi, Yassierli juga menyinggung soal kondisi perekonomian nasional yang juga menjadi faktor penyumbang pengangguran terbuka di Indonesia. Menurutnya, kondisi deflasi yang terjadi hingga Oktober 2024 lalu juga menjadi penyebab masih tingginya pengangguran di Indonesia.

BACA JUGA:
Ekonomi RI Tak Baik-Baik Saja, Badai PHK hingga Penurunan Daya Beli


&quot;Pengangguran ini tentu masalah yang sifatnya tidak hanya beban dan tanggung jawab dari Kementerian Ketenagakerjaan, kondisi ekonomi kita saat ini kalau meminjam istilah bu Sri Mulyani memang sedang tidak baik baik saja, ada deflasi dari Mei sampai Oktober, kita melihat juga jumlah PHK termasuk besar,&quot; sambungnya.Lebih lanjut, Yassierli menekankan bahwa menciptakan lapangan kerja adalah tantangan utama di hilir. Namun, ia juga mengingatkan perlunya pembenahan di sisi hulu, termasuk penyelarasan antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri untuk menghindari ketidaksesuaian (mismatch).
&quot;Saya mendengar bahwa di DKI Jakarta sudah banyak SMK unggulan. Ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga di balai pelatihan, tenaga kerja tidak perlu disiapkan dari nol. Pembekalan di SMK harus cukup memadai, tinggal penyempurnaan selama satu atau dua bulan, kemudian diberikan sertifikasi,&quot; jelasnya.
Sertifikasi tersebut, lanjutnya, merupakan jaminan kompetensi tenaga kerja. Selain menguntungkan tenaga kerja, sertifikat ini juga memberikan rasa percaya kepada industri sebagai bukti bahwa tenaga kerja telah memiliki kemampuan sesuai standar yang diharapkan.
&quot;Kompetensi yang disiapkan tidak hanya berupa keterampilan teknis, tetapi juga mencakup soft skills. Ini adalah pekerjaan rumah kita bersama. Oleh sebab itu, kita perlu menata proses dari hulu ke hilir agar expo seperti ini memberikan hasil maksimal,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
