<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara Daftar Brigade Swasembada Pangan, Pendapatannya Rp10 Juta per Bulan</title><description>Simak cara daftar brigade swasembada pangan beserta kriterianya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/23/320/3088741/cara-daftar-brigade-swasembada-pangan-pendapatannya-rp10-juta-per-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/23/320/3088741/cara-daftar-brigade-swasembada-pangan-pendapatannya-rp10-juta-per-bulan"/><item><title>Cara Daftar Brigade Swasembada Pangan, Pendapatannya Rp10 Juta per Bulan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/23/320/3088741/cara-daftar-brigade-swasembada-pangan-pendapatannya-rp10-juta-per-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/23/320/3088741/cara-daftar-brigade-swasembada-pangan-pendapatannya-rp10-juta-per-bulan</guid><pubDate>Sabtu 23 November 2024 06:32 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/23/320/3088741/cara-daftar-brigade-swasembada-pangan-dapat-gaji-rp10-juta-per-bulan-DXIhxuIHg1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tata cara daftar brigade swasembada pangan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/23/320/3088741/cara-daftar-brigade-swasembada-pangan-dapat-gaji-rp10-juta-per-bulan-DXIhxuIHg1.jpg</image><title>Tata cara daftar brigade swasembada pangan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Simak cara daftar brigade swasembada pangan beserta kriterianya. Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti menjelaskan bagaimana tata cara melakukan pendaftaran Brigade Swasemabda Pangan.
Sebagai langkah pertama, kata Idha, calon petani harus datang langsung ke Dinas-dinas pertanian baik yang ada di Kabupaten/Kota maupun tingkat Provinsi.

BACA JUGA:
Demi Swasembada Pangan, Mentan Kunjungan Maraton 3 Provinsi dalam 1 Hari

&amp;ldquo;Dari sana (dinas) akan mengarahkan ke pendamping atau mentor dari kami (kementan),&amp;rdquo; ujar Idha saat ditemui usai mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam pembukaan workshop manajemen pendampingan brigade swasembada pangan di Auditorium Utama Kementan, dikutip Sabtu (23/11/2024).
Idha mengatakan bahwa setiap petani berpotensi memiliki pendapatan lebih dari Rp10 juta per bulan. Hitung-hitungan tersebut berasal dari swakelola bagi hasil antara lapangan usaha dan petani baik dari sisi pendapatan produksi maupun hasil jual yang mencapai Rp6000 perkilogram gabah kering giling (GKG).

BACA JUGA:
Capai Swasembada Pangan, Mentan Libatkan Petani Milenial dan Pakai Teknologi Modern 

Dia pun memastikan angka sebesar itu merupakan pendapatan murni alias bukan gaji yang selama ini muncul di pemberitaaan.
&amp;ldquo;Itu bukan gaji tapi pendapatan dari harga jual GKG yang mencapai Rp6.000 per kg. Kemudian ada juga pembagian lainya seperti 20% lapangan usaha. Jadi kami sudah hitung di dalam 15 orang anggota brigade swasembada panga itu pendapatan perorangnya bisa 10 juta,&amp;rdquo; katanya.


Menurut Idha, semua pendapatan itu juga tak lepas dari peran  pemerintah yang telah menyiapkan skema pertanian modern untuk memangkas  biaya produksi hingga 50%. pemerintah akan memberi hibah berupa alat  mesin pertanian kepada setiap kelompok brigade swasembada pangan.
&amp;ldquo;Dukungan dari pemerintah juga termasuk benih dan juga pupuk yang  disiapkan untuk menopang jalanya produksi brigade swasembada pangan,&amp;rdquo;  katanya.
Idha menambahkan bahwa terdapat beberapa kriteria bagi petani  milenial yang akan masuk dan menjadi bagian dari brigade swasembada  pangan ini.
&amp;ldquo;Pertama harus jujur, punya prinsip dan memiliki komitmen  meningkatkan produktivitas. Nanti di lapangan luas lahan yang akan  dikelola brigade pangan sekitar 200 hektare melalui kelola kemitraan,&amp;rdquo;  katanya.
Sebagai informasi, total pendaftar pada brigade swasembada pangan ini  mencapai kurang lebih 23 ribu dari berbagai unsur. Mereka akan  didampingi para ASN yang disiapkan khusus dalam mengawal jalanya  produksi untuk swasembada dan juga lumbung pangan dunia.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman  menjelaskan bahwa tujuan program ini adalah mengurangi pengangguran,  mengurangi kemiskinan dan meningkatkan produktivitas untuk mendukung  visi Presiden yaitu swasembada dan juga lumbung pangan dunia.
&amp;ldquo;Mereka yang akan menjadi ujung tombak pertanian masa depan karena  menggerakan roda ekonomi dan juga memiliki kemampuan untuk  mentransformasi pertanian tradisional ke modern,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Simak cara daftar brigade swasembada pangan beserta kriterianya. Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti menjelaskan bagaimana tata cara melakukan pendaftaran Brigade Swasemabda Pangan.
Sebagai langkah pertama, kata Idha, calon petani harus datang langsung ke Dinas-dinas pertanian baik yang ada di Kabupaten/Kota maupun tingkat Provinsi.

