<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengawasan Emisi Karbon Kendaraan Listrik Harus Dilakukan, Ini Alasannya</title><description>KPBB mendorong pemerintah untuk tetap melakukan pengawasan emisi karbon pada kendaraan listrik</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/22/320/3088544/pengawasan-emisi-karbon-kendaraan-listrik-harus-dilakukan-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/22/320/3088544/pengawasan-emisi-karbon-kendaraan-listrik-harus-dilakukan-ini-alasannya"/><item><title>Pengawasan Emisi Karbon Kendaraan Listrik Harus Dilakukan, Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/22/320/3088544/pengawasan-emisi-karbon-kendaraan-listrik-harus-dilakukan-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/22/320/3088544/pengawasan-emisi-karbon-kendaraan-listrik-harus-dilakukan-ini-alasannya</guid><pubDate>Jum'at 22 November 2024 14:39 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Akbar Malik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/22/320/3088544/pengawasan-emisi-karbon-kendaraan-listrik-harus-dilakukan-ini-alasannya-nU0ltMkbyp.png" expression="full" type="image/jpeg">Pengawasan Karbon pada Kendaraan Listrik Harus Dilakukan. (Foto ;Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/22/320/3088544/pengawasan-emisi-karbon-kendaraan-listrik-harus-dilakukan-ini-alasannya-nU0ltMkbyp.png</image><title>Pengawasan Karbon pada Kendaraan Listrik Harus Dilakukan. (Foto ;Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) mendorong pemerintah untuk tetap melakukan pengawasan emisi karbon pada kendaraan listrik. Meskipun lebih ramah lingkungan dibanding kendaraan berbahan bakar fosil, standar mutu emisi kendaraan listrik tetap harus dipastikan.
&amp;ldquo;Pengawasan itu penting. Jika tidak memenuhi baku mutu, harus ada tindakan nyata, bukan sekadar formalitas,&amp;rdquo; ujar Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin, Jumat (22/11/2024).
KPBB juga menyoroti pentingnya peran teknologi supaya benar-benar mampu mengurangi emisi karbon secara signifikan.

BACA JUGA:
Pakai Teknologi Canggih, PLTU Ini Bisa Kurangi Emisi Karbon hingga 10%

&amp;ldquo;Event Electricity Connect harus menjadi ajang untuk memperlihatkan teknologi yang secara genuine bisa mendukung pengurangan emisi karbon demi transisi energi bersih,&amp;rdquo; ungkapnya.
Safrudin juga menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap jejak karbon dari produk-produk yang dipamerkan.

BACA JUGA:
Begini Cara RI Tangkap dan Simpan Karbon&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menurutnya, teknologi yang rendah karbon saja tidak cukup, yang terpenting adalah memastikan bahwa produk tersebut mendekati nol emisi.
&amp;ldquo;Produk yang ditampilkan harus benar-benar memenuhi prinsip Net Zero Emission, bukan sekadar hemat energi atau rendah karbon,&amp;rdquo; tegasnya.
Sementara itu, pemerintah Indonesia semakin serius dalam mendorong penggunaan energi bersih untuk mendukung tercapainya target Net Zero Emission (NZE) pada 2060 melalui gelaran Electricity Connect 2024.Ketua Panitia Electricity Connect 2024, Arsyadany G. Akmalaputri, menjelaskan bahwa isu transisi energi dan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi fokus utama dalam pameran dan konferensi tersebut.
&amp;ldquo;Transisi energi membutuhkan dukungan besar, baik dari sisi investasi maupun komitmen global, terutama di kawasan Asia. Hal tersebut menjadi refleksi dari partisipasi berbagai pihak dalam acara Electricity Connect 2024,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) mendorong pemerintah untuk tetap melakukan pengawasan emisi karbon pada kendaraan listrik. Meskipun lebih ramah lingkungan dibanding kendaraan berbahan bakar fosil, standar mutu emisi kendaraan listrik tetap harus dipastikan.
&amp;ldquo;Pengawasan itu penting. Jika tidak memenuhi baku mutu, harus ada tindakan nyata, bukan sekadar formalitas,&amp;rdquo; ujar Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin, Jumat (22/11/2024).
KPBB juga menyoroti pentingnya peran teknologi supaya benar-benar mampu mengurangi emisi karbon secara signifikan.

BACA JUGA:
Pakai Teknologi Canggih, PLTU Ini Bisa Kurangi Emisi Karbon hingga 10%

&amp;ldquo;Event Electricity Connect harus menjadi ajang untuk memperlihatkan teknologi yang secara genuine bisa mendukung pengurangan emisi karbon demi transisi energi bersih,&amp;rdquo; ungkapnya.
Safrudin juga menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap jejak karbon dari produk-produk yang dipamerkan.

BACA JUGA:
Begini Cara RI Tangkap dan Simpan Karbon&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menurutnya, teknologi yang rendah karbon saja tidak cukup, yang terpenting adalah memastikan bahwa produk tersebut mendekati nol emisi.
&amp;ldquo;Produk yang ditampilkan harus benar-benar memenuhi prinsip Net Zero Emission, bukan sekadar hemat energi atau rendah karbon,&amp;rdquo; tegasnya.
Sementara itu, pemerintah Indonesia semakin serius dalam mendorong penggunaan energi bersih untuk mendukung tercapainya target Net Zero Emission (NZE) pada 2060 melalui gelaran Electricity Connect 2024.Ketua Panitia Electricity Connect 2024, Arsyadany G. Akmalaputri, menjelaskan bahwa isu transisi energi dan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi fokus utama dalam pameran dan konferensi tersebut.
&amp;ldquo;Transisi energi membutuhkan dukungan besar, baik dari sisi investasi maupun komitmen global, terutama di kawasan Asia. Hal tersebut menjadi refleksi dari partisipasi berbagai pihak dalam acara Electricity Connect 2024,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
