<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ciptakan Lapangan Kerja, Anindya Bakrie: Kita Dorong Investasi</title><description>Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong masuknya investasi asing yang menciptakan lapangan kerja.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/23/320/3088805/ciptakan-lapangan-kerja-anindya-bakrie-kita-dorong-investasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/23/320/3088805/ciptakan-lapangan-kerja-anindya-bakrie-kita-dorong-investasi"/><item><title>Ciptakan Lapangan Kerja, Anindya Bakrie: Kita Dorong Investasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/23/320/3088805/ciptakan-lapangan-kerja-anindya-bakrie-kita-dorong-investasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/23/320/3088805/ciptakan-lapangan-kerja-anindya-bakrie-kita-dorong-investasi</guid><pubDate>Sabtu 23 November 2024 11:28 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/23/320/3088805/ciptakan-lapangan-kerja-anindya-bakrie-kita-dorong-investasi-8HhXU8rVjB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anindya Bakrie dorong investasi yang ciptakan lapangan kerja (Foto: Kadin)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/23/320/3088805/ciptakan-lapangan-kerja-anindya-bakrie-kita-dorong-investasi-8HhXU8rVjB.jpg</image><title>Anindya Bakrie dorong investasi yang ciptakan lapangan kerja (Foto: Kadin)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong masuknya investasi asing yang menciptakan lapangan kerja. Sektor perdagangan, investasi berkelanjutan, dan teknologi hijau adalah bidang-bidang utama yang menjadi kesepakatan Kemitraan Strategis Baru Indonesia &amp;ndash; Inggris yang akan diluncurkan tahun depan.
&amp;ldquo;Terutama di sektor-sektor yang menghasilkan peluang-peluang ekonomi, dan kita juga harus mempersiapkan tenaga kerja kita untuk lingkup kerja energi hijau dan digitalisasi,&amp;rdquo; kata Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie dalam sambutannya di acara Forum Investasi Indonesia 2024 (Indonesia Investment Forum/IIF) di Hotel Raffles, di The OWO, 57 Whitehall, London SW1A 2BX, Inggris, Sabtu (23/11/2024).

BACA JUGA:
Ketum Kadin Anindya Bakrie Ungkap Kekuatan Indonesia Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%


Anindya menambahkan, dengan memanfaatkan lokasi strategis Indonesia dan guna meningkatkan daya saing global, investasi berorientasi ekspor dan juga investasi energi bersih sangat penting untuk ditingkatkan, terutama dari investasi asing.
&amp;ldquo;Dengan keahlian Inggris melengkapi pasar Indonesia yang dinamis dan tentu (diharapkan) bisa mendukung target pertumbuhan 8%, serta adanya roadmap kemitraan Indonesia&amp;ndash;Inggris 2022&amp;ndash;2024, hal itu menjelaskan ikatan yang semakin dekat antar kedua negara. Kita tidak hanya membangun ekonomi yang lebih kuat tetapi juga bekerja sama untuk menanggulangi tantangan global,&amp;rdquo; kata Anindya.

BACA JUGA:
Kerja Sama RI- China Capai Rp156 Triliun, Ketum Kadin Anindya Bakrie: Ini Pertanda Baik


Dalam paparannya, Anindya menyebutkan, Indonesia juga memfokuskan pada pengembangan proyek energi terbarukan dan hilirisasi industri.
&amp;ldquo;Indonesia telah membuat komitmen yang kuat termasuk penyebaran 100 GW energi baru selama 5 tahun ke depan dengan 75% berasal dari energi terbarukan,&amp;rdquo; ungkapnya.
Selain itu, Indonesia juga mengembangkan 70.000 km jalur transmisi untuk menghubungkan pulau-pulau utama di Indonesia. Juga rencana reboisasi besar-besaran untuk memulihkan 12 juta hektare lahan terdegradasi di seluruh Indonesia.
&amp;ldquo;Dan akhirnya, kami akan membangun pasar karbon terverifikasi di Indonesia untuk memobilisasi aliran dana dari Global North (Utara) ke Global South (Selatan),&amp;rdquo; tegas Anindya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMS8yMi8xLzE4NjgwNy8zL19nb2dfeDRwZDVv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Acara bertema &amp;ldquo;Indonesia's Investment Landscape: What Next?&amp;rdquo; ini  dibuka oleh Duta Besar Indonesia untuk Inggris Raya, Desra Percaya.  Turut hadir sebagai pembicara adalah Executive Chairman Tony Blair  Institute of for Global Change Sir Tony Blair, dan Menteri Investasi dan  Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani.
&amp;ldquo;Tadi dihadiri kurang lebih 180 orang, kebanyakan dari UK (Inggris  Raya). Tentunya kita menyampaikan bagaimana potensi kita di renewable  energy (energi terbarukan), potensi kita di downstreaming (hilirisasi),  clean energy (energi bersih). Kita ingin mereka tahu inilah program  besar kita,&amp;rdquo; kata Rosan.
Rosan menambahkan, IIF dan forum-forum sejenis lainnya menjadi sangat  penting dan krusial bagi Indonesia demi mencapai target pertumbuhan  ekonomi 8%.
&amp;ldquo;Kita perlu kolaborasi dan sinergi dengan semua pihak seperti foreign  party (pihak asing) dan foreign investment (investasi asing). Tentu  selain investasi, untuk capai target 8% juga tetap (berasal) dari  konsumsi (dalam negeri), dari belanja pemerintah, dan tetap dari  ekspor,&amp;rdquo; jelas Rosan.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong masuknya investasi asing yang menciptakan lapangan kerja. Sektor perdagangan, investasi berkelanjutan, dan teknologi hijau adalah bidang-bidang utama yang menjadi kesepakatan Kemitraan Strategis Baru Indonesia &amp;ndash; Inggris yang akan diluncurkan tahun depan.
&amp;ldquo;Terutama di sektor-sektor yang menghasilkan peluang-peluang ekonomi, dan kita juga harus mempersiapkan tenaga kerja kita untuk lingkup kerja energi hijau dan digitalisasi,&amp;rdquo; kata Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie dalam sambutannya di acara Forum Investasi Indonesia 2024 (Indonesia Investment Forum/IIF) di Hotel Raffles, di The OWO, 57 Whitehall, London SW1A 2BX, Inggris, Sabtu (23/11/2024).