BACA JUGA:
Demi Swasembada Pangan, Mentan Kunjungan Maraton 3 Provinsi dalam 1 Hari

&amp;ldquo;Dari sana (dinas) akan mengarahkan ke pendamping atau mentor dari kami (kementan),&amp;rdquo; ujar Idha saat ditemui usai mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam pembukaan workshop manajemen pendampingan brigade swasembada pangan di Auditorium Utama Kementan, dikutip Sabtu (23/11/2024).
Idha mengatakan bahwa setiap petani berpotensi memiliki pendapatan lebih dari Rp10 juta per bulan. Hitung-hitungan tersebut berasal dari swakelola bagi hasil antara lapangan usaha dan petani baik dari sisi pendapatan produksi maupun hasil jual yang mencapai Rp6000 perkilogram gabah kering giling (GKG).

BACA JUGA:
Capai Swasembada Pangan, Mentan Libatkan Petani Milenial dan Pakai Teknologi Modern 

Dia pun memastikan angka sebesar itu merupakan pendapatan murni alias bukan gaji yang selama ini muncul di pemberitaaan.
&amp;ldquo;Itu bukan gaji tapi pendapatan dari harga jual GKG yang mencapai Rp6.000 per kg. Kemudian ada juga pembagian lainya seperti 20% lapangan usaha. Jadi kami sudah hitung di dalam 15 orang anggota brigade swasembada panga itu pendapatan perorangnya bisa 10 juta,&amp;rdquo; katanya.


Menurut Idha, semua pendapatan itu juga tak lepas dari peran  pemerintah yang telah menyiapkan skema pertanian modern untuk memangkas  biaya produksi hingga 50%. pemerintah akan memberi hibah berupa alat  mesin pertanian kepada setiap kelompok brigade swasembada pangan.
&amp;ldquo;Dukungan dari pemerintah juga termasuk benih dan juga pupuk yang  disiapkan untuk menopang jalanya produksi brigade swasembada pangan,&amp;rdquo;  katanya.
Idha menambahkan bahwa terdapat beberapa kriteria bagi petani  milenial yang akan masuk dan menjadi bagian dari brigade swasembada  pangan ini.
&amp;ldquo;Pertama harus jujur, punya prinsip dan memiliki komitmen  meningkatkan produktivitas. Nanti di lapangan luas lahan yang akan  dikelola brigade pangan sekitar 200 hektare melalui kelola kemitraan,&amp;rdquo;  katanya.
Sebagai informasi, total pendaftar pada brigade swasembada pangan ini  mencapai kurang lebih 23 ribu dari berbagai unsur. Mereka akan  didampingi para ASN yang disiapkan khusus dalam mengawal jalanya  produksi untuk swasembada dan juga lumbung pangan dunia.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman  menjelaskan bahwa tujuan program ini adalah mengurangi pengangguran,  mengurangi kemiskinan dan meningkatkan produktivitas untuk mendukung  visi Presiden yaitu swasembada dan juga lumbung pangan dunia.
&amp;ldquo;Mereka yang akan menjadi ujung tombak pertanian masa depan karena  menggerakan roda ekonomi dan juga memiliki kemampuan untuk  mentransformasi pertanian tradisional ke modern,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