BACA JUGA:
Ketum Kadin Anindya Bakrie Ungkap Kekuatan Indonesia Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%


Anindya menambahkan, dengan memanfaatkan lokasi strategis Indonesia dan guna meningkatkan daya saing global, investasi berorientasi ekspor dan juga investasi energi bersih sangat penting untuk ditingkatkan, terutama dari investasi asing.
&amp;ldquo;Dengan keahlian Inggris melengkapi pasar Indonesia yang dinamis dan tentu (diharapkan) bisa mendukung target pertumbuhan 8%, serta adanya roadmap kemitraan Indonesia&amp;ndash;Inggris 2022&amp;ndash;2024, hal itu menjelaskan ikatan yang semakin dekat antar kedua negara. Kita tidak hanya membangun ekonomi yang lebih kuat tetapi juga bekerja sama untuk menanggulangi tantangan global,&amp;rdquo; kata Anindya.

BACA JUGA:
Kerja Sama RI- China Capai Rp156 Triliun, Ketum Kadin Anindya Bakrie: Ini Pertanda Baik


Dalam paparannya, Anindya menyebutkan, Indonesia juga memfokuskan pada pengembangan proyek energi terbarukan dan hilirisasi industri.
&amp;ldquo;Indonesia telah membuat komitmen yang kuat termasuk penyebaran 100 GW energi baru selama 5 tahun ke depan dengan 75% berasal dari energi terbarukan,&amp;rdquo; ungkapnya.
Selain itu, Indonesia juga mengembangkan 70.000 km jalur transmisi untuk menghubungkan pulau-pulau utama di Indonesia. Juga rencana reboisasi besar-besaran untuk memulihkan 12 juta hektare lahan terdegradasi di seluruh Indonesia.
&amp;ldquo;Dan akhirnya, kami akan membangun pasar karbon terverifikasi di Indonesia untuk memobilisasi aliran dana dari Global North (Utara) ke Global South (Selatan),&amp;rdquo; tegas Anindya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMS8yMi8xLzE4NjgwNy8zL19nb2dfeDRwZDVv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Acara bertema &amp;ldquo;Indonesia's Investment Landscape: What Next?&amp;rdquo; ini  dibuka oleh Duta Besar Indonesia untuk Inggris Raya, Desra Percaya.  Turut hadir sebagai pembicara adalah Executive Chairman Tony Blair  Institute of for Global Change Sir Tony Blair, dan Menteri Investasi dan  Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani.
&amp;ldquo;Tadi dihadiri kurang lebih 180 orang, kebanyakan dari UK (Inggris  Raya). Tentunya kita menyampaikan bagaimana potensi kita di renewable  energy (energi terbarukan), potensi kita di downstreaming (hilirisasi),  clean energy (energi bersih). Kita ingin mereka tahu inilah program  besar kita,&amp;rdquo; kata Rosan.
Rosan menambahkan, IIF dan forum-forum sejenis lainnya menjadi sangat  penting dan krusial bagi Indonesia demi mencapai target pertumbuhan  ekonomi 8%.
&amp;ldquo;Kita perlu kolaborasi dan sinergi dengan semua pihak seperti foreign  party (pihak asing) dan foreign investment (investasi asing). Tentu  selain investasi, untuk capai target 8% juga tetap (berasal) dari  konsumsi (dalam negeri), dari belanja pemerintah, dan tetap dari  ekspor,&amp;rdquo; jelas Rosan.
</content:encoded></item></channel></rss>
